Kondisi Jalan Licin Pasca Banjir, Warga dan Aparat Lakukan Kerja Bakti Massal
Setelah genangan banjir yang merendam kawasan selama sekitar empat bulan mulai surut, warga di Dusun Glumo, Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, kini dihadapkan pada persoalan baru. Permukaan jalan cor di sepanjang jalan poros desa berubah licin akibat ditumbuhi lumut tebal. Kondisi itu membuat warga khawatir, terutama bagi pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Kerja Bakti Massal untuk Mengatasi Masalah Jalan Licin
Sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan, warga bersama aparat kepolisian, Muspika, dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan turun langsung melakukan kerja bakti massal, Senin (6/4/2026). Kerja bakti dipusatkan di sepanjang jalan poros Dusun Glumo, Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju permukiman maupun lahan pertanian.
Kegiatan tersebut digagas oleh Kapolsek Kalitengah, AKP Heri P.W, sebagai respon atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan warga pasca banjir. Gotong royong bersihkan permukaan jalan dimulai sejak pagi hari dengan puluhan warga yang membawa sapu, cangkul, sekop, hingga alat penyemprot air. Mereka bersama personil Polsek Kalitengah, unsur Muspika, perangkat desa, dan BPBD bergotong royong membersihkan lumut yang menempel di permukaan jalan.
Lumut berwarna hijau kehitaman tampak menutupi sebagian besar badan jalan cor. Bahkan di sejumlah titik, lumut sudah cukup tebal sehingga membuat permukaan jalan sangat licin ketika terkena air atau embun pagi.
Pengendara Terjatuh Akibat Jalan Licin
Warga mengaku selama beberapa hari terakhir sudah ada sejumlah pengendara yang nyaris terjatuh saat melintas. Salah seorang warga Dusun Glumo mengatakan, jalan tersebut sebelumnya sempat tergenang banjir cukup lama hingga sekitar empat bulan. Setelah air surut, sisa lumpur dan kelembapan di atas permukaan jalan memicu tumbuhnya lumut.
“Kalau pagi hari sangat licin. Banyak pengendara motor yang pelan-pelan karena takut jatuh,” ujarnya.
Dalam kerja bakti tersebut, warga dan petugas menyikat permukaan jalan menggunakan sapu dan sikat kasar. Sebagian lainnya menyemprot jalan dengan air untuk menghilangkan sisa lumpur dan lumut yang menempel. Tidak hanya membersihkan badan jalan, petugas juga mengeruk sisa endapan lumpur di tepi jalan dan saluran air agar tidak kembali meluber saat turun hujan.
Keberhasilan Kerja Bakti dan Imbauan kepada Warga
Heri mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Menurutnya, jalan yang licin akibat lumut sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat. Jalan yang licin akibat lumut sangat berbahaya, sehingga perlu segera dilakukan pembersihan agar aman dilalui,” katanya.
Kerja bakti dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur agar penanganan bisa lebih cepat dan maksimal. Selain personil kepolisian, kegiatan juga melibatkan unsur kecamatan, perangkat desa, relawan, serta petugas dari BPBD Lamongan. Menurutnya, sinergi lintas instansi tersebut menjadi bukti penanganan dampak pascabanjir tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh pihak.
Kegiatan pembersihan berlangsung selama beberapa jam. Sedikit demi sedikit, permukaan jalan yang semula tertutup lumut mulai tampak bersih. Warga pun mengaku lega karena jalan utama di desanya kembali dapat dilalui dengan lebih aman.
Imbauan untuk Tetap Berhati-hati
Selain membersihkan lumut, petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama pada pagi dan malam hari ketika permukaan jalan masih lembap. Warga diminta segera melaporkan apabila masih terdapat titik-titik jalan yang licin atau kembali tergenang, agar dapat segera ditangani.
Dengan adanya kerja bakti tersebut, diharapkan akses jalan di Dusun Glumo, Desa Jelakcatur, kembali normal dan nyaman digunakan. Upaya itu juga diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan serta mempercepat pemulihan wilayah Kecamatan Kalitengah setelah diterjang banjir cukup lama.





