Wanita M Ditemukan Linglung di Kawasan Kuliner Kendari
Seorang wanita berinisial M ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan di kawasan kuliner Kendari. Kejadian ini terjadi pada Senin (16/2/2026) malam di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Awalnya, M mengaku telah menggunakan narkoba jenis sabu, namun kemudian keluarga menyebutkan bahwa ia sedang mengalami depresi berat.
Peristiwa tersebut dimulai saat M mendatangi penjual sari laut dan meminta agar petugas kepolisian segera dihubungi. Ia mengaku baru saja mengonsumsi narkotika. Laporan warga segera ditangani oleh Tim Perintis Presisi Polda Sultra. Ketika tiba di lokasi, petugas menemukan M dalam kondisi yang tidak stabil.
Bripka Boy Sagita dari Dantim Perintis Presisi Polda Sultra menjelaskan bahwa M sulit diajak berkomunikasi secara normal. “Bicaranya ngawur, tidak jelas, dan tampak linglung,” ujar Bripka Boy. Untuk membantu M tenang, petugas mencoba mendekatinya melalui personel polisi wanita.
Meski dalam kondisi tidak stabil, M terus menyatakan bahwa dirinya baru saja menggunakan sabu. Namun, karena ia tidak mampu menunjukkan alamat rumahnya dan kondisinya yang mengkhawatirkan, polisi memutuskan untuk membawanya ke Mako Polresta Kendari demi keamanannya.
Masalah Kesehatan Mental
Pihak keluarga akhirnya menghubungi polisi setelah M diamankan. Berdasarkan keterangan keluarga, M diketahui sedang mengalami tekanan mental berat. “Setelah kami amankan, pihak keluarga menghubungi kami. Ternyata benar, yang bersangkutan sedang mengalami depresi berat karena suatu masalah, sehingga kondisinya linglung,” jelas Bripka Boy.
Saat ini, M berada dalam penanganan polisi. Polresta Kendari masih mendalami apakah tindakan tersebut murni karena pengaruh zat terlarang atau didorong oleh gangguan mental yang dialami pelaku. Markas polisi ini berada di Jalan DI Panjaitan No. 1, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Bahaya Narkoba
Menurut informasi dari Badan Narkoba Nasional (BNN), peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tidak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.
Beberapa bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan antara lain:
-
Dehidrasi
Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak. -
Halusinasi
Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus. -
Menurunnya Tingkat Kesadaran
Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar. -
Kematian
Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya. -
Gangguan Kualitas Hidup
Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruui kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum. Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh.
Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.





