Jan Olde Riekerink Melihat Laga Lawan Persib sebagai Ujian Penting
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menatap laga melawan Persib Bandung dengan sudut pandang yang cukup jernih. Ia melihat pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan ujian penting bagi timnya yang masih dalam proses tumbuh. Pertandingan antara Persib Bandung melawan Dewa United di ajang Super League Indonesia musim 2025/2026 diprediksi berlangsung penuh tensi, meskipun digelar tanpa kehadiran penonton. Laga yang akan berlangsung di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026) itu tetap menyimpan potensi duel sengit.
Menurutnya, Persib merupakan salah satu tim yang konsisten dalam beberapa musim terakhir, termasuk musim ini yang kembali bersaing di jalur juara bersama Borneo FC. “Mereka belum kalah dalam 14 pertandingan terakhir di kompetisi, mereka kalah hanya di AFC Champions League Two. Mereka tidak kalah selama 14 kali terakhir (di Super League), jadi saya pikir itu tantangan yang bagus untuk kami,” kata Jan Olde dalam konferensi pers jelang laga, Minggu (19/4/2026).
Klasemen dan Performa Tim
Berikut adalah klasemen sementara Super League Indonesia:
| Klub | D | M | S | K | GM | GK | -/+ | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PERSIB | 27 | 27 | 27 | 27 | 48 | 16 | 32 | 64 |
| Borneo FC | 28 | 28 | 28 | 28 | 58 | 28 | 30 | 63 |
| Persija | 28 | 28 | 28 | 28 | 51 | 25 | 26 | 58 |
| Bhayangkara FC | 28 | 28 | 28 | 28 | 38 | 32 | 6 | 47 |
![]() |
27 | 27 | 27 | 27 | 53 | 35 | 18 | 46 |
| Persebaya | 28 | 28 | 28 | 28 | 39 | 35 | 4 | 42 |
| Persita | 28 | 28 | 28 | 28 | 35 | 27 | 8 | 41 |
![]() |
28 | 28 | 28 | 28 | 38 | 32 | 6 | 47 |
| Dewa United | 27 | 27 | 27 | 27 | 33 | 32 | 1 | 40 |
| Arema FC | 28 | 28 | 28 | 28 | 40 | 37 | 3 | 38 |
![]() |
28 | 28 | 28 | 28 | 37 | 37 | 0 | 38 |
| Bali United | 27 | 27 | 27 | 27 | 43 | 41 | 2 | 36 |
| Persik | 28 | 28 | 28 | 28 | 34 | 47 | -13 | 33 |
| PSM Makassar | 28 | 28 | 28 | 28 | 33 | 38 | -5 | 28 |
| Madura United | 28 | 28 | 28 | 28 | 29 | 47 | -18 | 26 |
| Persijap | 27 | 27 | 27 | 27 | 24 | 42 | -18 | 25 |
![]() |
28 | 28 | 28 | 28 | 31 | 48 | -17 | 24 |
![]() |
27 | 27 | 27 | 27 | 22 | 45 | -23 | 20 |
| PSBS Biak | 28 | 28 | 28 | 28 | 29 | 65 | -36 | 18 |
Ia menilai rekor tersebut menjadi gambaran jelas kualitas lawan yang akan dihadapi. Namun di sisi lain, situasi itu justru dianggap sebagai kesempatan bagi timnya untuk menguji kemampuan. Jan Olde juga menekankan bahwa Dewa United masih berada dalam fase pembangunan sebagai klub yang relatif muda.
“Saya sangat senang dengan penonton kami, juga pertandingan terakhir saya pikir jumlahnya semakin banyak, meski belum memenuhi stadion. Itulah mengapa kami disebut klub muda, kami sedang membangun,” kata dia.
Perkembangan Klub dan Dukungan Suporter
Baginya, perkembangan klub tidak hanya diukur dari hasil di lapangan, tetapi juga dari bagaimana dukungan suporter terus tumbuh dari waktu ke waktu. Ia kemudian membandingkan kondisi Dewa United dengan Persib yang telah memiliki sejarah panjang dan basis pendukung besar.
“Mereka memainkan 14 laga kandang dan memenangkan semuanya, tapi dari 13 laga tandang, mereka hanya menang enam kali, empat seri, dan tiga kalah. Jadi itu perbedaan besar. Bagi mereka, bermain di kandang adalah keuntungan,” ujar dia.
Jan Olde melihat adanya kontras performa antara laga kandang dan tandang Persib. Hal ini menjadi salah satu aspek yang ia cermati dalam menyiapkan timnya. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan gaya bermain kedua tim yang cukup mencolok.
Ia menggambarkan Persib sebagai tim yang mengandalkan permainan langsung dengan kekuatan fisik serta banyak pemain ditempatkan di lini depan. Sebaliknya, Dewa United mencoba membangun permainan melalui penguasaan bola dan kombinasi di sektor tengah.
“Sedangkan kami lebih kepada tim dengan filosofi gaya bermain kolektif, lewat lini tengah dan mencoba menciptakan peluang,” tuturnya.
Strategi dan Performa Tim
Pendekatan tersebut bukan tanpa alasan. Jan Olde mengungkapkan bahwa pada musim lalu, gaya bermain seperti ini mampu membawa timnya finis di posisi kedua. Meski sempat mengalami kesulitan pada awal musim ini, situasi perlahan berubah setelah adanya perbaikan di dalam tim.
“Tujuh laga terakhir, lima menang, satu seri, satu kalah, suasana tim sedang bagus, jadi kami siap untuk pertandingan. Kami akan mencoba untuk menang,” ujar Jan Olde.
Ia menilai persaingan internal yang semakin sehat membuat kualitas tim meningkat. Hal ini menjadi modal penting menghadapi tim-tim papan atas. Jan Olde pun menegaskan bahwa timnya tidak datang hanya untuk bermain, tetapi juga membawa keyakinan bisa bersaing.
“Kami tahu lawan Borneo kami menang, jadi dengan semua tim papan atas, kami memberikan hasil. Saya rasa itu pesan terbesar dari pertandingan, mereka pertama, kami kedelapan, tapi melawan semua tim di atas kami, kami punya hasil bagus. Jadi kami siap untuk pertandingan tersebut,” katanya.

Ia melihat posisi klasemen bukan satu-satunya indikator kekuatan tim di lapangan. Pengalaman menghadapi tim besar memberi kepercayaan diri tambahan bagi skuadnya. Ketika disinggung soal kekalahan di putaran pertama, Jan Olde tidak terlalu larut dalam hasil tersebut. Ia memilih melihat kondisi tim saat ini yang dinilainya sudah berkembang.
Di tengah situasi pertandingan yang akan berlangsung tanpa penonton, Jan Olde memberikan pandangannya secara terbuka. “Pasti ada alasan yang sangat kuat, bukan karena orang-orang tidak mau ada penonton, tapi saya rasa memang sulit untuk membuat pilihan itu saat ini. Jadi pasti ada alasan bagus, bukan kapasitas saya untuk menghakimi, kita harus menerimanya,” tuturnya.

Ia memahami keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan, meski secara pribadi ia lebih menyukai atmosfer pertandingan yang penuh dukungan suporter. Jan Olde bahkan mengibaratkan pemain sepak bola seperti aktor yang tampil di atas panggung besar, yang membutuhkan energi dari penonton.
“Sekarang ada pilihan lain (tanpa penonton). Ini bukan keinginan saya, saya suka laga dengan stadion penuh dan tekanan, itu laga terbaik. Tapi pasti ada alasan bagus di balik keputusan ini, jadi kami harus terima,” ucapnya.
Bagi Jan Olde, laga ini bukan hanya tentang hasil akhir. Lebih dari itu, ini menjadi bagian dari perjalanan Dewa United untuk terus berkembang dan membuktikan diri di level tertinggi kompetisi.










