Analisis Dampak Ekonomi dan Sosial dari AMMAN di Nusa Tenggara Barat
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) telah merilis hasil kajian bertajuk ‘Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)’. Kajian ini mengevaluasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, serta program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian skala nasional maupun daerah selama periode 2018 hingga 2024.
Kajian ini menggunakan pendekatan analisis Inter-Regional Input-Output (IRIO) dan kerangka economic multiplier untuk mengestimasi dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN. Pendekatan ini tidak hanya menghitung dampak langsung seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor atau pemasok, tetapi juga dampak tidak langsung yang muncul ketika para pemasok berproduksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Melalui keterkaitan antar sektor dan wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda yang tidak hanya terasa di wilayah lokasi AMMAN, tetapi juga pada wilayah lainnya. AMMAN tercatat sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama periode kajian, aktivitas AMMAN telah menghasilkan tambahan output ekonomi sebesar Rp224,3 triliun di NTB dan berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar Rp147 triliun.
Secara rata-rata, kontribusi ini setara dengan sekitar Rp21 triliun per tahun atau 13,3% dari total PDRB NTB atas dasar harga berlaku. Pada tahun 2024 saja, kontribusi AMMAN terhadap PDRB NTB mencapai Rp40,6 triliun, atau 22,3% dari total PDRB atas dasar harga berlaku dalam harga nominal.
Dampak Sosial Ekonomi yang Signifikan
Selain kontribusi terhadap output dan PDRB, kajian juga menunjukkan adanya dampak sosial ekonomi yang signifikan di wilayah NTB. Menurut Uka Wikarya, Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, aktivitas AMMAN memberikan pengaruh luas di berbagai sektor dan meningkatkan peluang masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas. Misalnya, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal. Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah.
Peningkatan aktivitas ekonomi yang didorong oleh operasional dan investasi AMMAN juga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di NTB. Sepanjang periode kajian, aktivitas perusahaan tercatat meningkatkan pendapatan pekerja rumah tangga di NTB sebesar Rp59 triliun, atau rata-rata Rp8,4 triliun per tahun. Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan di NTB, khususnya di daerah sekitar operasional perusahaan.
Dampak Terhadap Ketenagakerjaan NTB
Selain pertumbuhan ekonomi, kajian mencatat bahwa aktivitas AMMAN memberikan efek berganda (multiplier effect) yang menciptakan rata-rata sekitar 36,5 ribu lapangan kerja per tahun di Provinsi NTB. Pada tahun 2024, jumlah kesempatan kerja dari dampak langsung dan tidak langsung yang tercipta mencapai lebih dari 72 ribu pekerjaan, yang tersebar di sektor pangan, konstruksi, transportasi, dan jasa lainnya yang terhubung dengan rantai pasok perusahaan.
Kontribusi ini telah membantu menekan tingkat pengangguran di wilayah ini. Pembangunan fasilitas smelter di NTB dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat hilirisasi industri pertambangan nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.
Peran Strategis AMMAN dalam Transformasi Ekonomi NTB
Dengan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, aktivitas AMMAN memainkan peran strategis dalam mendukung transformasi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat menuju ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berbasis nilai tambah.





