Fakta Menarik Tentang Capt. Marindra Wibowo
Capt. Marindra Wibowo, seorang pilot helikopter yang meninggal dalam kecelakaan di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, ternyata memiliki latar belakang yang menarik dan kaya akan pengalaman. Dari berbagai sumber, kita bisa menggali beberapa fakta penting tentang sosoknya.
Pengalaman Profesional yang Luas
Marindra Wibowo telah bekerja sebagai pilot helikopter sejak tahun 2002. Ia memiliki pengalaman luas dalam bidang penerbangan, termasuk bekerja di beberapa perusahaan terkemuka seperti KPN Plantation, Whitesky Aviation Indonesia, dan PT HM Sampoerna Tbk. Saat ini, ia bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.
Selain pengalaman profesional, Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. Ia juga memiliki pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, serta mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center dan pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.
Asal Tuban dan Keluarga
Meski saat ini tinggal di Sidoarjo, Capt. Marindra Wibowo ternyata berasal dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Orangtuanya, Sudiono dan Prapti Indah Lestari, saat ini tinggal di Kelurahan Baturetno, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Sebelumnya, keluarga tersebut pernah tinggal di Kelurahan Sokolilo dan baru pindah ke Baturetno sekitar tahun 2000.
Marindra dikenal sebagai sosok yang jarang pulang ke Tuban karena kesibukannya sebagai pilot. Namun, ia tetap dikenal oleh warga sekitar meskipun interaksi terbatas. Terakhir kali ia pulang ke Tuban adalah saat momen Lebaran beberapa waktu lalu.
Sosok yang Baik dan Dermawan
Di Sidoarjo, Marindra dan keluarganya tinggal di blok B1 Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo. Warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang baik dan dermawan. Bahkan, dalam kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT.
Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7, mengatakan bahwa selama ini Marindra tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. Meskipun jarang bertemu karena tugasnya sebagai pilot, ia dikenal santun dan ramah. Selain itu, Marindra juga sering memberikan THR kepada para petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut.
Tinggalkan Istri dan Tiga Anak
Capt. Marindra Wibowo adalah anak kedua dari lima bersaudara pasangan Sudijono, purnawirawan TNI, dan Prapti Lindah Lestari, pensiunan PNS. Ia menikah dengan Serma APM/W Rena Purnama Dewi AMd Kes dan sudah dikaruniai tiga orang anak, semuanya laki-laki. Mereka tinggal di Perum Grand Surya Buduran.
Agustin, adik bungsu Marindra, mengaku terakhir bertemu dengan kakaknya saat lebaran. Pertemuan itu menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang kakak. Saat itu, ia tidak menyangka bahwa pertemuan tersebut akan menjadi akhir dari kehidupan Marindra.
Setelah mendengar kabar kecelakaan, keluarga Marindra merasa sangat shock. Rencananya, jenazah Capt. Marindra akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia yang berada di Kawasan Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, keluarga Marindra sudah berkumpul di rumah duka yang lokasinya tak jauh dari Juanda tersebut. Termasuk adik-adik almarhum dan dua orang tua almarhum yang selama ini tinggal di Kota Tuban.
