Tips Membangun Gaya Hidup Sehat dengan Konsistensi

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tidak selalu memerlukan perubahan besar atau langkah ekstrem. Irfan Prasatya, seorang pelari maraton berusia 60 tahun, membuktikan bahwa gaya hidup sehat bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang konsisten dan realistis. Dulu, ia sempat mengalami kesulitan berjalan akibat nyeri saraf kejepit saat berusia 46 tahun. Namun, melalui perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, ia berhasil pulih dan menjalani kehidupan yang lebih aktif.

Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk membangun gaya hidup sehat:

Manfaatkan Aktivitas Harian sebagai Sarana Bergerak

Salah satu cara untuk memulai gaya hidup aktif adalah dengan memanfaatkan aktivitas harian sebagai alat untuk tetap bergerak. Misalnya, memilih transportasi umum bukan kendaraan pribadi. Hal ini mendorong tubuh untuk tetap bergerak karena kita harus berjalan kaki menuju halte atau stasiun.

Irfan menganggap jalan kaki di Jakarta sebagai bagian dari olahraga ringan. Ia sering menggunakan tangga di halte Transjakarta atau stasiun MRT sebagai latihan fisik. Keputusan ini membuatnya memutuskan untuk hidup tanpa kendaraan pribadi sejak 2020. Ia mengajak masyarakat untuk mulai melepas ketergantungan pada mobil dan beralih ke transportasi umum.

Selain itu, Irfan juga mengadopsi gaya hidup aktif dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, ia memilih tempat yang sedikit lebih jauh untuk membeli makan siang di kantor agar jumlah langkah kakinya bertambah. Ia juga menyarankan untuk memilih naik tangga daripada menggunakan lift.

Terapkan Pola Puasa

Irfan juga menjalani pola puasa secara rutin, termasuk intermittent fasting (IF). Pola makan ini tidak fokus pada jenis makanan yang boleh dikonsumsi, tetapi pada durasi waktu makan dalam sehari. Pada jendela makan, asupan makanan tetap harus dijaga agar tidak berlebihan.

“Kita enggak makan (sepanjang waktu berpuasa), tapi boleh minum yang enggak ada kalorinya (air putih),” ujar Irfan. Melalui diet puasa ini, ia berhasil menurunkan berat badannya. Dari 89 kilogram, ia turun menjadi 72 kilogram dalam tiga bulan. Dengan penurunan berat badan tersebut, keluhan nyeri akibat saraf kejepit pun berkurang.

Ubah Pola Pikir dari “Aduh!” Jadi “Asyik”

Pola pikir sangat penting dalam menjaga gaya hidup sehat. Irfan mengatakan bahwa hal terpenting adalah mengubah pola pikir “aduh!” menjadi “asyik!” ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita malas bergerak.

“Semuanya dibawa asyik saja, itu prinsip yang saya ciptakan sendiri. Orang Indonesia itu kebanyak ngomong ‘aduh’. ‘Aduh ada tangga, aduh jauh, aduh panas’,” tutur Irfan. Menurutnya, jika kita menganggap setiap aktivitas sebagai hal yang menyenangkan, maka akan lebih mudah untuk tetap aktif dan sehat.

Irfan mencontohkan dengan cara menganggap naik tangga sebagai hal yang menyenangkan. Dengan begitu, otot kaki menjadi lebih kuat, kalori terbakar lebih banyak, dan tubuh mendapat vitamin D dari paparan sinar matahari.

Kehidupan Aktif di Usia Lanjut

Kini, di usia 60 tahun, Irfan masih rutin berlatih lari dan berjalan kaki. Istrinya yang berusia 58 tahun juga menerapkan gaya hidup yang sama. Saat ini, Irfan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Sydney Marathon, salah satu ajang lari bergengsi dunia. Ini membuktikan bahwa gaya hidup sehat bisa dijalani kapan saja, bahkan di usia lanjut.

Dengan kebiasaan sederhana yang konsisten, Irfan menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari bisa memberikan dampak besar pada kesehatan dan kualitas hidup.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version