Puncak Perayaan HAB ke-80 Kemenag Tuban
Perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), berlangsung dengan semarak. Acara yang digelar pada Sabtu (3/1/2026) tidak hanya menjadi momen upacara bendera, tetapi juga menjadi ajang penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan satuan kerja di bawah naungan Kemenag Tuban yang berhasil meraih prestasi.
Dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Kemenag Tuban menegaskan komitmennya untuk menjadikan kerukunan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa. Dalam acara tersebut, sebanyak 181 piagam dan piala penghargaan diserahkan kepada para penerima.
Panen Prestasi: 181 Piagam dan Piala Diserahkan
Selama upacara yang berlangsung khidmat, Kantor Kemenag Tuban memberikan total 181 penghargaan. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan inovasi dari para pejuang pendidikan dan pelayanan keagamaan di Bumi Wali.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk apresiasi dan motivasi agar seluruh ASN Kemenag Tuban terus meningkatkan kinerja, inovasi serta pengabdian terbaiknya kepada masyarakat.
Umi merinci, sebanyak 140 piagam diberikan kepada pemenang berbagai lomba, mulai dari Guru Teladan, Penyuluh Award hingga lomba unik seperti Lomba Pantun Zona Integritas dan Cerdas Cermat tingkat MI dan MTs. Penghargaan ini menunjukkan komitmen Kemenag Tuban dalam mendukung kreativitas dan inovasi di kalangan ASN.
Penghormatan Negara Lewat Satyalancana Karya Satya
Selain prestasi lomba, momen HAB ke-80 juga menjadi hari bersejarah bagi 41 ASN yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas loyalitas tanpa putus selama puluhan tahun mengabdi di Kemenag.
Rincian penerima meliputi 22 ASN untuk pengabdian 10 tahun, 16 ASN untuk 20 tahun, dan 3 ASN senior dengan masa pengabdian 30 tahun. Umi menyampaikan bahwa Satyalancana ini adalah penghormatan negara atas loyalitas panjang. Semoga menjadi teladan bagi rekan-rekan lainnya.
80 Tahun Menjaga Nalar Agama dan Kebangsaan
Dalam pidatonya, Umi Kulsum mengingatkan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah berdiri teguh sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. ASN Kemenag dituntut tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga harus responsif terhadap persoalan umat.
“ASN Kementerian Agama harus bertransformasi menjadi pribadi yang adaptif, inovatif dan berintegritas. Kita adalah solusi atas persoalan bangsa, terutama dalam penguatan kerukunan umat beragama,” pungkas Umi.
Rangkaian Acara HAB ke-80 di Tuban
Sebagai informasi, rangkaian HAB ke-80 di Tuban juga dimeriahkan dengan aksi sosial dan keagamaan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain Tasyakuran 1.000 Khatam Alquran, Resik-Resik Rumah Ibadah, hingga Kemah Moderasi Beragama yang melibatkan lintas iman.





