Sejarah dan Keunikan Katedral Lausanne
Katedral Lausanne, yang dikenal juga sebagai Cathédrale Notre-Dame de Lausanne, merupakan sebuah gereja Protestan Kontinental Reformed yang terletak di Kota Lausanne, Kanton Vaud, Swiss. Saat ini, gereja tersebut dimiliki oleh Gereja Reformasi Protestan Kanton Vaud. Berdasarkan catatan sejarah, konstruksi katedral ini dimulai pada tahun 1170. Dari segi arsitektur, Katedral Lausanne adalah bangunan gereja dari era Gotik awal dan merupakan bangunan gereja bergaya Gotik terbesar di Swiss.
Nama katedral ini dalam bahasa Prancis menggunakan kata “Notre-Dame”, yang identik dengan nama Katedral atau gereja Katolik Roma yang merujuk pada gereja yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus. Menurut catatan sejarah, awalnya Katedral Lausanne adalah sebuah gereja Katolik Roma tempat kedudukan Uskup wilayah Lausanne hingga gerakan Reformasi Protestan mencapai kota Lausanne pada tahun 1536, dan setelahnya katedral tersebut diubah menjadi gereja Protestan.
Berikut lima fakta menarik tentang Katedral Lausanne:
1. Gereja Bergaya Arsitektur Gotik Terbesar di Swiss
Katedral Lausanne adalah gereja yang dibangun dengan gaya arsitektur Gotik. Menurut Britannica, arsitektur Gotik adalah gaya arsitektur yang berasal dari Eropa yang berlangsung dari pertengahan abad ke-12 hingga abad ke-16. Gaya ini memungkinkan dibangunnya bangunan megah tinggi menjulang dengan pembagian beban yang efisien, kaya detail ornamen dekorasi serta pencahayaan alami. Fitur-fitur arsitektur Gotik meliputi: kubah bertulang (vault) yang mendukung atapnya, penyangga melayang (flying buttress) untuk membagi beban konstruksi, dan menara runcing yang tinggi menjulang.
Menurut laman Lausanne-Tourisme, Katedral Lausanne mulai dibangun pada tahun 1170 sebagai gereja Katolik Roma. Tiga orang arsitek terlibat dalam pembangunannya, dan ketika selesai, Katedral Lausanne menjadi salah satu mahakarya arsitektur Gotik Eropa. Katedral Lausanne diresmikan dan dipersembahkan kepada Bunda Maria pada tahun 1275 oleh Paus Gregorius X. Peresmian katedral tersebut dihadiri oleh Kaisar Rudolf dari Habsburg. Setelah menjadi gereja Protestan pada tahun 1536, bangunan katedral ini mengalami beberapa transformasi dan restorasi besar-besaran pada abad ke-19 di bawah arahan arsitek terkenal Prancis, Viollet le Duc. Beberapa harta karun lainnya dari katedral tersebut saat ini berada di Museum Sejarah di Kota Bern.
2. Memiliki Eksterior dan Interior yang Mengagumkan
Katedral Lausanne memiliki eksterior dan interior yang mengagumkan yang menggambarkan keahlian dan intuisi arsitektur, tata letak, dan teknik sipil perancangnya. Meskipun terletak di atas bukit, Katedral Lausanne ini dikelilingi oleh bangunan lain sehingga sulit dilihat secara keseluruhan, namun dari arah barat dan selatan para wisatawan dapat melihat keagungan dan kemegahan katedral ini dari kejauhan.
Interior Katedral Lausanne memukau dengan bagian lorong utamanya (nave) yang panjang dan perpaduan penampilan pilar serta kubah megahnya dalam ciri khas gaya Gotik yang sangat harmonis meskipun dibangun oleh tiga orang arsitek yang berbeda. Karena ini adalah gereja Protestan, sebagian besar bagian tengah gereja tetap polos tanpa ornamen dekorasi seperti pahatan patung kecuali detail arsitektur Gotik dan mimbar dari abad ke-16. Bagian paduan suara (choir) dengan lorong melingkar merupakan bagian tertua gereja yang mengagumkan dengan detail arsitektur Gotiknya tetapi hanya sedikit hiasan seni lainnya.

3. Masih Terdapat Karya Pahatan dari Abad ke-13 yang Dipertahankan
Meski Katedral Lausanne telah menjadi gereja Protestan, terdapat karya pahatan detail khas arsitektur Gotik dan khas Katolik Roma dari abad ke-13 yang masih dipertahankan di gereja tersebut. Salah satu daya tarik Katedral Lausanne adalah portal (gerbang) yang dipenuhi seni patung pahatan dari abad ke-13. Awalnya portal ini adalah pintu masuk utama gereja, namun saat ini, portal abad ke-13 tersebut telah ditutup untuk melindungi karya seninya dan untuk memperkuat struktur bangunan. Akses ke portal saat ini hanya dimungkinkan dari dalam gereja.
Selain figur Yesus Kristus di portal tersebut, patung pahatan lain yang terbuat dari batu pasir (sand stone) dimulai dari patung Malaikat Agung St. Gabriel yang membagi pintu menjadi dua. Kemudian terdapat figur-figur dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Figur dari Perjanjian Lama antara lain: Nabi Yesaya, Raja Daud, Nabi Yeremia, dan Nabi Musa. Dari Perjanjian Baru antara lain: St. Petrus, St. Paulus, St. Yohanes pembaptis, para penulis Injil: St. Matius, St. Markus, St. Lukas, dan St. Yohanes. Kemudian terdapat kisah kehidupan Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus.

4. Terdapat Penjaga Malam di Menara Lonceng Gerejanya Sejak Tahun 1405
Salah satu fakta menarik dari Katedral Lausanne adalah adanya penjaga malam katedral yang berjaga di ketinggian menara loncengnya. Pos penjaga malam di menara lonceng katedral tersebut telah ada sejak tahun 1405 dan masih terus dipertahankan selama 621 tahun hingga hari ini setiap malam tanpa terputus. Penjaga di pos menara lonceng katedral tersebut selalu mengumumkan waktu dengan meneriakkan jam ke semua penjuru mata angin dari pukul 10 malam hingga 2 pagi.
Tujuan awal pos pengawasan ini didirikan di masa lalu adalah untuk pengawasan dan memberikan peringatan jika terjadi kebakaran, namun seiring perjalanan waktu, pos pengawasan tersebut saat ini hanya berfungsi sebagai tradisi yang tak ingin dihilangkan oleh komunitas masyarakat di sana. Saat ini, setelah 6 abad berlalu, terdapat pengawas wanita yang menjalankan tugas tradisi tersebut, sebelumnya tugas ini hanya dijalankan oleh para pria.

5. Memiliki Instrumen Organ Modern
Katedral Lausanne memiliki instrumen musik pipe organ modern dengan teknologi abad ke-21. Organ bernama Grand Organ opus 120 untuk katedral ini dibuat oleh Perusahaan Amerika, C. B. Fisk, Inc. (Gloucester, Massachusetts), pembuatannya membutuhkan waktu 10 tahun, dengan sekitar 150.000 jam kerja. Pipe organ dengan teknologi modern ini terdiri dari 7.396 pipa. Organ tersebut dapat dimainkan dari 2 konsol, satu konsol mekanis di galeri organ dan satu konsol portabel di bagian lorong tengah (nave) gereja. Organ tersebut merupakan organ pertama di dunia yang memiliki rumah organ yang dirancang oleh sebuah firma desain profesional Italdesign Giugiaro, yang menggambarkan 4 gaya: French classical and symphonic, German baroque and romantic. Harga instrumen organnya lebih dari 6 juta Franc Swis. Organ tersebut diresmikan pada tahun 2003 silam.



