Kegagalan Raymond/Joaquin Mencapai Final All England 2026
Pada babak semifinal All England 2026 sektor ganda putra, pasangan Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, gagal melaju ke final setelah dikalahkan oleh unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, berakhir dengan skor akhir 21-19 dan 21-13 untuk kemenangan Kim/Seo.
Dengan kekalahan ini, Indonesia tidak memiliki wakil yang mampu menembus babak final All England 2026. Final sektor ganda putra akan mempertemukan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dengan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Performa yang Mengesankan Meski Gagal ke Final
Meskipun harus pulang dengan kekalahan, performa Raymond/Joaquin tetap layak diapresiasi. Keduanya datang sebagai debutan dalam turnamen ini, namun mampu melaju hingga babak semifinal, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai tahap tersebut.
Raymond dan Joaquin tampil tangguh dalam menghadapi lawan yang dikenal dengan serangan cepat dan pertahanan solid. Mereka terus memberikan tekanan lewat bola-bola pendek depan net, strategi yang cukup efektif dalam menghadapi Kim/Seo.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan serve dari Joaquin. Kim/Seo langsung meraih poin pembuka setelah pengembalian dari Raymond membentur net. Raymond/Joaquin segera menyamakan kedudukan 1-1 setelah pukulan Kim/Seo gagal menyebrangi net.
Secara mengejutkan, Raymond/Joaquin mampu meladeni perlawanan Kim/Seo. Mereka terus memberi tekanan lewat bola-bola pendek, sehingga membuat Kim/Seo sedikit kesulitan. Skor imbang menjadi 3-3.
Sayangnya, situasi tersebut tidak bertahan lama. Raymond/Joaquin mulai tertinggal setelah mendapat tekanan dari smes-smes keras Kim/Seo. Seo, yang bertangan kidal, beberapa kali melesatkan bola dengan arah yang tidak terduga, membuat Raymond/Joaquin terkecoh hingga tertinggal 7-3.
Dengan semangat juang yang tinggi, Raymond/Joaquin pantang menyerah. Mereka terus bermain menyerang hingga akhirnya sukses meruntuhkan pertahanan Kim/Seo. Beberapa kali Kim/Seo melakukan pengembalian bola yang kurang sempurna.
Usaha Raymond/Joaquin berbuah manis. Poin demi poin mereka dapatkan hingga bisa unggul 8-11 di jeda gim pertama. Setelahnya, pertarungan sengit tersaji. Keunggulan Raymond/Joaquin mampu dikejar hingga disalip Kim/Seo menjadi 17-16.
Keunggulan satu poin membuat Kim/Seo makin on fire. Hingga pada akhirnya, Kim/Seo menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19 setelah pengembalian Joaquin jatuh di luar garis lapangan.
Babak Kedua yang Menantang
Di babak kedua, Raymond/Joaquin justru sering melakukan kesalahan sendiri. Mereka terlihat bermain terburu-buru, meskipun masih berusaha menyerang habis-habisan. Di sisi lain, Kim/Seo terus menunjukkan pertahanan yang solid meski dihadapi serangan dari Raymond/Joaquin.
Kim/Seo terus melaju hingga mampu unggul 11-7 di jeda gim kedua. Pengembalian Raymond yang membentur net menjadi akhir gim kedua. Kim/Seo menang dengan skor 21-13.
Performa Raymond/Joaquin di All England 2026 menunjukkan potensi besar. Meskipun gagal ke final, mereka telah memberikan penampilan yang membanggakan dan menjadi harapan baru bagi bulu tangkis Indonesia.




