Apa Itu HFRS?
HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) adalah kumpulan penyakit yang disebabkan oleh infeksi hantavirus, virus yang terutama menyerang pembuluh darah kecil dan ginjal. Penyakit ini berbeda dari hantavirus di benua Amerika yang lebih sering menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), karena HFRS lebih dominan memengaruhi ginjal dan sistem pembuluh darah.
Beberapa jenis hantavirus yang diketahui dapat menyebabkan HFRS antara lain:
* Hantaan virus.
* Seoul virus.
* Dobrava-Belgrade virus.
* Puumala virus.
Istilah “hemorrhagic fever” mengacu pada kecenderungan gangguan perdarahan, sedangkan “renal syndrome” menunjukkan keterlibatan ginjal yang menjadi ciri utama penyakit ini.
Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami HFRS?
Hantavirus hidup secara alami pada beberapa spesies tikus dan hewan pengerat lainnya. Hewan tersebut sering kali tidak tampak sakit meski membawa virus. Virus kemudian keluar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus. Ketika kotoran atau urine mengering, partikel virus dapat bercampur dengan debu di udara dan terhirup manusia.
Banyak kasus paparan terjadi saat seseorang:
* Membersihkan gudang.
* Menyapu area penuh debu.
* Masuk ke bangunan lama.
* Kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi rodent.
Inhalasi aerosol yang terkontaminasi merupakan jalur penularan hantavirus yang paling umum. Pada sebagian besar tipe hantavirus penyebab HFRS, penularan antarmanusia sangat jarang atau praktis tidak terjadi. Karena itu, fokus utama pencegahan HFRS tetap pada pengendalian paparan tikus dan kebersihan lingkungan.
Gejala HFRS yang Harus Diketahui
Gejala awal HFRS sering muncul mendadak, seperti:
* Demam tinggi.
* Menggigil.
* Sakit kepala.
* Nyeri otot.
* Rasa lemas berat.
Sebagian pasien juga mengalami nyeri punggung atau perut yang cukup intens. Pada tahap awal, penyakit ini sering sulit dibedakan dari infeksi virus lain. Gangguan pembuluh darah dan perdarahan juga bisa terjadi, seperti bintik merah, mimisan, atau perdarahan lain pada sebagian kasus berat.
Ginjal mulai terganggu dengan gejala seperti penurunan produksi urine, pembengkakan, dan peningkatan kreatinin. Pada beberapa kasus, pasien justru mengalami fase produksi urine berlebihan setelah fase akut berlalu.
Fase Penyakit
Secara klasik, HFRS dibagi menjadi beberapa fase:
1. Fase demam.
2. Fase hipotensi.
3. Fase oligurik (urine sedikit).
4. Fase diuretik.
5. Fase pemulihan.
Namun, tidak semua pasien mengalami seluruh fase secara jelas. Tingkat keparahan sangat bervariasi tergantung jenis virus dan kondisi pasien.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Risiko lebih tinggi ditemukan pada:
* Pekerja pertanian.
* Petugas gudang.
* Pekerja kebersihan.
* Tentara.
* Orang yang sering terpapar area dengan populasi hewan pengerat tinggi.
* Orang yang membersihkan area tertutup lama tanpa ventilasi juga memiliki risiko lebih tinggi jika terdapat kontaminasi tikus.
Diagnosis HFRS

Diagnosis biasanya mempertimbangkan gejala klinis, riwayat paparan hewan pengerat, pemeriksaan darah, dan tes laboratorium spesifik hantavirus. Pemeriksaan darah dapat menunjukkan trombosit rendah, gangguan fungsi ginjal, dan tanda inflamasi sistemik.
Karena gejalanya bisa menyerupai penyakit lain, diagnosis sering membutuhkan evaluasi laboratorium lebih lanjut.
Apakah Ada Obat untuk HFRS?
Hingga kini belum ada terapi antivirus yang benar-benar menjadi standar definitif untuk semua kasus HFRS. Beberapa penelitian mengevaluasi penggunaan ribavirin, tetapi efektivitasnya bervariasi tergantung jenis virus dan waktu pemberian. Karena itu, penanganan utama tetap berupa perawatan suportif.
Fokus penanganannya adalah menjaga fungsi organ. Pasien mungkin membutuhkan:
* Cairan intravena.
* Pemantauan tekanan darah.
* Koreksi elektrolit.
* Dialisis jika ginjal gagal bekerja optimal.
Deteksi dini sangat penting karena komplikasi bisa berkembang cepat.
Cara Mencegah HFRS
- Kendalikan paparan tikus
Langkah paling penting adalah mengurangi kontak dengan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi. Beberapa langkah yang direkomendasikan: - Simpan makanan dalam wadah tertutup.
- Tutup celah masuk tikus.
- Buang sampah dengan benar.
-
Jaga kebersihan area penyimpanan.
-
Jangan menyapu debu kotoran tikus kering
Jangan langsung menyapu area yang terkontaminasi atau membersihkannya dengan vakum secara kering karena membuat partikel virus beterbangan. Yang disarankan adalah menggunakan sarung tangan, semprot disinfektan, diamkan selama beberapa menit, lalu bersihkan dengan hati-hati dengan alat pelindung diri. -
Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan area berisiko
Pada area dengan kemungkinan kontaminasi tinggi, penggunaan masker dan ventilasi baik sangat membantu mengurangi risiko inhalasi partikel.
HFRS adalah penyakit akibat hantavirus yang dapat menyebabkan demam berat, gangguan pembuluh darah, hingga kerusakan ginjal serius. Penularannya paling sering terjadi melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terkontaminasi virus. Yang membuat HFRS menantang adalah gejalanya sering menyerupai infeksi lain pada tahap awal, sehingga mudah terlewat. Padahal, komplikasi pada ginjal dan sistem sirkulasi dapat berkembang cepat bila tidak dikenali sejak dini. Meski belum ada terapi spesifik yang benar-benar menyembuhkan HFRS, tetapi banyak kasus dapat ditangani lebih baik dengan diagnosis cepat, perawatan suportif yang tepat, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang konsisten.





