Sejarah dan Perkembangan St. Kitts and Nevis
St. Kitts and Nevis adalah sebuah negara yang terdiri dari dua pulau yang terpisah, yaitu Pulau St. Kitts dan Pulau Nevis. Kedua pulau ini berada di Kepulauan Karibia, bagian dari Benua Amerika. Jika digabungkan, luas kedua pulau tersebut mencapai sekitar 269 km persegi. Ibu kota dari negara ini adalah Basseterre, yang menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar penduduk negara. Total jumlah penduduk St. Kitts and Nevis mencapai sekitar 53 ribu jiwa.
Pulau St. Kitts ditemukan oleh Christopher Columbus pada pelayaran keduanya pada tahun 1493. Nama asli dari pulau ini adalah Saint Christopher, tetapi kemudian dikenal sebagai St. Kitts atau Saint Kitts. Sementara itu, Pulau Nevis juga ditemukan oleh Christopher Columbus dalam perjalanan yang sama, dan diberi nama Las Nieves yang berarti “salju” dalam bahasa Spanyol.
Pernah Dikuasai Inggris dan Prancis dalam Sejarah
St. Kitts and Nevis awalnya ditemukan oleh Christopher Columbus, tetapi Inggris yang pertama kali mengklaim pulau-pulau ini sebagai koloninya melalui Sir Thomas Warner. Pada tahun 1623, Inggris mengklaim Pulau Saint Kitts atau Saint Christopher, sedangkan Pulau Nevis diklaim pada tahun 1628.
Awalnya, Inggris hanya menguasai sebagian kecil dari Pulau St. Kitts, sehingga memungkinkan Prancis untuk mengambil bagian kecil lain dari pulau tersebut pada tahun 1625. Sepanjang abad ke-17, Inggris dan Prancis saling bersaing dan berperang di pulau ini. Pertikaian antara kedua negara berakhir ketika Prancis menyerahkan St. Kitts kepada Inggris secara penuh pada April 1713. Namun, Prancis melakukan tindakan tidak terduga dengan merebut Brismstone Hill pada tahun 1782. Akhirnya, pada tahun 1783, Brimstone Hill diserahkan kembali ke Inggris melalui Perjanjian Versailles.
Di abad yang sama, yaitu abad ke-17 dan ke-18, Nevis juga menjadi lokasi sengketa antara Prancis dan Inggris. Melalui Perjanjian Versailles, Prancis dipaksa melepaskan klaim atas Nevis kepada Inggris. Pada tahun 1882, Pulau St. Kitts and Nevis dan Anguilla disatukan oleh undang-undang federal untuk menjadi negara merdeka atas inisiatif Inggris Raya. St. Kitts and Nevis diberikan otonomi untuk menjalankan pemerintahan secara mandiri, sementara Inggris Raya bertanggung jawab atas pertahanan dan urusan luar negeri.
Informasi Demografi St. Kitts and Nevis
Sebelum tahun 1983, nama negara ini masih dikenal sebagai St. Kitts-Nevis-Anguilla. Pada tahun 1983, Anguilla secara resmi memisahkan diri dari St. Kitts and Nevis, sehingga membentuk negara yang solid saat ini, yaitu St. Kitts and Nevis.
Menurut data yang dilansir oleh Worldatlas, mayoritas penduduk St. Kitts and Nevis berasal dari ras kulit hitam sekitar 92%. Hal ini disebabkan oleh sejarah negara ini yang merupakan keturunan budak impor dari Afrika yang didatangkan oleh Inggris untuk bekerja di perkebunan tebu.
St. Kitts memiliki panjang sekitar 37 km dan lebar 8 km, dengan bentuk oval. Sementara itu, Nevis memiliki luas sekitar 36 mil persegi dan bentuk lingkaran. Kedua pulau ini terletak di sabuk badai tropis, dengan musim badai yang biasanya berlangsung antara bulan Agustus hingga Oktober.
Budaya Unik di St. Kitts and Nevis
Di Nevis, masyarakat setempat memiliki kebiasaan unik, seperti makan barbekyu pada malam Jumat dan Sabtu, serta bersenang-senang sambil bermain domino. Mereka juga memiliki minuman nasional yang terbuat dari tabu, yaitu Cane Spirits Rothschild.
Di St. Kitts and Nevis juga terdapat karnaval dan pesta topeng yang dikenal sebagai Sugar Mas, yang diadakan setiap bulan Desember. Penari pesta topeng menari di jalanan dengan mengenakan gaun berwarna cerah dan aksesoris yang rumit. Tarian dalam karnaval Sugar Mas menggabungkan unsur waltz, jig, dan quadrille. Selain itu, penari jangkungan, kelompok badut, dan band musik live juga turut serta dalam perayaan ini.
Program Kewarganegaraan melalui Investasi
St. Kitts and Nevis adalah negara pionir yang menerapkan program kewarganegaraan melalui investasi. Program ini didirikan pada tahun 1984 dan menjadi yang pertama di dunia. Pemerintah St. Kitts and Nevis membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor agar dapat berkontribusi dalam pembangunan negara.
Investor hanya perlu berinvestasi pada Kontribusi Dana Negara (SISC) dengan minimal 250.000 dolar, yang cukup dibayarkan sekali saja. Keuntungan yang diperoleh meliputi kewarganegaraan seumur hidup, tidak adanya pajak atas pendapatan luar negeri, serta akses bebas visa ke Singapura, Hongkong, dan Inggris.
Sebagai anggota persemakmuran, St. Kitts and Nevis dipimpin oleh Raja Britania Raya saat ini, Charles III. Perdana Menterinya adalah Dr. Terrance Drew, seorang tokoh lokal. Setelah membaca artikel ini, semoga kamu mendapatkan pengetahuan baru tentang negara yang jarang disorot ini.
