Sandy Walsh: Atmosfer Bandung dan Pengalaman Kompetisi Jadi Kunci Persib di ACL 2
Sandy Walsh, bek Timnas Indonesia yang kini bermain untuk Buriram United, tidak hanya fokus pada kiprahnya sendiri. Ia juga mengamati perjalanan klub-klub Indonesia di level Asia, termasuk Persib Bandung dalam ajang ACL 2. Menurutnya, atmosfer yang luar biasa di Bandung menjadi salah satu kekuatan besar bagi Maung Bandung.
Ia menekankan pentingnya peningkatan performa dan jam terbang bagi klub-klub Indonesia agar mampu bersaing di panggung antarklub Asia. Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah Buriram United, yang telah membuktikan kemampuannya dengan meraih gelar Liga Thailand dan mencapai babak semifinal di beberapa turnamen lain.
Perkembangan Persib Bandung di ACL 2
Meski belum bisa melangkah jauh di ACL 2, Persib Bandung menunjukkan performa solid dengan finis sebagai juara Grup G Region Timur. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Ratchaburi dengan agregat 1-3.
Sandy Walsh mengatakan bahwa salah satu kekuatan utama Persib adalah dukungan luar biasa dari para bobotoh. Ia menyaksikan bagaimana atmosfer di Stadion GBLA memberi tekanan yang sangat besar bagi lawan-lawan Persib.
“Saya juga menyaksikan ACL 2. Menonton bagaimana Persib Bandung tampil di ACL 2,” ujarnya.
Ia melihat bahwa Persib telah melakukan banyak peningkatan dalam berbagai lini, baik itu di lini serang maupun pertahanan. Hal ini berkontribusi pada konsistensi mereka dalam kompetisi domestik maupun regional.

Pengalaman Buriram United sebagai Contoh
Sandy Walsh mengatakan bahwa pengalaman Buriram United dalam menjalani berbagai kompetisi selama satu musim menjadi faktor penting dalam kesuksesan mereka di level Asia. Klub tersebut tidak hanya memenangkan Liga Thailand, tetapi juga mencapai semifinal di Piala FA dan Piala Liga Thailand.
Selain itu, Buriram United juga berhasil melaju hingga semifinal Shopee Cup atau ASEAN Club Championship, sebuah kompetisi baru yang mempertemukan klub-klub Asia Tenggara. Pada edisi sebelumnya, Buriram keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Vietnam, Cong An Hanoi.

Langkah yang Perlu Diambil Klub Indonesia
Menurut Sandy, klub-klub Indonesia perlu menemukan cara untuk meraih lebih banyak kompetisi agar mampu bersaing di level AFC Champions League Elite. Ia menyarankan agar klub-klub Indonesia dapat bergabung dalam ajang tambahan yang mempertemukan klub-klub lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
“Jadi mereka mungkin punya seperti, katakanlah, kami juga bermain di Shopee Cup. Itu bisa menjadi sesuatu yang mungkin menarik bagi tim-tim untuk mulai merasakan kompetisi di antara klub-klub Asia Tenggara,” ujarnya.
Ia menilai bahwa intensitas pertandingan yang tinggi justru menjadi nilai tambah yang bisa membantu klub berkembang lebih cepat. Dengan banyaknya pertandingan, pemain akan memiliki jam terbang yang lebih banyak, sehingga siap menghadapi tantangan di level Asia.
Kesimpulan
Dari pengamatan Sandy Walsh, persiapan dan pengalaman bermain di berbagai kompetisi menjadi kunci bagi klub-klub Indonesia agar mampu bersaing di level Asia. Dukungan suporter serta peningkatan performa secara konsisten juga menjadi faktor penting. Dengan terus berpartisipasi dalam berbagai ajang regional, klub-klub Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan persaingan di panggung internasional.





