Banjir di Sungai Bengawan Jero Mengancam Ribuan Hektare Sawah

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero telah berdampak pada ribuan hektare sawah serta menggenangi permukiman dan jalan-jalan di beberapa kecamatan. Dampak banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan ancaman terhadap potensi panen yang bisa menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp 4 miliar.

Beberapa kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Kalitengah, Karangbinangun, Turi, Deket, dan Glagah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari 70 sentimeter di titik-titik terendah. Genangan air ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu jalur transportasi desa dan lahan pertanian.

Warga terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah sementara para petani khawatir akan potensi gagal panen akibat tanaman padi yang terendam dalam waktu lama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan.

Upaya Mitigasi dan Penanganan Darurat

BPBD Lamongan telah mengerahkan empat pompa air utama untuk membantu mengurangi ketinggian banjir. Selain itu, posko layanan kesehatan juga dibuka untuk melayani warga terdampak. Petugas BPBD disiagakan untuk membantu masyarakat dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M Naim, menjelaskan bahwa genangan paling parah terjadi di lima kecamatan tersebut. Ia menyatakan bahwa total sawah dan tambak yang tergenang mencapai sekitar 12.000 hektare dengan perkiraan kerugian sebesar Rp 4 miliar. BPBD bersama Pemkab Lamongan terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi dampak banjir.

Bantuan bagi warga terdampak telah disalurkan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. BPBD juga berkoordinasi dengan PU SDA agar semua pompa air diaktifkan secara optimal.

Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak

Selain penanganan teknis, BPBD Lamongan bersama Dinas Kesehatan juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir. Pos pelayanan kesehatan desa disiagakan setiap hari di seluruh wilayah terdampak. Layanan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada warga yang terkena dampak banjir.

Menurut Naim, tingginya debit air Bengawan Solo menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pengendalian banjir. Kondisi tersebut menyebabkan pintu air Kuro (Sluis Kuro) terpaksa ditutup sementara. Meski demikian, BPBD memastikan langkah antisipasi tetap berjalan. Empat pompa utama di Melik, Kuro, serta pintu air di Tambakombo tetap dioperasikan secara bergantian sesuai kondisi lapangan.

Peringatan dan Koordinasi dengan Masyarakat

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Jero untuk tetap waspada, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi beberapa hari ke depan. Warga juga diminta segera melaporkan jika terjadi peningkatan genangan atau kondisi darurat lainnya.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat banjir tersebut, namun kerugian materiil masih dalam pendataan. Dengan adanya koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir dan segera memulihkan kondisi wilayah yang terkena dampak.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version