Kehidupan Fety: Dari Pengusaha Restoran di Afrika ke Sopir Taksi di New York
Fety, seorang perempuan asal Banjarmasin, memiliki kisah hidup yang luar biasa. Dulu, ia sukses membangun restoran Indonesia di Afrika, tetapi kini ia memilih menjadi sopir taksi di New York. Keputusannya ini menarik perhatian dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Awal Perjalanan Bisnis di Afrika
Sebelum tinggal di Amerika Serikat, Fety menghabiskan hampir satu dekade bekerja di beberapa negara Afrika seperti Uganda dan Tanzania. Karierya berkembang dari sektor pertambangan hingga akhirnya merintis usaha kuliner sendiri. Ia mendirikan restoran bernama Borneo Indonesian Restaurant di Kigali. Restoran tersebut bertahan selama delapan tahun dan menjadi salah satu tempat yang memperkenalkan cita rasa khas Indonesia di Afrika.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa Fety memiliki pengalaman dan kemampuan kuat dalam dunia bisnis internasional. Ia berhasil membangun bisnis yang stabil dan dikenal oleh masyarakat setempat.
Pilihan Hidup yang Tidak Biasa
Setelah pindah ke Amerika sekitar empat tahun lalu, Fety mengambil keputusan yang cukup mengejutkan. Ia tidak melanjutkan usaha kuliner, melainkan memilih menjadi sopir taksi di New York. Menurutnya, pekerjaan ini memberikan fleksibilitas yang tidak ia temukan sebelumnya.
“Yang penting kerja halal, cuan halal, saya bangga jadi sopir taksi,” ungkapnya. Ia mengaku bisa mengatur waktu kerja sendiri, sekaligus mendapatkan pengalaman baru dengan bertemu berbagai orang dari latar belakang berbeda.
Menghadapi Tantangan dan Cibiran
Perjalanan menjadi sopir taksi di kota besar tentu tidak mudah. Fety harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pelatihan hingga ujian untuk mendapatkan izin resmi. Di awal menjalani profesi tersebut, ia juga sempat menghadapi kendala, termasuk pelanggaran lalu lintas. Selain itu, cibiran dari sebagian orang juga sempat menghampiri. Keputusannya meninggalkan dunia usaha demi menjadi sopir taksi kerap dipertanyakan.
Namun, Fety tetap teguh pada pilihannya dan tidak terpengaruh oleh pandangan negatif. Ia percaya bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai dan kebanggaan tersendiri, selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh keikhlasan.
Tetap Berbagi Inspirasi
Kini, Fety tinggal di kawasan Elmhurst, New York, dan aktif membagikan aktivitasnya melalui media sosial. Ia juga kerap memberikan tips bagi warga Indonesia yang tinggal atau berkunjung ke kota tersebut. Meski jauh dari tanah air, ia tetap menjaga hubungan dengan keluarganya di Indonesia, termasuk ketiga anaknya.
Kisah Fety menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh jabatan atau status sosial. Selama dijalani dengan penuh keikhlasan dan cara yang halal, setiap pekerjaan memiliki nilai dan kebanggaan tersendiri.




