Denada Akhirnya Buka Suara Setelah Kembali Bertemu dengan Ressa Rizky Rossano
Setelah lama bungkam terkait kasus dugaan penelantaran anak yang sempat menjadi sorotan publik, akhirnya Denada memberikan pernyataan melalui tindakan nyata. Ia dan Ressa Rizky Rossano, sosok yang sebelumnya menggugatnya atas dugaan penelantaran, akhirnya bertemu langsung. Pertemuan ini dianggap sebagai titik terang dalam konflik yang terjadi selama beberapa waktu.
Pertemuan tersebut diabadikan dalam sebuah foto yang kemudian diunggah oleh Denada melalui media sosial pribadinya pada Jumat (20/3/2026) pagi. Dalam unggahan itu, terlihat suasana yang hangat dan penuh keakraban antara keduanya. Hal ini langsung menarik perhatian warganet, karena sebelumnya hubungan Denada dan Ressa diwarnai ketegangan. Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam reaksi dari publik.
Banyak netizen yang mengaku lega melihat keduanya akhirnya bisa bertemu dan menunjukkan tanda-tanda perdamaian. Seperti diketahui, konflik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano sempat menjadi perbincangan luas. Oleh karena itu, momen pertemuan ini seolah menjadi angin segar yang memberi harapan akan berakhirnya perselisihan yang terjadi.

Pertemuan ini juga memunculkan dugaan adanya upaya perdamaian antara Denada dan Ressa, terlebih momen tersebut terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam foto yang diunggah, Denada dan Ressa tampak tersenyum lebar. Keduanya terlihat bahagia saat mengabadikan momen kebersamaan tersebut. “Alhamdulillah, Allah Maha Besar,” tulis Denada dalam unggahannya.
Denada juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada beberapa orang, salah satunya seorang psikolog bernama Intan Erlita. “Terimakasih atas doa dan bantuan dari semua kerabat, dan keluarga. Terimakasih bu @intan_erlita, ibu psikolog kesayangan yg baik, atas bantuan, bimbingan dan pendampingannya,” tulis Denada.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan konfirmasi ke pihak Denada dan juga Ressa Rizky Rossano. Sebelumnya, Ressa Rizky Rossano sempat menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur atas dugaan penelantaran. Ressa menggugat Denada dengan meminta uang ganti rugi sebesar Rp 7 miliar, sebagai biaya pengganti hidup usai diduga ditelantarkan.
Penyesalan Denada
Penyanyi Denada mengungkapkan kerumitan hatinya selama ini sampai akhirnya terungkap bahwa anak kandungnya adalah Ressa Rizky Rossano. Bukan tak mau jujur soal status Ressa Rossano, tapi Denada menghadapi dilema melihat anak laki-lakinya itu bahagia dengan keluarga Dino, paman Denada.
“Ada satu masa tuh yang aku ingin ngomong, takut,” kata Denada di Feni Rose Official. “Takut karena aku melihat kayak sudah picture perfect, sempurna, dia ada di keluarga Om Dino, sosok bapaknya, tante Ratih, sosok ibunya, yang sangat menyayangi dia, hingga ada kakak-kakaknya, sudah picture perfect,” lanjutnya.
Denada tak ingin merusak kebahagiaan itu, tapi di sisi lain, dia juga mulai menyesali keputusannya dulu. “Aku ingat, aku pernah nanya kalau misalnya suatu hari nanti dia sudah cukup besar, terus kita kasih tahu dia. Aku tarik (tinggal) sama aku, kira-kira itu masih bisa enggak?” imbuhnya.
Sejak awal, Denada memutuskan mempertahankan kehamilannya, tak pernah ada dalam rencananya menitipkan Ressa Rossano ke kerabatnya itu di Banyuwangi, Jawa Timur. “Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia, berdua sama dia,” ungkapnya. Tapi untuk mengungkapkan itu semua, Denada merasa tak sampai hati.
Denada merasa jika menyampaikan hal itu, bukan hanya Ressa Rossano yang akan terluka, tapi juga ibunya, mendiang Emilia Contessa. Ini karena Emilia Contessa yang memberikan saran pada Denada untuk menitipkan Ressa Rossano agar bisa memiliki keluarga utuh. “Aku merasa bersalah menyampaikan itu sama dia,” kata Denada. “Aku tahu bahwa dia hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik yang dia bisa sebagai seorang ibu, sebagai seorang nenek, aku enggak ingin membuat mama merasa guilty,” lanjutnya.
Denada mengakui, jika saja dia bisa memutar waktu, dia akan tetap pada rencana awalnya, merawat Ressa Rossano dengan tangannya sendiri, apapun risiko yang dihadapi. “Selamanya aku akan hidup dengan rasa bersalah itu,” ucap Denada.





