Drama “Made in Korea” dan Isu Politik Era 1970-an
Drama “Made in Korea” mengangkat isu politik yang terjadi di Korea pada masa transisi besar tahun 1970-an. Pada masa itu, gejolak politik menjadi lahan bagi seseorang untuk memenuhi obsesi akan harta dan kekuasaan. Dalam drama ini, Baek Ki Tae (diperankan oleh Hyun Bin) memanfaatkan situasi tersebut untuk mencapai tujuannya.
Beberapa tokoh berkuasa dalam drama ini digambarkan memiliki dua wajah. Di depan publik, mereka tampak terhormat, namun di balik layar, mereka terlibat dalam berbagai transaksi gelap. Berikut adalah gambaran realitas isu politik tahun 1970-an yang disorot dalam drama “Made in Korea”.
Keterlibatan Pegawai Pemerintah dalam Kasus Kriminal
Baek Ki Tae, yang berstatus sebagai Kepala Departemen Intelijen KCIA, diam-diam bekerja sama dengan atasannya, Direktur Jenderal Hwang Gukpyeong (diperankan oleh Park Yong Woo), untuk menjalankan pengedaran narkoba. Bisnis ilegal ini sebenarnya dipimpin oleh geng Manjae yang saat itu menguasai ekonomi Busan.
Meski tidak terlibat langsung dalam pengedaran, Baek Ki Tae dan Hwang Gukpyeong menjadi pendukung utama geng Manjae. Hal ini membuat bisnis gelap mereka tidak tersentuh oleh hukum. Akibatnya, kegiatan jual beli barang haram di era 1970-an merajalela hingga ke tingkat internasional.
Timpang Tindih Kekuasaan dalam Menjalankan Roda Pemerintahan

Ketidakstabilan sosial dan politik di tahun 1970-an berdampak besar terhadap timpang tindih kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan. Pada saat itu, KCIA (Korean Central Intelligence Agency) memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mengendalikan politik.
Sementara pihak berwajib seperti jaksa dan kepolisian tidak diberikan ruang untuk mengungkap berbagai kasus kriminal dan kejahatan yang melibatkan KCIA. Oleh karena itu, KCIA berada di piramida paling atas, dengan pengaruh yang disandingkan dengan presiden dan jajarannya.
Ketidaksetaraan dalam Membangun Keadilan

Keadilan akan tercipta jika seseorang memiliki jabatan, koneksi, dan harta untuk membungkam hukum di tahun 1970-an. Ketidaksetaraan dalam membangun keadilan tersebut membuat Baek Ki Tae bebas melakukan peran ganda sebagai pegawai negeri dan pengedar.
Namun, semuanya berubah saat pasutri dari masyarakat biasa yang menjual narkoba dinyatakan tewas setelah dibunuh oleh tentara asing. Berkat kejadian tersebut, Jaksa Jang Gun Young (diperankan oleh Jung Woo Sung) yang dikenal ambisius mulai menyelediki berbagai kejanggalan untuk menjebloskan pelaku sebenarnya ke penjara.
Minim Peraturan dan Hukuman bagi Pelaku Kejahatan

Tumpang tindih sistem pemerintahan, suara kecil dibungkam, hingga minimnya peraturan dan hukuman bagi pelaku kejahatan mewarnai alur cerita “Made in Korea”. Salah satu kasus yang disorot adalah saat pembajakan pesawat oleh kelompok revolusioner dari Korea Utara mengguncang dunia penerbangan.
Setelah kejadian menegangkan tersebut, barulah pihak pemerintahan merombak seluruh sistem pemerintahan agar melalui serangkaian pemeriksaan dengan ketat. Selain itu, Undang-Undang yang mengatur tentang hukum bagi pelaku kejahatan masih minim dibuat. Alhasil, pelaku kejahatan seperti pengedar narkoba yang dilakukan geng Manjae dan Baek Ki Tae masih bebas berkeliaran.
Meskipun hanya cerita fiksi, drama “Made in Korea” menjadi pengingat bahwa suara rakyat harus selalu didengar dan penegakan hukum harus berdiri tegak tanpa pandang jabatan. Apakah kamu termasuk penggemar drama “Made in Korea”?





