Klarifikasi Jusuf Kalla terkait Ceramah di UGM

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini menggelar konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan. Konferensi pers tersebut dilakukan setelah video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali viral dan menimbulkan berbagai polemik. Dalam kesempatan tersebut, JK memberikan klarifikasi mengenai beberapa isu yang muncul.

Alasan Mengapa JK Baru Memberikan Klarifikasi

Pada konferensi pers yang digelar pada Sabtu (18/4/2026), JK menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatannya dalam memberikan penjelasan. Menurutnya, ia baru pulang dari Jepang pada pagi hari dan tidak dapat segera merespons isu-isu yang muncul sebelumnya.

“Saya minta maaf karena baru hari ini saya bisa menjelaskan masalah-masalah yang viral sekarang ini. Saya baru subuh tadi pulang dari Jepang,” ujar JK.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disengaja, tetapi lebih disebabkan oleh kondisi yang memaksa dirinya untuk fokus pada urusan pribadi dan pekerjaan luar negeri.

Konteks Ceramah di UGM, Bukan Dogma atau Ideologi Agama

JK juga menjelaskan konteks dari ceramahnya di Masjid Kampus UGM yang menjadi sorotan publik. Ia menekankan bahwa isi ceramah tersebut tidak bermaksud menyerang dogma atau ideologi agama, melainkan mengkritik cara pandang sebagian pihak yang membenarkan kekerasan atas nama agama.

“Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak,” ucap JK.

Ia menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, ia membahas konflik Ambon dan Poso, yang merupakan konflik komunal berlatar belakang SARA antara umat Islam dan Kristen. JK menilai bahwa konflik tersebut justru menunjukkan pelanggaran terhadap ajaran agama oleh pihak-pihak yang terlibat.

“Kenapa mereka saling membunuh? Ada enggak (dalam ajaran) Islam dan Kristen? Tidak ada. Jadi mereka semua melanggar ajaran agama,” jelasnya.

JK menegaskan bahwa pernyataannya dalam ceramah tersebut bertujuan untuk mengkritik sikap sebagian pihak yang membenarkan kekerasan, bukan untuk menggeneralisasi ajaran agama tertentu.

Peran JK dalam Karier Politik Jokowi

Selama konferensi pers, JK juga menyampaikan perannya dalam membantu Joko Widodo (Jokowi) menjajaki karier politik dari Solo hingga ke Jakarta. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah sosok penting dalam proses kemenangan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta dan kemudian menjadi Presiden RI.

“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya,” ujarnya.

Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.

JK juga menyebut bahwa Jokowi sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada dirinya setelah berhasil menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Bahkan, dalam Pilpres 2014, Jokowi menggandeng JK sebagai wakil presiden hingga akhirnya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden setelah mengalahkan rivalnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Kasus Ijazah Jokowi Dinilai Sensitif

JK juga menyampaikan pendapatnya mengenai kasus ijazah Jokowi yang telah menjadi perbincangan selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut masalah tersebut sangat sensitif dan menurutnya Jokowi lebih baik menunjukkan ijazahnya kepada publik.

“Saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi diri sendiri, saling memaki masyarakat. Dua tahun,” ucapnya.

Menurut JK, kasus ijazah Jokowi sudah terlalu berlarut-larut dan tidak seharusnya terus menjadi perdebatan. Ia menilai bahwa masyarakat sebaiknya tidak terus-menerus saling menyalahkan hanya karena isu ini.

Penutup

Dalam konferensi pers tersebut, JK juga menyampaikan bahwa dirinya curiga bahwa video ceramahnya di UGM muncul setelah ia melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026) atas dugaan pencemaran nama baik.

“Inilah kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon,” katanya.

Klarifikasi yang diberikan oleh JK diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konteks dan maksud dari ceramahnya di UGM serta peran yang ia mainkan dalam kariernya bersama Jokowi.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version