Sosok Dr. Myta Aprilia Azmy yang Meninggal Dunia Akibat Kelelahan
Seorang dokter magang bernama Dr. Myta Aprilia Azmy, yang berasal dari Jambi, kini menjadi sorotan publik setelah meninggal dunia secara mendadak. Ia dikenal sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi dalam menjalani masa internshipnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026), dengan usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun.
Pengalaman Kerja yang Berat
Selama masa internshipnya, Dr. Myta dilaporkan bekerja hingga 12 jam sehari di instalasi gawat darurat. Hal ini jelas melanggar aturan Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa jam kerja dokter magang hanya boleh mencapai 40–48 jam per minggu. Artinya, rata-rata waktu kerjanya hanya delapan jam per hari selama masa penugasan.
Menurut informasi yang diperoleh, Dr. Myta sempat mengeluhkan sakit dan sesak napas selama masa magangnya. Meski demikian, ia tetap diminta untuk menjalankan tugas jaga, bahkan dalam kondisi yang tidak sehat. Ia juga disebut mengalami penurunan kadar saturasi oksigen hingga di bawah 80 persen, yang merupakan tanda-tanda kondisi kesehatannya memburuk.
Proses Perawatan dan Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan
Dr. Myta awalnya dirawat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, namun kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit tempatnya magang, namun tidak ada tindakan medis yang signifikan dilakukan. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawanya ke RSUD Raden Mattaher Jambi, tempat fasilitas medis lebih lengkap.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dr. Myta menderita penyakit TBC, yang menyebabkan batuk dan sesak napas. Sayangnya, kondisi tersebut tidak segera ditangani dengan baik, sehingga memperparah kondisi kesehatannya.
Klarifikasi dari Pihak Rumah Sakit
Pihak RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, telah melakukan rapat tertutup untuk membahas insiden kematian Dr. Myta. Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membantah tuduhan bahwa Dr. Myta dipaksa bekerja saat sakit atau mengalami tekanan. Ia menyatakan bahwa tidak ada bullying yang terjadi, dan semua dokter yang terkait telah dipanggil untuk diperiksa.
Sahala juga mengatakan bahwa Dr. Myta sudah lama mengidap penyakit batuk dan sesak napas. Ia masuk rumah sakit pada 11 Maret 2026, namun detail penyakitnya belum dapat dijelaskan secara rinci. Tim dari Kementerian Kesehatan RI akan turun ke Kuala Tungkal pada Senin untuk melakukan klarifikasi dan konferensi pers.
Ucapan Selamat Ulang Tahun yang Menyentuh
Sebelum meninggal, Dr. Myta baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 tahun pada tanggal 13 April 2026. Unggahan dari sang ibu di media sosial, Okta Yusri, menjadi viral karena doa yang penuh harapan dan cinta. Ia berharap anaknya panjang umur, sehat, dan sukses dalam hidupnya.
Doa tersebut menjadi kado terakhir bagi Dr. Myta sebelum ia mengembuskan napas terakhir. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Permintaan Audit dari IKA FK Unsri
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) telah mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026. Dalam surat tersebut, mereka menyampaikan dugaan tentang beban kerja yang berat dan kurangnya supervisi selama masa internship Dr. Myta.
Mereka juga menyoroti adanya indikasi tekanan agar kondisi kesehatan Dr. Myta tidak meluas. Untuk itu, IKA FK Unsri meminta Kementerian Kesehatan segera melakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit tempat Dr. Myta bertugas.





