Kabar Dokter Meninggal Akibat Campak yang Menggegerkan
Beberapa waktu terakhir, isu mengenai seorang dokter yang meninggal akibat penyakit campak telah menjadi perhatian masyarakat. Dalam berita ini, diberitakan bahwa ada seorang dokter dengan inisial AMW yang meninggal dunia pada usia 26 tahun. Informasi tersebut menyebar luas di berbagai media dan platform sosial.
Berdasarkan beberapa sumber, dokter yang dimaksud adalah Andito Mohamad Wibisono. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) angkatan 2019. Sebelumnya, ia menjalani masa koas dan clerkship klinik hingga tahun 2024. Selain fokus pada studi kedokteran, Andito juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa FKUI.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Menurut Kemenkes, memang benar ada laporan mengenai seorang dokter laki-laki berinisial AMW yang meninggal dunia suspek campak. Pihak Kemenkes menyatakan bahwa AMW sempat mengalami gejala klinis seperti demam, ruam merah, serta sesak napas berat. Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa kondisi kesehatannya memburuk karena komplikasi pneumonia.
Penanganan medis dilakukan oleh RSUD Cimacan sesuai standar pada 26 Maret 2026. Meskipun pihak rumah sakit telah melakukan upaya maksimal, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, Kemenkes sedang melakukan penelusuran kontak erat, pencarian sumber penularan, serta pemberian vitamin A untuk mencegah penyebaran lebih luas di wilayah setempat.
Kemenkes juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut. Mereka berharap kejadian ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit campak dan pentingnya vaksinasi.
Profil Andito Mohamad Wibisono
Andito Mohamad Wibisono lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan dan profesional. Ayahnya, Dharmawan Setiabudi Dahlan, adalah seorang perwira, sementara ibunya adalah seorang dokter. Hal ini turut memengaruhi kepribadiannya yang disiplin dan memiliki minat kuat terhadap dunia kesehatan.
Pendidikan Andito dimulai di SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung pada tahun 2015–2018. Setelah itu, ia melanjutkan studi kedokteran di Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan program sarjana dan profesi dokter (S.Ked/M.D.) pada 2019–2023. Selama masa koas dan clerkship klinik, ia terus mengembangkan kemampuan medisnya.
Selain fokus pada studi, Andito aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Ia pernah menjadi staf dan manager Community Outreach di BEM IKM FKUI periode 2020–2022. Ia juga terlibat dalam Tim Bantuan Medis, AMSA UI, serta pelaksanaan Pemira IKM FKUI.
Dalam bidang profesional, Andito pernah menjabat sebagai Executive Assistant to the Dean FKUI pada Februari–Agustus 2025. Ia juga menjadi Chief Operational Officer – Camani Basic pada 2020–2025, serta Team Leader – Sejawat Tools pada 2022–2023. Selain itu, ia pernah bertugas sebagai staf hubungan masyarakat di organisasi kesehatan mental Teman Bicara pada 2021–2022.
Biodata Lengkap Andito Mohamad Wibisono
- Nama: Andito Mohamad Wibisono
- Asal: Cianjur, Jawa Barat
- Anak ke: 2 dari 3 bersaudara
- Orang tua:
- Ayah: Dharmawan Setiabudi Dahlan (perwira)
- Ibu: Seorang dokter
Pendidikan:
– SMA Terpadu Krida Nusantara, Bandung (2015–2018)
– Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
– S.Ked / Bachelor of Medicine (2019–2023)
– Koas (2023)
– Doctor of Medicine (2023)
– Clinical Clerkship (2023–2024)
Organisasi:
– BEM IKM FKUI (Staff & Manager Community Outreach, 2020–2022)
– Tim Bantuan Medis (2021–2022)
– AMSA UI (2020–2022)
– Pemira IKM FKUI (2020)
Pengalaman Profesional:
– Executive Assistant to the Dean FKUI (Feb–Agustus 2025)
– Chief Operational Officer – Camani Basic (2020–2025)
– Team Leader – Sejawat Tools (2022–2023)
– Public Relations Staff – Teman Bicara (2021–2022)





