Kunjungan LLDIKTI Wilayah VIII ke Politeknik Muhammad Dahlan Bima
Politeknik Muhammad Dahlan Bima menerima kunjungan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII pada hari Kamis, 23 April 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat mutu kelembagaan, akreditasi, dan kerja sama institusi. Kegiatan yang berlangsung di aula kampus tersebut bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memastikan tata kelola perguruan tinggi sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk mendorong percepatan peningkatan daya saing kampus di tengah persaingan global yang semakin ketat. Direktur Politeknik Muhammad Dahlan Bima, Nurbaety, menyatakan bahwa pendampingan dari LLDIKTI menjadi energi baru bagi institusi yang dipimpinnya. Menurutnya, penguatan mutu tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan di tengah dinamika regulasi dan transformasi pendidikan tinggi.
“Penguatan mutu kelembagaan adalah fondasi utama. Tanpa tata kelola yang kuat, sulit bagi kampus untuk berkembang dan bersaing,” ujarnya.
Nurbaety menjelaskan bahwa ada tiga agenda prioritas yang kini sedang dipercepat oleh kampus, yaitu pembenahan tata kelola kelembagaan, peningkatan akreditasi program studi dan institusi, serta ekspansi jejaring kerja sama strategis.
Dari sisi kelembagaan, kampus terus melakukan pembaruan sistem manajemen internal agar sejalan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga diperkuat agar mahasiswa mendapatkan ruang belajar yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Pada sektor akreditasi, Politeknik Muhammad Dahlan Bima tengah melakukan penataan data secara menyeluruh dan mendorong peningkatan kinerja akademik dosen maupun mahasiswa. Targetnya jelas, yakni meningkatkan status akreditasi menuju peringkat yang lebih unggul dan kompetitif.
Sementara dalam bidang kerja sama, kampus memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, hingga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kebutuhan pasar kerja.
Kehadiran LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus akselerasi transformasi kelembagaan. Tidak hanya sebatas pembinaan administratif, tetapi juga dorongan nyata untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
“Kami berharap arahan dan masukan dari LLDIKTI Wilayah VIII menjadi pijakan strategis agar kualitas pendidikan di kampus kami terus meningkat dan mampu bersaing di level nasional maupun global,” tutup Nurbaety.
Fokus Utama Kampus dalam Meningkatkan Mutu
Berikut beberapa fokus utama yang diterapkan oleh Politeknik Muhammad Dahlan Bima dalam upaya meningkatkan mutu:
-
Pembenahan tata kelola kelembagaan
Kampus terus melakukan pembaruan sistem manajemen internal agar sejalan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Hal ini mencakup pengelolaan data, prosedur administrasi, dan pengambilan keputusan yang transparan dan efisien. -
Peningkatan akreditasi program studi dan institusi
Proses penataan data secara menyeluruh dilakukan untuk memastikan bahwa semua informasi akademik dan operasional kampus lengkap dan akurat. Selain itu, kampus juga mendorong peningkatan kinerja akademik dosen dan mahasiswa. -
Ekspansi jejaring kerja sama strategis
Kampus aktif memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan industri. Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional untuk memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kebutuhan pasar kerja.
Peran LLDIKTI dalam Transformasi Kampus
LLDIKTI Wilayah VIII hadir sebagai mitra strategis dalam transformasi kelembagaan Politeknik Muhammad Dahlan Bima. Selain memberikan pembinaan administratif, lembaga ini juga memberikan arahan dan masukan yang dapat menjadi pijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kehadiran LLDIKTI juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja kampus dan memastikan bahwa semua kebijakan dan program yang diterapkan selaras dengan standar nasional dan kebutuhan industri.





