Risiko Mencium Bayi Saat Lebaran dan Pentingnya Menjaga Kesehatan

Momen Lebaran selalu menjadi momen yang penuh kebahagiaan, terutama bagi keluarga besar. Namun, dalam situasi seperti ini, perlu diperhatikan juga kesehatan bayi yang masih sangat rentan. Salah satu hal yang sering dilakukan oleh kerabat dan saudara adalah mencium bayi. Meskipun tindakan ini dilakukan dengan penuh kasih sayang, namun ternyata bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius.

Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika bayi dicium sembarangan:

1. Risiko Pernapasan

Sistem pernapasan bayi yang baru lahir masih sangat kecil dan belum berkembang. Paru-parunya butuh waktu sekitar 8 tahun untuk matang sepenuhnya. Virus apa pun yang dapat menyebarkan penyakit pernapasan pada bayi melalui ciuman bisa sangat berbahaya. Bayi yang mengalami infeksi paru-paru biasanya memiliki ciri pilek, batuk, demam, dan sesak napas.

2. Alergi dan Masalah Kulit



Orang dewasa sering kali menggunakan produk perawatan kulit atau riasan pada wajahnya. Meskipun mereka terlindungi dari bahaya langsung yang ditimbulkan oleh produk-produk ini, tetapi tidak pada bayi. Produk-produk ini bisa mengandung bahan-bahan berbahaya yang dapat menyebabkan masalah kulit serius pada bayi. Kulit bayi masih mengalami perkembangan. Gangguan fungsi penghalang kulit (skin barrier) pada kulit bayi bisa membuatnya rentan terhadap iritasi bahan kimia dan infeksi dibandingkan dengan orang dewasa.

3. Flu dan Pilek

Flu adalah penyakit ringan bagi orang dewasa, tetapi tidak bagi bayi. Ciuman pada bayi dapat menularkan pilek dan flu. Gejalanya meliputi: demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan atau kelemahan, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, muntah dan diare (terutama pada anak kecil).

4. Respiratory Syncytial Virus (RSV)



Respiratory syncytial virus (RSV) adalah kondisi serius dan bisa berpotensi fatal, yang dapat ditularkan melalui kontak fisik atau droplet dari individu yang terinfeksi melalui batuk atau bersin. Ini adalah virus pernapasan yang menyebabkan 240.000 kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan bayi di bawah 6 bulan yang paling terkena dampaknya.

5. Sistem Kekebalan Tubuh yang Rentan

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang sehingga harus bekerja keras untuk menjaga tubuh mungilnya agar tidak melawan penyakit dan infeksi. Dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi berada pada tahap paling rentan.

6. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut



Virus penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD)/flu Singapura diketahui sangat mudah menular. Ini merupakan virus yang menyebabkan lesi di sekitar area mulut, tangan, dan kaki. Walaupun siapa pun bisa tertular HFMD, tetapi penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

7. Herpes

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 85 persen bayi baru lahir yang terinfeksi herpes simplex virus (HSV) tertular dari ibunya saat melahirkan. Untuk HSV-1, atau herpes mulut, infeksi biasanya terjadi melalui kontak dari lesi orang yang terinfeksi ke area membran tubuh bayi, seperti mata atau mulut.

8. Cacar Air



Cacar air pada bayi biasanya lebih mengganggu daripada memprihatinkan, tetapi terkadang dapat menyebabkan komplikasi. Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster yang memiliki masa inkubasi 10–21 hari. Ini berarti bayi mungkin baru mulai menunjukkan gejala cacar air 10–21 hari setelah terpapar virus.

9. Tuberkulosis

Tuberkulosis (TBC/TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada 70 persen kasus, TBC menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, otak, ginjal, atau tulang belakang.

10. Gigi Berlubang



Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa ketika mencium anaknya, mereka dapat menularkan bakteri dari mulutnya ke mulut bayi, sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang pada anak. Penyebab utamanya adalah Streptococcus mutans, bakteri yang dapat menular dari orang ke orang melalui perpindahan air liur.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mencegah risiko penyakit di atas, jangan biarkan orang lain yang status kesehatannya tidak diketahui mencium bayi. Ini juga berlaku buat kamu. Tegaslah terhadap anggota keluarga lainnya dengan memberikan instruksi: cuci tangan saat akan menyentuh bayi, jangan mencium bayi, terutama jika sedang terkena infeksi atau tidak sehat, jangan mengunjungi bayi jika sedang sakit atau baru pulih, termasuk pilek, memiliki herpes, diare, dan muntah. Menunjukkan kasih sayang kepada bayi atau balita tidak harus dengan menciumnya. Justru dengan tidak melakukan kontak langsung, bayi bisa terhindar dari berbagai risiko kesehatan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version