Pemulangan WNI dari Iran Dimulai
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa gelombang pertama warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Azerbaijan. Sebanyak 32 WNI berhasil menyeberang melalui jalur darat menuju ibu kota Baku, Azerbaijan. Mereka saat ini sedang menunggu penerbangan komersial untuk kembali ke Tanah Air.
Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap. “Di batch pertama ini diikuti oleh 32 WNI,” ujarnya dalam pesan singkat kepada media. Ia juga menyampaikan bahwa para evacuee sudah berada di Baku dan tengah menunggu penerbangan ke Indonesia.
Keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap WNI di Iran diambil setelah situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak akhir pekan lalu. Militer Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Tehran, sehingga membuat jalur udara ditutup sementara. Oleh karena itu, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat.
Pemulangan dengan Pesawat Komersial
Heni menegaskan bahwa puluhan WNI dari gelombang pertama akan dipulangkan dari Azerbaijan menggunakan pesawat komersial. “Dari Azerbaijan masih ada pesawat komersial,” katanya. Diperkirakan, gelombang pertama WNI yang dievakuasi dari Iran akan tiba di Tanah Air pada Minggu hingga Senin esok.
Data WNI di Iran
Sebelumnya, Heni menyampaikan bahwa terdapat 329 WNI yang terdata bermukim di Iran. Mayoritas dari mereka tinggal di Kota Qom dan berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa. Namun, angka tersebut akan terus diperbarui karena pemerintah juga memantau WNI yang tidak hanya menetap, tetapi juga yang sedang berkunjung ke Iran untuk berbagai keperluan.
“Data tersebut terus diperbarui karena pemerintah juga memantau WNI yang tidak hanya menetap, tetapi juga yang sedang berkunjung ke Iran untuk berbagai keperluan,” jelas Heni. Ia juga menambahkan bahwa WNI di Iran dievakuasi lebih dulu karena statusnya yang sudah memasuki siaga I. Pertimbangan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) setempat pun turut menjadi masukan terkait kebijakan evakuasi WNI.

Jumlah WNI di Wilayah Timur Tengah
Berdasarkan data Kemlu, sejauh ini terdapat sekitar 519.042 WNI yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di Iran berstatus pelajar. Namun, di negara-negara lain di kawasan tersebut, mungkin akan terlihat lebih banyak pekerja migran Indonesia.
Sejak meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan, Kemlu telah berkomunikasi intensif dengan seluruh perwakilan RI di Timur Tengah untuk memastikan langkah perlindungan WNI dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kemlu juga membentuk tim respons krisis serta meningkatkan koordinasi harian antara kantor pusat dan perwakilan RI di negara terdampak guna memantau kondisi keamanan, keberadaan, serta situasi WNI di lapangan.

Langkah-Langkah Pencegahan
Selain itu, Kemlu juga terus memantau operasional bandara internasional di wilayah terdampak serta penerbangan yang tersedia setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan WNI yang stranded akibat gangguan penerbangan. Hal ini dilakukan agar WNI dapat segera dipulangkan jika terjadi kondisi darurat.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Indonesia berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi WNI yang tinggal di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah situasi yang semakin memburuk.




