Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan. Hari di mana istriku akan kembali ke rumah setelah beberapa hari terpisah. Meski sering terjadi perdebatan, tetapi jarak yang panjang dengan pasangan memang menjadi beban yang harus segera diakhiri.
Aku bangun pukul 5.45 WIB dan langsung bersyukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan hari ini. Setelah itu, aku mengambil motor metik istri yang selama seminggu disimpan di dalam rumah dan memanaskan mesinnya. Aku lalu menyantap camilan dengan penuh rasa syukur, sambil menyeruput kopi yang tersisa dari malam sebelumnya. Dari pertemuan bapak-bapak, aku mendapat snack box yang lengkap dan cocok untuk mengisi perut pagi ini.
Karena hanya mengurus sendiri, aku bisa berangkat lebih awal ke Sekolah Minggu. Selain itu, aku juga harus membantu menyiapkan ruang Sekolah Minggu, karena kemarin digunakan oleh komisi lain hingga larut malam.
Ruang Sekolah Minggu ini juga dipakai oleh komisi lain. Masalahnya, setelah digunakan, tata letaknya sering berubah dan tidak rapi. Aku sedikit paham tentang komputer. Dengan cepat, aku merangkai kembali komputer agar bisa tersambung ke TV pintar untuk menampilkan slide yang akan digunakan dalam pembelajaran anak-anak.
Meskipun sudah melakukan persiapan kemarin, ternyata masih ada kendala. Beberapa kakak SM yang bertugas terlambat datang, bahkan ada yang tidak hadir sama sekali. Oleh karena itu, kami berusaha bekerja sama dengan tenaga yang ada untuk melayani anak-anak.
Biasanya, aku bertugas sebagai gitaris, tapi kali ini secara mendadak aku menjadi operator komputer. Anak-anak biasanya suka mengambil alih kendali, namun kali ini mereka lebih tenang. Aku senang bisa mendampingi anak-anak di Sekolah Minggu. Saat pulang, beberapa dari mereka memberi salam padaku di balik meja komputer. Mereka mengingatkanku, dan itu membuat hatiku bahagia.
Anak-anak belajar tentang Yohanes Pembaptis yang menjadi saksi bahwa Yesus adalah Juruselamat untuk menebus dosa manusia. Mereka juga diajarkan untuk menjadi saksi Yesus bagi sesamanya di sekolah, rumah, maupun di masyarakat.
Hari ini tidak terlalu sibuk seperti biasanya: istriku mengantar anak ke rumah Mbah, sementara aku melakukan evaluasi kegiatan Sekolah Minggu. Hari ini aku bisa lebih tenang untuk beribadah sendiri, tanpa harus bersama istri.
Setelah ibadah, aku melanjutkan rapat evaluasi program tahunan. Rapat ini dilanjutkan dari rapat Jumat malam yang belum selesai. Hari-hari ini hidupku penuh dengan rapat. Tapi lumayan juga untuk mengisi waktu luang, hehe.
Aku sudah berkomunikasi dengan pihak jasa jemput ke bandara. Kami memastikan tempat dan lokasi keberangkatan. Momen melepas rindu ini memang sangat mendebarkan.
Perjalanan ke bandara memakan waktu sekitar 3 jam. Istri dan anak akan mendarat pukul 20.00 WIB, sehingga sampai di rumah mungkin akan tengah malam.
Aku sangat tidak sabar ingin memeluk istri, menggendong anak, dan menikmati hari-hari bersama mereka. Besok aku sudah harus mengajar lagi, anak harus mengejar ketertinggalannya di sekolah, dan aku serta istri harus bekerja keras lagi agar bisa menabung, supaya bisa liburan pulang kampung lagi, hehe.





