Stok Beras Aman untuk 2026 Tanpa Perlu Impor
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa stok beras pada awal 2026 cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat tanpa perlu melakukan impor. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, Bapanas menyebutkan bahwa carry over stock beras pada akhir 2025 diperkirakan mencapai 12,529 juta ton, yang merupakan lonjakan sebesar 203 persen dibandingkan dengan stok awal 2024.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara mufakat dengan mempertimbangkan ketersediaan stok dan produksi nasional. “Pemerintah memutuskan tidak perlu impor beras, gula konsumsi, maupun jagung pakan pada 2026 karena stok dan produksi nasional dinilai kuat,” ujarnya.
Rincian Stok Beras dari 2025 ke 2026
Ia menjelaskan bahwa carry over stock beras dari 2025 ke 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton per 31 Desember 2025. Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 2,591 juta ton, stok awal tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir lima bulan pertama 2026.
Bapanas memproyeksikan produksi beras nasional sepanjang 2026 mencapai 34,7 juta ton. Dengan tambahan produksi tersebut, stok akhir tahun diperkirakan meningkat menjadi 16,194 juta ton. Pada saat yang sama, ekspor beras diproyeksikan sekitar 71 ton, sementara impor beras dipastikan nihil.
“Pada komoditas jagung, carry over stock ke 2026 diperkirakan mencapai 4,521 juta ton, cukup untuk memenuhi hampir tiga bulan kebutuhan dengan konsumsi bulanan sekitar 1,421 juta ton,” tegasnya.
Produksi Jagung Nasional Diproyeksikan 18 Juta Ton

Sementara itu, data produksi jagung nasional 2026 diproyeksikan sebesar 18 juta ton, dengan stok akhir tahun diperkirakan 4,581 juta ton. Ekspor jagung diperkirakan mencapai 52,9 ribu ton, sementara impor baik untuk pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga tidak dilakukan.
Selain itu, carry over stock gula konsumsi ke 2026 diperkirakan sebesar 1,437 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 236,4 ribu ton, stok tersebut dinilai cukup untuk enam bulan. Produksi gula nasional 2026 diproyeksikan mencapai 2,72 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan berada di level 1,32 juta ton. Pemerintah juga memastikan tidak ada impor gula konsumsi.
Komoditas Bawang Merah, Cabai, dan Telur Ayam Ras Terpenuhi Secara Mandiri

Selain tiga komoditas utama, Bapanas mencatat dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam ras dari produksi dalam negeri.
Dalam Neraca Pangan 2025, produksi bawang merah diperkirakan mencapai 1,397 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 1,239 juta ton. Produksi cabai besar dan cabai rawit masing-masing diperkirakan 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi yang berada di 920,3 ribu ton dan 904,8 ribu ton.
“Adapun produksi telur ayam ras pada 2025 diperkirakan mencapai 6,532 juta ton, sedikit di atas kebutuhan konsumsi 6,487 juta ton. Produksi daging ayam ras juga diperkirakan mencapai 4,287 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi sebesar 4,139 juta ton,” ungkapnya.





