Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terkahir.
- Dimulai dari Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan di Madiun, merupakan konsultan perkapalan dan ahli las bawah air berlisensi Eropa bergaji ratusan ribu dolar AS.
- Kemudian ada Dokter asal Gowa, Putri Arian Sulhijrah, dilamar Alif dengan uang panai dan aset senilai total sekitar Rp10 miliar.
Infomalangraya.net – Berita populer regional dimulai dari profil Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan di Madiun, merupakan konsultan perkapalan dan ahli las lepas pantai.
Memiliki keahlian pengeboran offshore serta las bawah air berlisensi Eropa dengan gaji ratusan ribu Dolar AS.
Warga mengenal pelaku sebagai sosok baik, tidak pernah terlibat kriminal, dan baru menunaikan ibadah haji.
Kemudian ada Putri Arian Sulhijrah, dokter asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dilamar Alif dengan uang panai Rp2 miliar.
Alif juga memberikan perhiasan, mobil, rumah, hingga tanah seluas satu hektare untuk calon istrinya.
Nilai uang panai, mahar, dan aset diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Profil Bagus, Pria yang Bunuh Istri Siri di Madiun, Punya Keahlian di Pengeboran Minyak Lepas Pantai
Sosok pria bernama Dwi Bagus Martono jadi sorotan akhir-akhir ini.
Pria asal Kota Madiun, Jawa Timur tersebut disorot publik setelah melakukan aksi pembunuhan sadis dengan menghabisi nyawa istri siri dan bocah berusia empat tahun.
Korbannya bernama Dini Hardiyanti (30) dan putranya, AGF (4).
Tak hanya membunuh saja, Bagus juga berusaha menghilangkan jejak aksinya dengan cara membakar jasad korban dan juga mencacahnya menggunakan mesin seharga belasan juta rupiah.
Ternyata, Bagus memiliki pendapatan di atas rata-rata orang indonesia.
Kuasa hukum korban, Ikbal Sermaf menuturkan, setelah pihaknya melakukan profiling, ditemukan bahwa pelaku bekerja di dunia perkapalan serta industri minyak internasional.
“Latar belakang dari pelaku ini memang dia salah satu pekerja yang cukup dikenal di kalangan teman-temannya di bidang perkapalan,”
“Dia sebenarnya bukan ABK biasa, melainkan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan asing di luar negeri,” ujarnya
Pihaknya juga sudah bertemu langsung dengan pelaku dan dari hasil pertemuan tersebut, ia mengatakan bahwa Bagus berprofesi sebagai konsultan di dunia perkapalan.
“Mungkin semacam konsultan untuk perkapalan-perkapalan, seperti itu yang saya dalami dan saya profiling dari hasil pertanyaan saya kepada pelaku,” katanya.
Selain itu, dari informasi yang diperoleh Surya.co.id, Bagus mempunyai keahlian khusus di bidang pengeboran minyak lepas pantau atau offshore serta las di bawah air atau underwater welding.
Baca selengkapnya.
2. Punya Maag Akut, Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan
Baru satu hari menghuni Rutan Polda Sulsel, Eks Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bakal mengajukan penangguhan penahanan.
Upaya penangguhan penahanan terhadap Husniah Talenrang, kata kuasa hukumnya, Mahyuddin bukan tanpa alasan.
Sebab, bekas orang nomor satu di Kabupaten Gowa itu mengidap penyakit maag akut.
“Insyaallah besok (hari ini) kami ajukan (permohonan penangguhan penahanannya),” kata Mahyuddin Jamal saat ditemui di depan Rutan Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar pada Senin (26/10/2026)
“Karena kondisi kesehatan beliau, klien kami itu punya riwayat penyakit maag akut dan itu ada rekam medik dan insyaallah akan kami ajukan besok (hari ini),” tambahnya.
Husniah ditahan di Rutan yang berlokasi di sisi selatan Mapolda Sulsel itu.
Ajukan Praperadilan
Selain upaya penangguhan penahanan, Mahyuddin juga mengaku berencana mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka Husniah.
“InsyaAllah, itu akan terbuka karena salah satu dari upaya hukum itu adalah praperadilan juga,” jelasnya.
Terpisah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Taufik Hardiansyah Zeinardi, menegaskan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, dilakukan secara profesional.
Hal itu disampaikan Taufik saat konferensi pers di Loby Utama Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (26/10/2026)
Taufik Hardiansyah mengatakan, penanganan kasus yang menjerat bekas orang nomor satu Kabupaten Gowa itu, merupakan hasil penyidikan bersama atau joint investigation oleh penyidik Bareskrim Polri, oleh Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel dan juga oleh Satreskrim Polrestabes Gowa.
Baca selengkapnya.
3. Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Selimuti Pulau Sebesi dan Halangi CCTV Pemantauan
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik mencapai permukiman warga di Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sejak Senin (26/10/2026).
Abu berwarna kelabu yang terbawa angin itu menutupi sejumlah kendaraan warga.
Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan di kawasan gunung, setelah abu menutupi panel surya dan mengganggu pengoperasian kamera pengawas (CCTV) yang digunakan untuk pemantauan visual.
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (27/10/2026).
Hingga kini, status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Abu Vulkanik Capai Permukiman Warga
Sekretaris Desa Tejang Pulau Sebesi, Riko Iswanto, mengatakan abu vulkanik mulai mencapai permukiman sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin.
Abu yang terbawa angin dari arah selatan itu terlihat cukup tebal, terutama pada permukaan sepeda motor yang terparkir di sekitar rumah warga.
“Ya, sekitar jam 2 an gitulah, debu itu sudah mulai sampai sini kemarin itu,” kata Riko saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).
Baca selengkapnya.
4. Pengakuan Jukir di Solo Tarik Tarif Parkir ke Ortu yang Jemput Anak Sekolah: Mobil Berhenti 20 Menit
Cerita orang tua murid di Kota Solo, Jawa Tengah yang diminta membayar parkir saat menjemput anaknya, viral di media sosial.
Keluhan itu disampaikan akun Threads @habi****, Minggu (25/10/2026).
Pemilik akun tersebut mengaku kaca mobilnya diketuk dan dimintai uang parkir saat menjemput anaknya di SD Al Islam Jamsaren, Kecamatan Serengan.
Padahal, menurutnya, beberapa hari sebelumnya ia tidak dikenai biaya parkir saat menjemput anaknya.
Ia keberatan karena hanya mengantar dan menjemput anak, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk berhenti.
Menurutnya, hal itu berbeda dengan saat berkunjung ke tempat makan atau objek wisata yang memang menyediakan fasilitas parkir.
Saat diminta membayar, juru parkir tersebut beralasan harus menyetorkan uang kepada Dinas Perhubungan (Dishub) karena lahan itu merupakan milik Dishub.
Ia juga menyebut besaran setoran yang harus dibayarkan cukup tinggi.
Usai keluhan itu viral, Dishub Kota Solo langsung memanggil juru parkir (jukir) tersebut.
Jukir bernama Yani Saputro Arbi membenarkan dirinya menarik tarif parkir terhadap orang tua murid di SD Al Islam Jamsaren.
Menurut Yani, orang tua murid tersebut memarkirkan mobil cukup lama di badan jalan yang menjadi area parkir resmi.
Baca selengkapnya.
5. Sosok Alif, Pria di Sulsel Lamar Dokter dengan Panai dan Aset Total Rp10 M, Punya 200 Kapal
Viral di media sosial, seorang perempuan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dilamar dengan uang panai dan aset yang totalnya mencapai Rp10 miliar.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, pria yang melamar perempuan tersebut membawa uang tunai senilai Rp2 miliar.
Selain itu, ia juga membawa perhiasan hingga logam mulia untuk melamar kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter.
Besarnya uang panai yang dibawa pria tersebut pun menjadi sorotan.
Diketahui, uang panai merupakan tradisi dalam proses pernikahan masyarakat Bugis-Makassar.
Uang panai merupakan sejumlah uang wajib yang diberikan oleh pihak calon pengantin pria kepada keluarga calon pengantin wanita.
Uang ini digunakan oleh keluarga pihak wanita untuk membiayai pesta atau resepsi pernikahan.
Diketahui perempuan yang dilamar dengan uang panai fantastis itu adalah Putri Arian Sulhijrah, gadis asal Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Putri merupakan lulusan pendidikan kedokteran yang saat ini tengah menjalani program koas.
Kabupaten Gowa memiliki sekitar 839.803 penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Jarak Kabupaten Gowa ke Kota Makassar sekitar 50–55 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1–2 jam menggunakan kendaraan.
Baca selengkapnya.
(Infomalangraya.net)
