Isu Open to Work di Akun LinkedIn Prilly Latuconsina
Nama Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan setelah penggunaan fitur “Open to Work” di akun LinkedIn-nya menimbulkan berbagai reaksi dari publik. Fitur tersebut sebelumnya dipasang oleh bintang film Budi Pekerti, yang kemudian mendapat 30.000 koneksi dalam waktu singkat. Namun, hal ini justru memicu kecaman dari warganet yang merasa tindakan Prilly tidak sensitif terhadap situasi ekonomi yang sulit saat ini.
Klarifikasi Terbuka dari Prilly Latuconsina
Menanggapi isu tersebut, Prilly memberikan klarifikasi melalui akun Instagramnya. Berikut adalah enam poin penting dari pernyataannya:
-
Permintaan Maaf Secara Terbuka
Prilly mengawali klarifikasinya dengan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menyadari bahwa situasi ini memunculkan berbagai emosi seperti marah, kecewa, atau tidak nyaman. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin menciptakan situasi seperti ini dan menilai klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam berkomunikasi.
“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman. Untuk itu aku ingin menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi,” ujarnya. -
Mengakui Isu Ini Sensitif bagi Banyak Orang
Prilly menyadari bahwa isu pekerjaan dan peluang karier merupakan topik yang sangat sensitif, terutama bagi orang-orang yang sedang kesulitan mencari pekerjaan. Ia mengakui bahwa posisi dan pengalamannya tidak sama dengan semua orang, sehingga ia bisa memahami mengapa langkahnya terasa menyakitkan bagi sebagian pihak.
“Ibu minta maaf dengan tulus. Kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan. Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif. Apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini,” tambahnya. -
Tegaskan Tak Berniat Tidak Empati
Dalam pernyataannya, Prilly menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif atau tidak empati terhadap situasi yang dihadapi orang lain. Ia menyampaikan bahwa tidak ada maksud untuk meremehkan atau mengabaikan kondisi sosial yang sedang terjadi. -
Alasan Menggunakan Fitur Open to Work
Prilly menjelaskan bahwa penggunaan fitur Open to Work dimaksudkan untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri serta memperluas jaringan profesional. Menurutnya, fitur tersebut digunakan untuk menjajaki bidang dan ruang baru yang sebelumnya belum pernah ia coba, bukan untuk mencari pekerjaan atau mengambil kesempatan siapa pun.
“Terkait penggunaan fitur Open to Work, aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri. Dan memperluas di jaring profesional. Terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” ujarnya. -
Bagian dari Proses Belajar dan Bertumbuh
Lebih lanjut, Prilly menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari proses belajarnya. Ia ingin terus berkembang dan mencoba hal baru sebagai bentuk upaya bertumbuh secara profesional. Ia menekankan bahwa niat tersebut murni untuk pengembangan diri dan eksplorasi kolaborasi. -
Akun LinkedIn Tak Dapat Diakses akibat Lonjakan Aktivitas
Prilly juga mengungkap bahwa akun LinkedIn miliknya sempat tidak dapat diakses. Hal itu terjadi di luar kendalinya akibat lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Hingga saat ini, akun tersebut masih dalam proses pemulihan dan belum bisa dibuka kembali.
Penutup
Sebagai penutup, Prilly menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kerja sama dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia kembali menyampaikan terima kasih atas masukan, perhatian, serta pengertian dari publik.
