Pengenalan Jembatan Bubak sebagai Ikon Wisata Baru
Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, kini menjadi salah satu ikon wisata baru yang memadukan estetika modern dengan keindahan alam pedesaan. Pembukaan jembatan ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra), pada Kamis (19/2/2026) malam.
Jembatan sepanjang 60 meter ini memiliki konsep pencahayaan LED yang menarik perhatian. Teknologi lampu warna-warni ini memberikan kesan modern dan memperkuat daya tarik jembatan sebagai tempat wisata. Pemandangan Pegunungan Anjasmaro menjadi latar belakang yang sempurna, membuat jembatan semakin menonjol.
Teknologi LED dan Daya Tarik Wisata
Jembatan Bubak dilengkapi dengan teknologi LED yang menciptakan suasana yang menarik, terutama saat malam hari. Lampu-lampu ini tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga meningkatkan estetika dan menjadikannya sebagai spot foto yang populer. Masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah sering datang untuk menikmati keindahan jembatan ini.
Selain itu, jembatan ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama bagi para pemuda dan pemudi yang menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit). Tempat ini juga menjadi titik kumpul berbagai kegiatan ekonomi dan sosial.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembangunan Jembatan Bubak tidak hanya memberikan manfaat dalam hal konektivitas, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Banyak UMKM lokal dan warga setempat memanfaatkan jembatan sebagai tempat usaha dan rekreasi. Sebelum resmi dibuka, jembatan ini sudah viral di media sosial, sehingga menarik banyak pengunjung dari luar kota.
Khofifah mengapresiasi upaya masyarakat dalam memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat usaha dan rekreasi. Ia menyebut bahwa pembangunan infrastruktur ini menjadi harapan baru bagi masyarakat, karena sebelumnya mereka pesimis akan adanya pembangunan kembali jembatan tersebut.
Detail Anggaran dan Konstruksi
Jembatan Bubak dibangun menggunakan anggaran APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp13,6 miliar. Proses pembangunan dimulai setelah usulan Bupati Mojokerto Gus Barra disetujui oleh Pemprov Jatim. Jembatan ini dibangun dengan struktur baja, memiliki bentang 60 meter dan lebar 7 meter, serta dilengkapi trotoar sisi kanan dan kiri masing-masing setengah meter.
Konstruksi jembatan dilengkapi dengan pagar pembatas sebagai pengaman. Proses pengerjaan jembatan telah selesai 100 persen, dan kini menjadi bagian penting dari infrastruktur wilayah Gondang.
Harapan Baru untuk Mobilitas Masyarakat
Khofifah menekankan bahwa jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat, karena sebelumnya mereka merasa sulit untuk membangun kembali jembatan tersebut. Kini, jembatan telah selesai dibangun dan dapat memperlancar konektivitas, ekonomi, akses menuju sekolah, areal persawahan, Fasyankes Puskesmas Gondang, serta mendukung mobilitas sosial dan budaya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan jembatan. Pengunjung diimbau untuk berhati-hati beraktivitas di sisi ujung jembatan, sambil menunggu pemagaran sebagai pengaman.
Perjuangan Masyarakat dalam Pembangunan
Bupati Gus Barra menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bubak murni dari keinginan masyarakat setempat. Masyarakat pernah mengeluhkan akses jalan yang terputus akibat bencana dan sempat putus asa karena kemungkinan kecil dibangun kembali. Jembatan Bubak dahulunya hanya bisa dilewati sepeda motor dan dibangun dari swadaya masyarakat.
Saat berkampanye pada Pilbup 2024 silam, Gus Barra menerima aspirasi dari masyarakat yang ingin jembatan Gondang dibangun kembali. Ia segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, untuk mengusulkan perbaikan jembatan permanen yang dicover anggaran APBD Pemprov Jatim.
Penutup
Kini, Jembatan Bubak telah menjadi ikon wisata baru di Kecamatan Gondang, dengan pencahayaan lampu ceria yang menambah kesan menawan. Pembangunan dari Pemprov Jatim sangat berarti, terlebih di tengah kondisi anggaran daerah yang terdampak pengurangan transfer ke daerah (TKD).
Jembatan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Setiap hari, jembatan ini selalu ramai dengan masyarakat yang foto-foto, menjadikannya sebagai wisata dan ikon baru di Kecamatan Gondang.





