Aksi Kemanusiaan dari Ipda Purnomo yang Menginspirasi
Di tengah kesibukan tugas sebagai anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap sesama. Dalam perjalanan dinasnya, ia menghentikan kendaraannya untuk membantu seorang ibu pencari rongsok yang sedang memikul beban berat.
Ipda Purnomo melihat Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang sedang berjalan kaki sambil membawa dua karung besar berisi barang bekas. Ia spontan menghampiri dan menawarkan bantuan. Muntama menjalani kehidupan yang sangat berat, karena setiap hari ia harus keliling jalan kaki mencari rongsokan demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bukan hanya membantu secara fisik, Ipda Purnomo juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta kepada Muntama. Bantuan ini diberikan sebagai persiapan kebutuhan pokok selama Ramadan. Momen haru pun terjadi ketika Muntama memeluk dan mendoakan para anggota polisi dengan mata berkaca-kaca. Tangis bahagia pecah sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang datang tanpa diduga di hari itu.
Aksi sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa empati bisa hadir kapan saja, bahkan di sela-sela rutinitas tugas aparat negara. “Ya Allah Ya Rabb, jaga hati kami agar selalu pandai bersyukur atas segala nikmat ini. Aamiin,” ujar Ipda Purnomo penuh harap.
Konsistensi dalam Kemanusiaan
Ipda Purnomo yang menjabat sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan di bawah naungan Polda Jawa Timur memang dikenal luas karena dedikasi sosialnya. Selama bertahun-tahun, ia konsisten membantu masyarakat rentan, termasuk merawat ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan warga terlantar.

Ia bahkan mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Lamongan, yang menyediakan tempat tinggal, perawatan, dan rehabilitasi secara gratis selama lebih dari tujuh tahun. Tak heran jika ia kerap dijuluki “Polisi Baik”. Melalui media sosial dengan nama Purnomo Polisi Baik, Ipda Purnomo terus menyebarkan pesan kepedulian, edukasi sosial, sekaligus menggalang bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Bantuan untuk 39 Guru PPPK di Tuban
Sebelumnya, Ipda Purnomo juga membagikan bantuan uang tunai kepada 39 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tuban yang mengalami pemutusan kontrak kerja. Ia rela mengeluarkan uang sejumlah Rp11,7 juta, yang kemudian dibagikan kepada 39 guru senilai Rp300 ribu.
Bantuan ini merupakan bentuk empati serta dukungan moral agar para tenaga pendidik tersebut tetap semangat meski berada di tengah masa sulit. “Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” kata Purnomo kepada Infomalangraya.net, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk generasi penerus bangsa sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian bersama ketika mengalami kesulitan. “Alhamdulillah hari ini saya serahkan apresiasi ke pada 39 guru yang tidak diperpanjang SK mengajarnya,” katanya.
Sosok Ipda Purnomo yang Terkenal
Saat ini, Ipda Purnomo bertugas di Sat Binmas Polres Lamongan. Sosok Ipda Purnomo bukan orang baru. Ia terkenal sebagai polisi sekaligus konten kreator yang kerap memiliki jiwa sosial tinggi. Ia sering melakukan aksi sosial yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Purnomo Polisi Baik.
Selain itu, Ipda Purnomo ternyata punya sebuah yayasan yang menangani pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah. Yayasan itu bernama Yayasan Berkas Bersinar Abadi, berada di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, 33 Kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lamongan.
Yayasan tersebut pernah viral, lantaran menampung Caleg gagal di Pemilu 2024. “Kalau pasien caleg belum ada, tapi ada 5 pihak keluarga menghubungi saya untuk konsultasi,” ungkap Pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Ipda Purnomo, kepada SURYA, Jumat (23/2/2024).





