Beasiswa Pemuda Tangguh 2026: Alokasi Dana dan Kebijakan Baru untuk Mahasiswa Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengumumkan program beasiswa Pemuda Tangguh 2026 yang akan diberikan kepada mahasiswa ber-KTP Surabaya. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu atau gakin hingga pragakin dalam memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Beasiswa ini mencakup sebanyak 15 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 29 perguruan tinggi swasta (PTS) mitra Pemkot Surabaya. Total kuota yang tersedia adalah sebanyak 23.820 mahasiswa gakin untuk jenjang kuliah pada tahun 2026 ini. Selain itu, cakupan program juga lebih luas karena melibatkan PTS serta lembaga kursus, minat dan bakat.

Dalam kebijakan terbaru, Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya sepakat memberikan beasiswa dengan nominal UKT sebesar Rp2,5 juta per semester dan uang saku sebesar Rp300 ribu per bulan. Namun, tidak seperti sebelumnya, program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa gakin dan pragakin. Hal ini berbeda dengan masa lalu, di mana beasiswa bisa diberikan kepada mahasiswa berprestasi tanpa memperhatikan status ekonomi keluarga.

Konsekuensi dari kebijakan baru ini adalah bahwa UKT ditetapkan sebesar Rp2,5 juta. Sebelumnya, Pemkot Surabaya menanggung seluruh biaya UKT. Kebijakan ini menimbulkan keluhan dari beberapa mahasiswa penerima beasiswa lama yang merasa khawatir tidak dapat melakukan registrasi tepat waktu.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menyatakan bahwa mahasiswa penerima beasiswa lama tidak perlu panik. Ia menjelaskan bahwa 15 PTN yang bekerja sama telah dikirimi surat agar menunda pembayaran, tetapi tidak menunda registrasi. Jika mahasiswa benar-benar gakin, kampus harus menyesuaikan UKT sesuai kemampuan mereka. Tidak hanya penerima lama, setiap mahasiswa penerima baru dari gakin juga akan menyesuaikan UKT dengan batas maksimal Rp2,5 juta.

Akma, sapaan akrab Akmarawita, menekankan bahwa mahasiswa miskin-pramiskin tidak boleh dibebani talangan biaya terlebih dahulu. Apalagi sampai terjerumus pinjaman online. Saat ini, terdapat 1.775 mahasiswa dengan UKT di atas Rp2,5 juta. Komisi D memastikan adanya solusi konkret, salah satunya adalah Pemkot Surabaya harus menurunkan UKT bagi mahasiswa gakin.

Selain itu, terdapat 2.437 mahasiswa lama penerima beasiswa Pemuda Tangguh. Jika kuota tidak terserap penuh, sisa anggaran bisa digunakan untuk menutup kebutuhan mahasiswa lama. Jika masih kurang, DPRD siap mendorong tambahan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Perubahan Skema Beasiswa Pemuda Tangguh

Polemik perubahan skema dan nominal beasiswa Pemuda Tangguh jenjang kuliah itu telah didiskusikan oleh Komisi D DPRD bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Bappeko, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kabid Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Erringo Perkasa, mengakui bahwa polemik muncul setelah ada perubahan regulasi beasiswa.

Sebelumnya, pada 2022–2024, beasiswa difokuskan pada mahasiswa berprestasi. Mulai 2026, Pemkot Surabaya mengubah orientasi program menjadi berbasis kebutuhan sosial. “Murni mencari mahasiswa gakin,” jelas Erringo. Sebelumnya menyasar mahasiswa berprestasi, sekarang Pemkot mengubah regulasi.

Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan, yaitu kategori miskin dan pramiskin. Cakupan beasiswa kini diperluas, tidak hanya mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi juga perguruan tinggi swasta (PTS), bahkan lembaga kursus, minat dan bakat. Pemkot Surabaya kini telah menjalin kerja sama dengan 15 PTN dan 29 PTS, dengan 27 kampus swasta berada di Surabaya dan dua di luar kota.

Pemkot juga meminta kampus swasta menggratiskan uang gedung bagi mahasiswa miskin-pramiskin itu.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version