Ringkasan Berita Terkini
Beberapa peristiwa penting terjadi di Kota Padang dalam 24 jam terakhir. Dari kematian seorang pengamen yang diduga akibat tindakan petugas Satpol PP, kebakaran minimarket di Nanggalo, hingga pemulihan kondisi sekolah setelah bencana banjir bandang.
Pengamen di Pasar Raya Padang Tewas Usai Diamankan Satpol PP
Seorang pengamen di Pasar Raya Padang dilaporkan meninggal dunia setelah diamankan oleh petugas Satpol PP pada Senin (23/3/2026). Informasi ini baru diketahui oleh keluarga korban melalui unggahan Dinas Sosial Kota Padang. Korban disebut mengalami luka memar dan pecah pembuluh darah di kepala sesuai surat kematian dari RS Bhayangkara Padang.
Keluarga korban langsung melaporkan dugaan kematian tidak wajar ke Polresta Padang. Kuasa hukum keluarga, Muhammad Tito, menyampaikan bahwa pihak keluarga sempat bolak-balik rumah sakit untuk menemui korban. Saat ditemui di sebuah warung di dekat Balai Kota Padang lama, Tito menjelaskan bahwa korban dibawa ke posko di Pasar Raya dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Menurut kesaksian pedagang di Pasar Raya, Neneng, korban diamankan oleh petugas dengan cara dijepit leher dan diikat menggunakan tali. Ia juga melihat korban dibawa ke dalam mobil dinas Satpol PP. Setelah itu, Neneng tidak mengetahui ke mana korban dibawa hingga kabar kematian tersebut muncul.
Satpol PP Padang belum memberikan respons terkait laporan keluarga korban. Pihak Infomalangraya.net mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp namun belum ada jawaban.
Minimarket di Nanggalo Padang Terbakar
Sebuah ruko yang difungsikan sebagai minimarket dilaporkan terbakar di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (30/3/2026). Kejadian ini berawal dari adanya saksi bernama Tosdianto yang melihat api sudah membesar dari dalam minimarket.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Padang, Rinaldi, menyebut bahwa kebakaran dilaporkan ke pihaknya pada pukul 05.21 WIB. Sebanyak tiga unit armada dan 50 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan pada pukul 05.57 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Barang-barang seperti freezer, instalasi listrik minimarket, plafon ruko, dan barang lainnya mengalami kerusakan berat.

Pemulihan Pascabencana: SMPN 44 Padang Tak Lagi Jadi Posko Pengungsian
SMPN 44 Padang kembali berjalan normal setelah libur Lebaran. Seluruh siswa mulai melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) setelah melewati masa sulit akibat bencana banjir bandang tahun lalu. Sekolah ini sempat menjadi pusat evakuasi bagi warga yang terdampak banjir.
Kepala Sekolah SMPN 44 Padang, Syafaruddin, mengungkapkan rasa syukurnya melihat kondisi sekolah yang kini sudah kembali pulih sepenuhnya. Halaman sekolah yang dulunya penuh sesak dengan tenda dan material darurat, kini sudah tampak rata dan rapi kembali seperti sedia kala.
Meskipun sekolah sempat dijadikan posko pengungsian, fasilitas pendidikan tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh luapan air banjir. Namun, masih ada dampak psikis bagi beberapa siswa yang terkena banjir.

Beberapa siswa mengalami trauma dan harus tinggal di Hunian Sementara (Huntara) karena rumah mereka rusak parah. Salah satu siswa, Razak, menceritakan bagaimana ia harus belajar online dan menumpang ke sekolah lain hanya untuk bisa mengikuti ujian semester satu.
Kini, pihak sekolah terus mengoptimalkan fasilitas agar para siswa dapat belajar dengan baik. Semangat bangkit dari bencana menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga SMPN 44 Padang di tahun 2026 ini.






