Kekalahan AC Milan di Tangan Parma dan Cedera Serius Ruben Loftus-Cheek
Pertandingan Serie A antara AC Milan dan Parma di Stadion San Siro berakhir dengan kekalahan yang sangat menyakitkan bagi tim tuan rumah. Selain kehilangan poin, AC Milan juga harus kehilangan salah satu pemain andalannya, Ruben Loftus-Cheek, akibat cedera serius yang terjadi pada awal laga.
Insiden Mengerikan di Area Penalti
Kejadian mengerikan terjadi sekitar tujuh menit pertandingan berlangsung. Loftus-Cheek, gelandang asal Inggris, mengalami benturan ganda di area penalti Parma. Pertama, ia bertabrakan dengan kiper Edoardo Corvi yang keluar untuk mengamankan bola, kemudian langsung terbentur oleh bek Lautaro Valenti. Akibatnya, Loftus-Cheek langsung terjatuh dan membutuhkan penanganan medis segera di lapangan.
Suasana stadion sempat hening saat pemain 30 tahun itu ditandu keluar lapangan dengan leher yang dipasangi penyangga. Suporter Rossoneri memberikan dukungan melalui tepuk tangan, menunjukkan rasa simpati terhadap cedera yang dialami Loftus-Cheek.
Luka Serius dan Pergantian Pemain
Menurut laporan, darah tampak mengalir dari hidung dan tulang pipi Loftus-Cheek. Ia kemudian digantikan oleh Jashari, yang memaksa pelatih AC Milan melakukan perubahan taktik lebih cepat dari rencana awal. Meski begitu, AC Milan tampil dalam komposisi terbaik mereka, termasuk kembalinya Christian Pulisic ke starting XI.
Tujuan utama Milan adalah memangkas jarak menjadi tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter Milan. Namun, upaya tersebut gagal. Parma justru mencuri kemenangan melalui sundulan Mariano Troilo pada menit ke-80, setelah sepak pojok yang dimanfaatkan dengan baik.
Gol yang Dianulir dan Diperbaiki oleh VAR
Awalnya, gol Parma dianggap tidak sah karena dugaan pelanggaran. Namun, setelah tinjauan VAR dilakukan, keputusan diubah dan gol Troilo disahkan. Hal ini menjadi momen penting dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Parma.
Kondisi Medis Loftus-Cheek
Setelah pertandingan, klub mengonfirmasi bahwa Loftus-Cheek masih sadar dan tidak mengalami gegar otak atau kehilangan kesadaran. Namun, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya patah pada beberapa gigi bagian atas serta fraktur tulang alveolar rahang atas. Ia juga mengalami dua luka sayatan, termasuk satu di bagian dahi.
Loftus-Cheek dijadwalkan menjalani operasi pada Senin (23/2) pagi waktu setempat. Klub menyampaikan bahwa ia akan segera menjalani proses perawatan medis yang diperlukan.
Dukungan dari Kiper Parma
Kiper Parma, Edoardo Corvi, memberikan dukungan moral kepada Loftus-Cheek melalui unggahan Instagram Story. Dalam pesannya, Corvi menulis: “Semoga cepat sembuh,” disertai emoji tangan berdoa sebagai bentuk simpati.
Rekor AC Milan Terhenti
Sebelum kekalahan ini, AC Milan mencatatkan rekor impresif dengan 24 pertandingan tanpa kekalahan di Serie A. Namun, kekalahan dari Parma di San Siro resmi menghentikan rekor tersebut. Ini menjadi kekalahan kedua Milan setelah sekian lama tidak pernah kalah.
AC Milan terakhir kali kalah di Serie A musim ini saat melawan Cremonese pada 24 Agustus 2025. Kekalahan ini menambah kekecewaan tuan rumah setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Como di kandang sendiri.
Hasil Positif bagi Parma
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Parma. Hasil ini membawa mereka naik ke peringkat ke-12 klasemen dengan total 32 poin.





