Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim. Dalam praktiknya, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam hal definisi, objek, waktu pelaksanaan, serta cara penghitungan. Berikut penjelasan lengkap mengenai lima perbedaan utama antara zakat fitrah dan zakat mal.
1. Pengertian Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan paling mendasar antara zakat fitrah dan zakat mal terletak pada definisinya. Zakat fitrah adalah kewajiban yang dikeluarkan oleh umat Islam yang merdeka dan mampu sesuai dengan syarat yang ditentukan. Zakat ini dikeluarkan selama bulan Ramadan hingga menjelang salat Idul Fitri.
Sementara itu, zakat mal adalah zakat atas harta yang wajib dikeluarkan jika harta tersebut telah mencapai nishab dan haul. Nishab dan haul menunjukkan batas minimum harta yang harus dizakati serta masa penyimpanan harta tersebut. Tidak ada ketentuan khusus dalam waktu pelaksanaan zakat mal, selama harta sudah memenuhi standar yang ditetapkan.
2. Jenis Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Zakat mal memiliki berbagai jenis berdasarkan jenis harta yang dikeluarkan. Misalnya, zakat bisa dikeluarkan dari uang, hasil pertanian, hewan ternak, atau barang dagangan. Sedangkan zakat fitrah tidak memiliki jenis-jenis tambahan.
Berdasarkan buku Fiqh az-Zakat karya Prof. Dr. Muhammad Yusuf al-Qardhawi, berikut 10 jenis harta yang wajib dizakati sebagai zakat mal:
– An-Nuqud, yaitu mata uang seperti tabungan, deposito, dan surat berharga.
– Kasb al Amal wa al-Minhah al-Hurrah, yaitu gaji, upah, honorarium, dan sejenisnya.
– Adz-Dzahab wa al-Fiddlah, yaitu emas dan perak.
– Ats-Tsarwah al-Hayawaniyah, yaitu hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam.
– Ats-Tsarwah az-Ziro’iyyah, yaitu hasil pertanian seperti padi, jagung, dan tebu.
– Al-Muntajat al-Hayawaniyah wa az-Zira’iyyah, yaitu produk hewan atau tumbuhan seperti susu dan madu.
– Ats-Tsarwah al-Ma’daniyah wa al-Bahriyah, yaitu hasil tambang dan laut seperti ikan dan minyak bumi.
– Ats-Tsarwah at-Tijariyah, yaitu barang dagangan.
– Al-Mustaghallat, yaitu kekayaan dari industri dan perusahaan.
– Al-Asham wa as-Sanadat, yaitu saham dan surat utang.
3. Waktu Pelaksanaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Zakat fitrah memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik, sedangkan zakat mal dapat dilakukan kapan saja selama harta telah mencapai nishab dan haul.
Waktu pelaksanaan zakat fitrah dibagi menjadi beberapa kategori:
– Waktu harus: Mulai awal Ramadan hingga akhir Ramadan.
– Waktu wajib: Setelah matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan.
– Waktu afdol: Setelah salat subuh pada hari terakhir Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri.
– Waktu makruh: Setelah salat Idul Fitri hingga terbenam matahari pada 1 Syawal.
– Waktu haram: Setelah matahari terbenam pada 1 Syawal.
Sementara itu, zakat mal bisa dilakukan setiap bulan jika berkaitan dengan penghasilan. Namun, untuk harta lainnya, zakat hanya wajib dilakukan setelah mencapai haul.
4. Objek Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Objek zakat juga menjadi perbedaan penting antara kedua jenis zakat ini. Zakat fitrah berobjekkan jiwa manusia, sehingga setiap individu wajib membayar zakat sesuai jumlah orang dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga yang belum mampu membayar, maka tanggung jawab akan dialihkan kepada walinya.
Sedangkan objek zakat mal adalah harta yang dimiliki oleh muzakki. Nishab zakat mal ditentukan secara internasional, misalnya 85 gram emas. Untuk zakat pertanian, nishabnya adalah 653 kg.
5. Takaran yang Dikeluarkan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Takaran atau jumlah yang dikeluarkan dalam zakat fitrah dan zakat mal juga berbeda. Zakat fitrah biasanya sebesar 3,5 liter atau 2,5 kg beras. Sebagian ulama membolehkan pembayaran menggunakan uang dengan nilai yang sesuai dengan harga beras tersebut di wilayah tertentu.
Sementara itu, zakat mal memiliki tarif 2,5 persen dari total harta. Untuk zakat pertanian, tarifnya berbeda tergantung sumber air. Jika menggunakan air alami, zakatnya 10 persen. Jika menggunakan air buatan, zakatnya 5 persen.
Itulah lima perbedaan utama antara zakat fitrah dan zakat mal. Pemahaman yang jelas tentang perbedaan ini sangat penting agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan sesuai syariat.
