Persebaya Surabaya Kembali Kalah dari Persijap Jepara, Performa Pemain Jadi Sorotan
Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan dalam laga melawan Persijap Jepara di pekan ke-22 Super League 2025/2026. Skor akhir 3-1 menjadi bukti bahwa Green Force gagal mempertahankan momentum yang sempat tercipta sepanjang pertandingan. Hasil ini memicu sorotan tajam terhadap performa para pemain, terutama di lini belakang dan kiper.
Babak Pertama yang Penuh Tensi
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi. Di babak pertama, Persebaya Surabaya sempat mengancam gawang Persijap melalui serangan-serangan cepat. Namun, peluang-peluang yang didapat belum cukup efektif untuk menciptakan gol. Di babak kedua, situasi berubah. Persijap langsung mengambil inisiatif serangan setelah dua menit pertandingan dimulai.
Borja Herrera melepaskan tendangan keras yang nyaris membobol gawang Ernando Ari. Sayangnya, bola masih melebar dari tiang jauh. Meski begitu, permainan Persebaya Surabaya terlihat lebih agresif meski masih kesulitan dalam menciptakan peluang berbahaya.
Kegagalan dalam Membuat Penalti
Di menit ke-52, wasit Yoko Suprianto awalnya menunjuk titik putih setelah sundulan Gustavo Fernandes dianggap mengenai tangan Diogo Brito. Namun, setelah meninjau VAR, keputusan dianulir. Keputusan ini membuat Persebaya Surabaya kehilangan peluang emas untuk memperbaiki skor.
Kekalahan Beruntun dan Kartu Merah
Kondisi semakin sulit bagi Persebaya Surabaya pada menit ke-71 saat Alexis Nahuel Gómez berhasil melepaskan sepakan keras yang tidak bisa diantisipasi oleh Ernando Ari. Gol ini membuat Persijap unggul 2-0. Persebaya Surabaya langsung merespons dengan memasukkan Riyan Ardiansyah menggantikan Alfan Suaib.
Namun, tekanan semakin besar ketika Rachmat Irianto menerima kartu merah langsung di menit ke-86. Dengan jumlah pemain yang berkurang, Green Force kesulitan mengatur alur permainan. Di tengah tekanan, Persebaya Surabaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Bruno Moreira di menit 90+4.
Gol Ketiga Persijap Memastikan Kekalahan
Sayangnya, harapan itu pupus di menit 90+11 saat Iker Guarrotxena mencetak gol ketiga Persijap. Gol ini memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor akhir 3-1. Kekalahan ini memperparah posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara Super League dengan 35 poin.
Evaluasi Performa Pemain
Rating pemain Persebaya Surabaya usai laga menunjukkan kontras yang tajam. Beberapa pemain mendapatkan penilaian rendah, sementara beberapa lainnya tampil cukup stabil.
- Ernando Ari (5,8): Gagal mengantisipasi sepakan di tiang dekat dan kurang sigap dalam situasi krusial.
- Jefferson Silva (6,6): Performanya naik turun, namun masih cukup disiplin dalam duel.
- Leo Lelis (6,3): Dinilai kurang solid dalam mengawal pergerakan lawan, terutama pada momen gol Alexis Nahuel Gómez.
- Gustavo Fernandes (7,4): Tampil stabil dan aktif dalam membantu serangan.
- Arief Catur Pamungkas (6,7): Kontribusi konsisten meski belum signifikan.
- Milos Raickovic (6,9): Mengatur tempo dengan tenang.
- Toni Firmansyah (6,7): Menunjukkan kerja kolektif rapi, meski kurang menggigit.
- Bruno Moreira (8,9): Bintang lapangan dengan gol penalti dan aktivitas serangan yang tinggi.
- Francisco Rivera (8,0): Tampil kreatif di lini tengah.
- Gali Freitas (6,9): Berperan dalam terciptanya penalti.
- Alfan Suaib (7,7): Menunjukkan determinasi tinggi.
- Koko Ari (6,4): Tampil disiplin.
- Riyan Ardiansyah (7,4): Memberikan energi baru.
- Rachmat Irianto (5,6): Harus puas dengan kartu merah.
- Pedro Matos (7,1): Masuk sebagai tambahan tenaga.
- Dimas Wicaksono (tidak dinilai): Waktu bermain terlalu sedikit.
Kesimpulan
Performa Persebaya Surabaya dalam laga melawan Persijap Jepara menunjukkan ketidakstabilan. Saat Bruno Moreira bersinar, lini belakang justru goyah dan membuat perjuangan Green Force berakhir pahit di Jepara. Kekalahan ini menjadi tantangan besar bagi tim untuk memperbaiki diri dalam pertandingan selanjutnya.





