Pergeseran besar akan dilakukan oleh Herry Iman Pierngadi atau dikenal sebagai Herry IP dalam upaya membenahi ganda putra Malaysia yang gagal meraih medali dalam Kejuaraan Asia 2026.
Kejuaraan Asia 2026 yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Tiongkok, memberikan tantangan berat bagi kekuatan ganda putra Malaysia. Negeri Jiran tidak berhasil mengamankan satu pun medali di nomor ganda putra, yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan utama mereka.
Malaysia datang dengan skuad terbaiknya, termasuk Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pasangan juara bertahan dari ajang ini. Namun, kiprah mereka harus berakhir pada babak perempat final setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju. Ganda putra peringkat kedua dunia itu kalah secara dramatis melalui rubber game dengan skor akhir 19-21, 28-26, 13-21.
Chia/Soh menjadi wakil Malaysia yang paling jauh melaju, sementara tiga pasangan lainnya langsung tersingkir pada babak pertama. Catatan mengecewakan ini juga dialami Man Wei Chong/Kai Wun Tee dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, yang menduduki peringkat 10 besar dunia.
Goh/Izzuddin, yang berada di peringkat ketujuh dunia, harus menerima kekalahan pada fase 32 besar usai dikalahkan pasangan Thailand Chaloempon Charoenkitamoen/Worrapol Thongsa-Nga. Sementara itu, Man/Tee, yang memiliki peringkat lebih tinggi, terhenti di tangan wakil tuan rumah China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
Satu pasangan lain yang tersingkir pada babak pertama adalah Junaidi Arif/Roy King Yap setelah dikalahkan kembar Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen.
Bandingkan dengan performa Malaysia, Indonesia jauh lebih baik karena berhasil meraih satu medali melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Dengan sukses menembus semifinal, Fajar/Fikri setidaknya mengamankan medali perunggu sebelum dikalahkan Kang/Ki di semifinal.
Setelah kegagalan di Kejuaraan Asia 2026, Herry IP selaku pelatih kepala ganda putra Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) segera merancang langkah-langkah perbaikan. Pelatih asal Indonesia tersebut kembali mengangkat wacana untuk merombak pasangan ganda putra dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Dari wacana tersebut, Chia/Soh berpotensi besar tetap dipertahankan karena merupakan pasangan yang mapan dibandingkan dengan yang lain. Satu nama yang mencuat untuk dibongkar adalah Man/Tee, yang saat ini sedang dalam situasi yang tidak stabil.
“Mungkin saja, Chia/Soh sudah aman, mereka sudah mapan,” ujar Herry IP.
Herry IP harus menjaga ritme permainan Kai Wun Tee agar bisa terus bersaing di level top, sementara Man Wei Chong sedang berjuang menyembuhkan cedera lututnya. Pelatih yang dikenal dengan julukan Naga Api ini menegaskan bahwa pemisahan antara Man dan Tee bersifat sementara dan akan dievaluasi pada akhir tahun nanti.
“Bagi yang lain, dengan cedera yang dialami Wei Chong, ada kemungkinan untuk mengganti pasangan agar dia bisa menjalani rehabilitasi,” kata Herry IP.
“Menjaga suasana turnamen itu penting, ini hanya sementara sambil menunggu kesembuhan Wei Chong.”
“Tapi itu harus setelah beberapa turnamen terakhir hingga Indonesia Open dan Australia Open.”
“Menjelang akhir tahun, kami akan mengevaluasi lagi melihat hasilnya dan menilai bagaimana situasinya.”
Dengan kualifikasi Olimpiade yang mulai bergulir pada tahun depan, Herry IP harus menyiapkan strategi jitu saat situasi Wei Chong masih bergulat dengan cedera.
“Saya harus berbicara panjang lebar dengan para pemain dan asisten saya, kami akan membahas bersama apa yang terbaik,” ujar Herry IP.
“Kami sedang mempersiapkan diri untuk Asian Games, tetapi yang lebih penting adalah awal tahun depan, perburuan poin kualifikasi Olimpiade.”
“Jadi kita harus menghitung dan memilih pasangan mana yang akan dipertahankan, dan pasangan mana yang akan dihilangkan,” tambahnya.





