Tips Mengatasi Biduran dengan Obat-obatan di Apotek
Biduran atau urtikaria adalah kondisi kulit yang sering muncul tiba-tiba dan menimbulkan rasa gatal, panas, serta bentol merah yang melebar. Kondisi ini biasanya dipicu oleh alergi makanan, udara dingin, stres, atau reaksi tertentu pada tubuh. Untuk mengurangi gejala yang tidak nyaman, banyak orang memilih menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotek tanpa perlu resep dokter.
Obat-obatan tersebut bekerja dengan cara menekan pelepasan histamin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu rasa gatal dan bentol saat alergi muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang bisa memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap obat. Oleh karena itu, pemilihan obat harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan individu.
Berikut ini beberapa obat biduran yang umum digunakan di apotek:
- CTM Kimia Farma
CTM Kimia Farma adalah obat alergi klasik yang masih banyak digunakan untuk mengatasi biduran, terutama bila rasa gatal terasa cukup hebat. Obat ini bekerja cepat dalam menekan reaksi alergi, namun memiliki efek samping mengantuk yang cukup kuat. Karena efek sedatifnya, CTM lebih disarankan diminum saat malam hari atau ketika tidak melakukan aktivitas berat.
Komposisi/Kandungan:
* Chlorpheniramine maleate
Manfaat:
Mengurangi gatal akibat alergi
Membantu meredakan bentol biduran
Dosis & Cara Pakai:
* 1 tablet 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan.
Efek Samping:
Mengantuk
Mulut kering
* Pusing
Harga:
* Sekitar Rp5.000–Rp10.000 per strip.
- Caladine Lotion
Caladine lotion merupakan produk yang sangat dikenal untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, termasuk biduran. Kandungannya memberikan efek sejuk dan menenangkan, sehingga membantu mengurangi keinginan untuk menggaruk kulit. Caladine sering digunakan sebagai perawatan tambahan bersama obat minum.
Komposisi/Kandungan:
Calamine
Zinc oxide
Manfaat:
Menenangkan kulit gatal
Mengurangi kemerahan
* Memberi sensasi sejuk
Dosis & Cara Pakai:
* Oleskan tipis 2–3 kali sehari pada area yang gatal.
Efek Samping:
* Kulit kering bila digunakan berlebihan
Harga:
* Sekitar Rp10.000–Rp20.000.
- Hydrocortisone Cream Kimia Farma
Hydrocortisone cream Kimia Farma adalah obat oles yang digunakan sebagai terapi pendamping untuk biduran. Salep ini bekerja langsung pada kulit dengan mengurangi peradangan, kemerahan, dan rasa gatal yang mengganggu. Obat ini sebaiknya digunakan dalam waktu singkat dan dioleskan tipis sesuai aturan.
Komposisi/Kandungan:
* Hydrocortisone
Manfaat:
Mengurangi peradangan kulit
Meredakan gatal dan kemerahan
Dosis & Cara Pakai:
* Oleskan tipis 1–2 kali sehari pada area biduran.
Efek Samping:
Iritasi ringan
Penipisan kulit jika digunakan jangka panjang
Harga:
* Sekitar Rp10.000–Rp25.000 per tube.
- Incidal OD
Incidal OD merupakan salah satu obat biduran yang paling sering digunakan dan diresepkan di Indonesia. Obat ini bekerja dengan menghambat histamin, yaitu zat yang memicu munculnya gatal dan bentol pada kulit saat reaksi alergi terjadi. Karena efek kantuknya relatif ringan, Incidal OD cocok digunakan oleh penderita biduran yang tetap ingin beraktivitas.
Komposisi/Kandungan:
* Cetirizine dihydrochloride
Manfaat:
Meredakan gatal akibat biduran
Mengurangi bentol dan kemerahan
* Membantu mengontrol reaksi alergi
Dosis & Cara Pakai:
* 1 tablet sekali sehari, sebaiknya diminum malam hari.
Efek Samping:
Kantuk ringan
Mulut kering
* Pusing ringan
Harga:
* Sekitar Rp20.000–Rp35.000 per strip.
- Loratadine Hexpharm
Loratadine Hexpharm sering menjadi pilihan bagi penderita biduran yang ingin menghindari rasa kantuk. Obat ini bekerja menekan reaksi alergi tanpa banyak mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga relatif aman digunakan pada siang hari. Loratadine cocok untuk biduran ringan hingga sedang yang tidak disertai gatal berat.
Komposisi/Kandungan:
* Loratadine
Manfaat:
Mengurangi gatal dan kemerahan
Meredakan biduran tanpa mengantuk
Dosis & Cara Pakai:
* 1 tablet sekali sehari.
Efek Samping:
Sakit kepala ringan
Mulut kering
Harga:
* Sekitar Rp15.000–Rp30.000 per strip.
Obat biduran di apotek dapat membantu meredakan gatal dan bentol yang mengganggu aktivitas. Meski demikian, penting untuk mengenali dan menghindari pemicu biduran agar keluhan tidak mudah kambuh. Mengetahui 5 obat biduran di apotek tentu sangat penting untuk pertolongan pertama. Namun, jika biduran berlangsung lama, sering muncul kembali, atau disertai pembengkakan hebat dan sesak napas, segera cari pertolongan medis.
