Kronologi Peristiwa Ammar Zoni Membentak Dokter Kamelia di Pengadilan
Setelah sidang berakhir, Ammar Zoni tiba-tiba membentak kekasihnya, dokter Kamelia. Kejadian ini membuat sang dokter merasa kecewa hingga sempat menangis.
Peristiwa tersebut terjadi karena saksi yang seharusnya hadir di persidangan tidak datang. Hal ini membuat Ammar Zoni marah dan menyalahkan Kamelia, meski ia tidak mendampingi saksi tersebut.
Dokter Kamelia akhirnya membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, Ammar Zoni menyalahkannya karena saksi yang diharapkan hadir di persidangan tidak datang. Ia menjelaskan bahwa dirinya selama ini telah mengurus kasus hukum Ammar Zoni sejak awal.
“Bang Ammar kan tahunya nih aku yang dari awal ngurusin dia. Jadi ketika waktu itu saksi enggak datang, dipikirnya, ‘Kok kamu bisa sih sampai saksi enggak datang’ gitu loh,” ujar Kamelia.
Ia juga membela diri dengan mengatakan bahwa urusan saksi adalah tanggung jawab penasihat hukum (PH), bukan tanggung jawabnya. “Terus aku bilang, ‘Loh kan itu udah urusan PH, bukan urusan aku gitu’. Aku cuman ya kalau orang mau jadi saksi itu ngehubunginnya ke aku. Karena mereka pasti ngelihatnya ke orang terdekatnya dong. Nah, baru habis itu aku lempar ke PH,” tambahnya.
Kamelia mengakui bahwa dirinya memang tidak mendampingi saksi terakhir tersebut. “Karena waktu itu aku emang enggak ngedampingin saksi terakhir ini, gitu,” katanya.
Soal bentakan Ammar Zoni, Kamelia menjelaskan bahwa nada suaranya tidak terlalu tinggi. Ia mengatakan bahwa Ammar hanya ingin menjelaskan sesuatu, bukan bermaksud marah. “Jadi sebenarnya itu bukan nada tinggi. Dia kayak pengin ngejelasin, aku enggak marah loh. Aku tuh cuma (bilang), ‘Yang, aku pulang’. Makanya Ammar bilang gitu. Nanti dulu pulangnya, maksudnya. Karena biasanya kan aku suka nungguin dia sampai selesai baru pergi ke mobil gitu,” kenangnya.
Peristiwa Bentakan di Depan Banyak Orang
Setelah sidang, Ammar Zoni diketahui membentak kekasihnya di depan banyak orang. Awalnya, Kamelia memanggilnya dengan panggilan “Ayang, ayang”.
Tiba-tiba, Ammar membalas panggilan itu dengan nada tinggi dan marah. “Bukan, bukan, Ay!” bentak Ammar.
Beberapa orang tampak memperingatkan Ammar untuk tidak membentak kekasihnya. Seorang wanita yang diketahui jaksa dalam kasus Ammar memberikan teguran. “Eh nggak boleh marah-marahan. Kenapa?” tanyanya.
Sementara seorang wanita yang diduga kerabat Ammar mengingatkannya. “Puasa, puasa,” ujarnya sambil mengelus punggung Ammar.
Ammar terlihat tertawa tipis dan menyangkal amarahnya. “Enggak, enggak, enggak. Enggak, enggak, maksudnya,” ucapannya terputus saat hendak menjelaskan sesuatu.
Usai respons kasar itu, Kamelia bergegas menuju mobilnya. Meskipun berjalan cepat meninggalkan sang kekasih, dokter Kamelia masih berusaha menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.
Wajahnya terlihat muram. Tidak seperti biasanya, Kamelia nampak jelas kecewa dengan Ammar. Ia menjelaskan alasan mantan suami Irish Bella itu sempat cekcok kecil dengannya.
Kekecewaan dan Rasa Lelah
Kamelia mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons kasar Ammar setelah sidang. Ia merasa lelah berurusan dengan masalah hukum Ammar Zoni, namun tetap mengasihani pria tersebut karena terus menjadi korban fitnah.
“Apa dia lebih takut ditinggal saya apa ditinggal orang lain?” tanyanya dengan emosi.
Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sombong, tapi tidak lagi memiliki perasaan cinta terhadap Ammar. “Di sini saat kejadian itu, gue lagi berhubungan sama Bang Ammar dan lu tahu kejadian sebenernya gimana gitu,” ujarnya.
Mulai terisak, wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi itu mengungkapkan kelelahannya. “Jadi sebenernya udah capek, enggak mau ngurusin kayak gini. Capek banget,” keluhnya.
Namun, ia tetap memilih untuk terjun dan mengungkap fakta di balik kasus narkoba Ammar Zoni. “Aku yang tahu. Tiap hari aku kunjungan ke dia, aku tahu bagaimana di dalam keadaannya, aku tahu gitu loh.”
Ia juga menyebutkan bahwa dirinya tidak diperbolehkan menjadi saksi dalam persidangan. “Tapi sayangnya aku tiap hari ngehadirin sidang, enggak boleh jadi saksi katanya. Jadi aku tahu perubahan Bang Ammar yang sudah banyak. Jauh berubah gitu.”





