Infomalangraya.net, PALMERAH –Sebanyak 707 pebulu tangkis muda dari delapan negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, Taiwan, Polandia dan Amerika Serikat unjuk gigi di turnamen bulu tangkis junior beregu. Mereka akan berjuang meraih podium tertinggi sekaligus memperebutkan total hadiah senilai lebih dari Rp1,4 miliar.

Turnamen bertajuk “MilkLife Superliga Junior 2026” yang dihelat di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini berlangsung, Senin-Minggu (2-8/11/2026). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menjelaskan MilkLife Superliga Junior (MLSJ) 2026 merupakan kompetisi yang mengusung format pertandingan beregu putra dan putri seperti Piala Thomas dan Uber. Tahun ini, ada empat kategori usia yang dipertandingkan: di bawah usia 13 tahun (U-13), U-15, U-17 dan U-19 putra-putri.

Yoppy menyebut penyelenggaraan turnamen ini bertujuan memberikan pengalaman bertanding dengan format beregu bagi pebulu tangkis muda di Indonesia. Dengan jam terbang yang dipupuk sejak dini, para atlet akan terasah baik dari sisi mental dan kemampuan ketika berlaga di panggung yang lebih tinggi.

“Turnamen beregu dari berbagai kelompok usia ini digelar karena ajang kompetisi beregu di tingkat internasional sangat minim di level junior. Padahal, ini merupakan wadah penting untuk menguji ketahanan mental para atlet muda di bawah tekanan. Melalui simulasi tekanan mental saat latihan maupun kompetisi beregu yang ketat, kita dapat mengidentifikasi atlet yang memiliki ketahanan mental stabil dan tidak mudah goyah ketika menghadapi situasi kritis di lapangan,” kata Yoppy melalui keterangan, Selasa (3/11/2026).

Yoppy kemudian mencontohkan dampak positif atlet muda mengikuti Superliga Junior adalah saat timnas bulu tangkis Indonesia merebut medali emas Asian Games 2026, akhir September lalu. Di final nomor beregu putra, Indonesia berhasil comeback atas China dengan skor 3-2. Hasil ini juga mengakhiri puasa medali emas di Asian Games selama 28 tahun.

Menurut Yoppy, di skuat Indonesia Asian Games kemarin, ada nama-nama seperti Moh Zaki Ubaidillah dan Leo Rolly/Daniel Marthin yang terlebih dahulu merasakan atmosfer pertandingan beregu melalui Superliga Junior.

“Artinya pengalaman bertanding beregu di usia muda berkontribusi positif ketika berjuang membela Indonesia di ajang yang lebih tinggi. Kami berharap, langkah mereka juga dapat diikuti oleh para juniornya saat ini,” ucap Yoppy.

Direktur Superliga, Achmad Budiharto menambahkan ajang ini diselenggarakan lebih kompetitif dengan melibatkan klub-klub mancanegara di tiga kategori pertandingan yakni U-15, U-17 dan U-19 baik putra dan putri. Tahun lalu, perwakilan negara lain hanya bertanding di kategori U-17 dan U-19.

Tujuannya agar pemain muda Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet mancanegara di usia yang lebih dini. Selain itu, turnamen ini mengadopsi sistem perhitungan poin terbaru dari BWF yakni 3×15 rally point system.

“Meski BWF baru akan menerapkannya pada Januari 2027, tetapi kami sudah mulai menguji coba sistem ini. Kami ingin membantu para pemain muda beradaptasi lebih cepat terhadap sistem durasi permainan yang lebih pendek,” kata Budiharto.

Para peserta MLSJ 2026 akan bertarung guna memperebutkan berbagai piala bergengsi. Di kategori U-13, Piala Tontowi Ahmad akan menjadi milik kampiun sektor putra sementara Piala Liliyana Natsir bagi sektor putri. 

Selanjutnya, di nomor U-15 Putra, 12 klub yang terdiri dari PB Djarum, Jaya Raya, Mutiara Cardinal, Talenta Manado, Champion Klaten, Victory Bandung, Suryanaga, Champion Kudus, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Singapore Badminton Academy dan Henan Province China akan bersaing untuk membawa pulang Piala Sigit Budiarto.

Adapun di U-15 Putri, 12 klub yang berpartisipasi yaitu PB Djarum, Taqi Arena, Mutiara Cardinal, Champion Klaten, Talenta Manado, Champion Kudus, Exist, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Singapore Badminton Academy, dan Henan Province China akan berjuang demi meraih Piala Maria Kristin Yulianti.

Berikutnya, di sektor U-17 Putra, Piala Haryanto Arbi akan menjadi simbol bagi sang juara yang akan diperebutkan oleh PB Djarum, Pelatprov Jatim, Jaya Raya, Gideon Badminton Academy, Mutiara Cardinal, Champion Klaten, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Singapore Badminton Academy, Exist, Henan Province China, dan Global Badminton Academy (Amerika Serikat).

Sedangkan Piala Yuni Kartika menjadi persembahan bagi juara U-17 Putri yang dibidik oleh PB Djarum A, PB Djarum B, Pelatprov Jatim, Gideon Badminton Academy, Mutiara Cardinal, Exist, C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Singapore Badminton Academy, Global Badminton Academy (Amerika Serikat), dan Polish Team (Polandia).

Adapun di nomor U-19 Putra, Piala Liem Swie King sudah menanti untuk diangkat oleh sang juara dan Piala Susy Susanti untuk juara U-19 Putri. Di dua kategori ini, tujuh tim dengan komposisi empat klub Indonesia yaitu PB Djarum, Pelatprov Jatim, Jaya Raya, dan Power Rajawali, dan tiga tim asing, yakni C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Philippine, dan Hennan Province China akan bertarung habis-habisan menapaki tangga juara.

Head of Business Unit-Dairy dari Savoria, selaku produsen MilkLife, Didiet Fadriana Abdulkadir, memberikan apresiasi kepada para pebulu tangkis muda yang akan berjuang di tengah arena. Ia berpesan, pengalaman yang dipetik ketika mengikuti turnamen dapat menjadi pijakan untuk berprestasi lebih tinggi lagi di masa mendatang.

“Selamat bertanding kepada para peserta. Jadikan ajang ini bukan hanya turnamen meraih gelar juara, tetapi juga sebagai wahana mengasah mental dan meningkatkan kemampuan bertanding sehingga kelak dapat memberikan prestasi yang lebih cemerlang di panggung dunia,” tutur Didiet.

Kompetitif

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, menyoroti peta persaingan yang tersaji di MLSJ 2026. Menurutnya absennya salah satu kekuatan tradisional yakni Thailand serta kehadiran debutan internasional, China membuat peta persaingan tahun ini menjadi sangat dinamis. Untuk itu, target PB Djarum akan fokus pada esensi utama pembinaan usia muda di pertandingan sistem beregu. Pengalaman bertanding di level kompetitif tinggi diharapkan menjadi modal penting untuk regenerasi atlet nasional.

“Absennya tim-tim kuat asal Thailand seperti Banthongyord Badminton School membuat dinamika kompetisi sedikit bergeser, meski kami tetap mewaspadai keikutsertaan negara kuat lainnya seperti China dan China Taipei (Taiwan). Target utama kami bukan sekedar memburu gelar, melainkan memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding beregu sedini mungkin kepada para atlet. Pengalaman penting ini dipersiapkan agar mereka siap mental ketika kelak mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Fung Permadi.

Tahun lalu, PB Djarum berhasil mengamankan dua gelar juara yakni U-15 putra dan U-19 putra. Dominasi di sektor putra ini akan berusaha dipertahankan. Radithya Bayu Wardhana yang baru saja menyandang titel juara di ajang BWF World Junior Championship 2026, kini diandalkan di sektor U-19 Putra.

“Sejauh ini, menurut saya rival terberat adalah PB Jaya Raya untuk tim Indonesia. Kalau tim negara luar, kami belum tahu permainannya seperti apa. Tapi, apapun itu, saya berharap dapat memberikan penampilan yang maksimal dan bisa menyumbang poin untuk tim dan memberikan gelar juara bagi PB Djarum,” tutur Radithya.

Sementara itu di sektor putri, atlet PB Djarum U-19 Putri, Atresia Naufa Candani, optimistis ia dan timnya dapat meraih hasil optimal. Menurutnya, keberanian dan kekuatan mental saat menghadapi tekanan di lapangan menjadi faktor penting yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan.

“Lawan terberat di turnamen ini mungkin berasal dari klub luar negeri. Namun chemistry di tim kami juga sudah terbentuk karena sebelumnya kami cukup sering mengikuti turnamen beregu dengan pemain-pemain yang sebagian besar sama. Dari segi teknik kami tidak kalah dari pemain-pemain luar negeri. Pada akhirnya, pemain yang memiliki mental lebih berani akan mampu mengatasi tekanan dan situasi pertandingan di lapangan,” ujar Atresia.

Baca Infomalangraya.netberita lainnya di sini

Dapatkan informasi lain dari Infomalangraya.netlewat WhatsApp di sini

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version