Hasil Kekalahan Semen Padang FC dalam Laga Penutup Putaran Pertama
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima oleh Semen Padang FC dalam laga penutup putaran pertama kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Tim berjuluk Kabau Sirah ini kalah 2-3 dari Persis Solo di Stadion GOR Haji Agus Salim, Minggu (11/1/2026) sore. Meski sempat memegang kendali permainan di babak pertama, kegagalan memanfaatkan peluang emas dan kesalahan di momen krusial membuat tiga poin justru terbang ke tangan tim tamu.
Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar kekalahan Semen Padang FC melawan Persis Solo:
Drama Kegagalan Dua Kali Penalti
Semen Padang FC mendapatkan dua hadiah penalti di babak pertama. Penalti pertama didapat pada menit ke-10 setelah Irsyad Maulana dilanggar, namun Stewart gagal menjalankan tugasnya. Beruntung, pada menit ke-34, penalti kedua diberikan wasit. Meski tendangan Irsyad Maulana sempat ditepis Riyandi, bola muntah berhasil ia sambar kembali untuk membawa tuan rumah unggul 1-0. Sayangnya, kegagalan penalti pertama dianggap Dejan sebagai momentum yang terbuang sia-sia.
Gol di Masa Injury Time Babak Pertama
Keunggulan satu gol Semen Padang FC sirna seketika tepat sebelum turun minum. Pada masa injury time babak pertama, lini belakang tuan rumah melakukan kesalahan fatal dengan memainkan bola terlalu lama di area pertahanan sendiri. Zanadin Fariz yang jeli melihat celah langsung merebut bola dan melakukan kerja sama apik dengan Kastaneer. Tendangan keras Zanadin meluncur deras di antara dua kaki kiper Arthur, membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menjatuhkan mental bertanding pemain tuan rumah.
Kebobolan Cepat di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Semen Padang FC justru tampak lunglai. Menit ke-50 menjadi awal petaka selanjutnya ketika situasi bola mati gagal diantisipasi dengan baik. Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar oleh Kodai Tanaka yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti. Gol ini membuat Persis Solo berbalik unggul 2-1 dan membuat strategi yang disusun Dejan Antonic di ruang ganti menjadi berantakan.
Penurunan Performa Drastis dan Kurangnya Kolektivitas
Dejan Antonic menyoroti perubahan sikap para pemainnya yang bermain di luar rencana pada babak kedua. Ia menilai anak asuhnya bermain terlalu santai dan lebih mementingkan diri sendiri. “Di babak kedua kita tidak bermain seperti yang telah direncanakan. Ada beberapa keputusan yang dibuat sendiri oleh pemain. Banyak kesalahan dan lebih mementingkan diri sendiri,” tegas Dejan dalam sesi jumpa pers. Minimnya kerja sama tim ini membuat aliran serangan selalu patah di lini tengah Persis Solo yang tampil lebih disiplin.
Gol Jauhari dan Perlawanan Terlambat
Petaka bagi tuan rumah semakin menjadi-jadi pada menit ke-90. Umpan silang dari sisi sayap berhasil disambut sundulan tajam Jauhari yang membuat skor menjauh menjadi 3-1. Meski Semen Padang FC sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Ryan di masa injury time babak kedua, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan muka tuan rumah. Skor akhir 2-3 menutup laga dengan duka bagi pendukung Kabau Sirah.

Ultimatum Keras Pelatih Dejan Antonic
Usai laga, Dejan Antonic mengeluarkan pernyataan pedas yang menunjukkan kemarahannya. Ia bahkan meminta pemain yang tidak punya hati untuk membela klub agar segera angkat kaki. “Dari saya pribadi, saya sangat kecewa dengan hasil pertandingan tadi. Kita semua harus malu dengan hasil kali ini. Kalau tidak punya hati bermain di Semen Padang FC, lebih baik cari tim lain. Situasi kita sangat parah dan sulit, kita butuh pemain yang kuat di sini,” ungkap pelatih asal Serbia tersebut.
Penonton Kecewa
Kekecewaan serupa juga datang dari tribun penonton. Ivan, salah satu suporter setia, menilai timnya sangat lemah dalam penyelesaian akhir. “Umpan-umpan yang dialirkan sebenarnya sudah bagus, tapi penyelesaian akhirnya sangat kurang optimal. Lini depan kita terlihat kurang mantap,” keluhnya. Ivan menambahkan, masalah tidak hanya terletak pada finishing, tetapi juga pada kedalaman skuad. Ia menyoroti perbedaan kualitas pemain yang cukup mencolok, sehingga kerja sama tim belum optimal. Menurutnya, kolektivitas permainan Semen Padang FC masih berada di bawah standar Liga teratas Indonesia.
Dari kubu lawan, pelatih Persis Solo Milomir Selsija menilai mental pemain menjadi faktor penting. “Ketika Semen Padang FC gagal penalti, saya lihat mental mereka turun,” kata Milomir. Ia menyebut kemenangan ini penting meski belum mengangkat posisi timnya dari papan bawah. Kekalahan Semen Padang FC vs Persis Solo menutup putaran pertama dengan catatan evaluasi besar. Dua penalti, gol injury time, dan kesalahan bertahan menjadi rangkaian kejadian yang menentukan hasil akhir laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Kekalahan menyakitkan dari Persis Solo ini menjadi peringatan keras bagi manajemen untuk segera mematangkan rencana transfer pemain di putaran kedua. Dejan mengonfirmasi bahwa beberapa pemain asing dari Jepang dan Spanyol sudah masuk dalam radar perburuan untuk mengangkat performa Semen Padang FC.





