Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Hadiri PSBM di Makassar
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, kembali pulang ke kampung halamannya, Sulawesi Selatan, untuk menghadiri acara Pentas Sastra Budaya Makassar (PSBM) ke-XXVI tahun 2026. Acara yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar ini menjadi momen penting bagi Zainal untuk berbagi visi dan strategi pembangunan daerahnya kepada para pengusaha perantau.
Zainal Arifin Paliwang lahir dan menempuh pendidikan menengah di Kota Makassar. Ia merupakan salah satu tokoh dari Sulawesi Selatan yang memiliki karier cemerlang dalam dunia kepolisian sebelum beralih ke dunia pemerintahan. Sebagai mantan jenderal polisi dengan pangkat bintang satu, ia pernah menjabat Wakapolda Kaltara sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Kaltara periode kedua.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal tampil sebagai pembicara utama di forum PSBM XXVI. Dengan tema besar “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, ia menyampaikan filosofi kepemimpinan yang berakar pada budaya lokal, khususnya nilai-nilai Bugis-Makassar. Menurutnya, nilai-nilai seperti integritas, keberanian, dan rasa malu jika tidak berprestasi menjadi fondasi bagi lahirnya saudagar yang tangguh dan mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global.
Filosofi Kepemimpinan Berbasis Budaya
Zainal menjelaskan bahwa falsafah “Siri’ Na Pacce” bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral dalam menjalankan roda pemerintahan dan bisnis. Ia menekankan bahwa dalam era disrupsi global, nilai-nilai tradisional Bugis-Makassar justru menjadi modal sosial paling mahal untuk membangun kepercayaan di mata investor dan mitra strategis internasional.
Ia juga menyampaikan pesan kuat bahwa kesuksesan adalah buah dari keberanian menembus batas. Bagi Zainal, pemimpin sejati tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kemampuan mengubah tantangan di wilayah terpencil menjadi peluang emas. Hal ini menjadi dasar dari konsistensi Kaltara dalam menjaga prinsip sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakainge (saling mengingatkan) dalam setiap pengambilan kebijakan publik.
Potensi Ekonomi Kaltara yang Menjanjikan
Menengok potensi wilayah, Zainal memaparkan betapa strategisnya Kalimantan Utara yang memiliki luas 75.467,70 km². Sebagai provinsi yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia, Kaltara bukan lagi “halaman belakang” Indonesia yang sunyi, melainkan gerbang depan ekonomi Nusantara. Letak geografis yang unik ini menjadikan Kaltara sebagai titik temu kolaborasi lintas batas yang siap memicu pertumbuhan ekonomi inklusif melalui proyek-proyek strategis nasional maupun regional.
Zainal juga merinci “harta karun” investasi yang siap dipanen oleh para saudagar. Mulai dari industri hilirisasi Nanas Krayan yang telah mendunia karena rasa uniknya, potensi ekspor komoditas laut yang melimpah, hingga raksasa industri sarang burung walet. Tak hanya itu, sektor peternakan modern serta pariwisata lintas negara di Tarakan dan Nunukan menjadi sektor unggulan yang ia tawarkan untuk segera dikembangkan guna mengakselerasi kemandirian ekonomi daerah.
Ajakan untuk Pulang dan Bangun Bersama
Sebagai penutup, putra daerah Sulawesi Selatan kelahiran 6 Desember 1962 ini melayangkan ajakan hangat namun tegas kepada para saudagar Bugis-Makassar untuk “pulang” membangun bangsa lewat Kaltara. Ia meyakinkan audiens bahwa kawasan perbatasan adalah episentrum baru pertumbuhan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang berintegritas, Zainal optimis Kalimantan Utara akan bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang kompetitif, tangguh, dan menjadi pilar utama kemajuan ekonomi nasional.
Profil Singkat Gubernur Kaltara
Brigjen. Pol. (Purn.) Zainal Arifin Paliwang lahir pada 6 Desember 1962. Ia menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Utara selama dua periode, yaitu 2021—2025 dan 2025—2030. Sebagai purnawirawan Polri, ia pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Pidum Bareskrim Polri.
Paliwang lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 ini memiliki pengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri. Selain itu, ia juga merupakan putra daerah Sulawesi Selatan yang berasal dari Sinjai. Zainal juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan Umum:
* SDS Angkasa 2 Mandai (1979)
* SMP Negeri 1 Kasiguncu (1982)
* SMA Negeri 1 Ujungpandang (1986)
* S1 Fakultas Hukum Universitas Slamet Rijadi (2004)
* S2 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (2006)
* S3 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2024)
Pendidikan Kepolisian:
* Akademi Kepolisian (1986)
* PTIK (1997)
* SESPIM (2001)
Pendidikan Kejuruan:
* Diklatpim Tk. I (2015)





