Mabuk Perjalanan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mudik menjadi tradisi yang sangat penting bagi banyak orang di setiap momen Lebaran. Meskipun perjalanan jauh sering kali menjadi tantangan, rasa kangen terhadap keluarga dan kampung halaman membuat banyak orang tetap melakukannya. Namun, salah satu masalah yang sering muncul selama mudik adalah mabuk perjalanan.
Mabuk perjalanan bisa terjadi ketika seseorang melakukan perjalanan menggunakan transportasi darat, laut, atau udara. Meski bukan kondisi serius, gejala yang muncul bisa sangat mengganggu. Lantas, bagaimana cara mengatasi mabuk perjalanan?
Mabuk Perjalanan Terjadi Karena Otak Kebingungan
Banyak orang mengalami mabuk perjalanan, tetapi sedikit yang tahu penyebabnya. Menariknya, meski gejala umumnya dirasakan di perut, penyebabnya justru berasal dari sistem saraf pusat. Saat kita berada dalam kendaraan, seperti kapal, mata kita melihat pemandangan yang sama sepanjang waktu, sehingga merasa tidak bergerak. Sementara itu, telinga kita menangkap suara naik turun atau berbelok, yang menunjukkan bahwa kita sedang bergerak. Pesan yang berbeda ini membuat otak kebingungan dan memicu mabuk perjalanan.
Gejala Mabuk Perjalanan Umumnya Ringan

Meski mabuk perjalanan bukanlah kondisi serius, gejala yang muncul bisa sangat menyiksa. Beberapa gejala umum antara lain perasaan tidak nyaman, sakit kepala, mual, muntah, wajah pucat, napas cepat, berkeringat dingin, hingga produksi air liur yang meningkat. Gejala biasanya muncul jika seseorang terlalu lama berada di dalam kendaraan, terutama yang ber-AC. Dalam beberapa kasus, gejala bisa muncul hanya beberapa menit setelah perjalanan dimulai.
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

Beberapa gejala mabuk perjalanan biasanya akan membaik setelah keluar dari kendaraan dan menghirup udara segar. Namun, untuk kasus yang parah, seperti muntah, udara segar saja tidak cukup. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Melihat cakrawala: Jika sedang dalam kendaraan dan tidak bisa berhenti, melihat cakrawala di kejauhan dapat membantu. Pemandangan ini memberi tahu mata bahwa kamu sedang bergerak, sehingga pesan yang dikirim ke otak lebih sinkron.
- Mengunyah permen karet: Ini bisa membantu mengurangi rasa mual.
- Minum jahe: Jika bisa berhenti sebentar, minuman hangat dengan jahe bisa meredakan mual.
- Konsumsi obat antihistamin: Obat ini bisa diminum 30–60 menit sebelum perjalanan. Namun, efek sampingnya bisa membuat kantuk, sehingga tidak aman untuk pengemudi.
Mengalami mabuk perjalanan memang tidak nyaman, terutama saat mudik atau arus balik. Bagi yang sering mengalaminya, mencoba beberapa cara di atas bisa membantu. Namun, jika gejala yang muncul sudah sangat parah, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau klinik terdekat.





