Persijap Jepara Tahan Imbang Persib Bandung di Laga Pamungkas
Laga pamungkas pekan ke-34 BRI Superleague antara Persijap Jepara dan Persib Bandung berakhir dengan skor kacamata 0-0. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, berlangsung cukup sengit namun tidak ada gol yang tercipta selama 90 menit pertandingan.
Dengan tambahan satu poin dari pertandingan ini, Persijap Jepara memastikan diri finish di peringkat ke-13 dengan koleksi 36 poin. Tim asal Jawa Tengah ini menjadi satu-satunya wakil Jateng yang bertahan di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Sementara itu, satu wakil Jateng lainnya, Persis Solo, dipastikan terdegradasi.
Pertandingan tersebut menunjukkan performa solid dari lini pertahanan Persijap Jepara. Mereka mampu menggagalkan serangan-serangan yang dilancarkan oleh pemain Persib Bandung sepanjang pertandingan. Selain lini belakang yang kokoh, penjaga gawang muda, M Ardiansyah, juga menjadi pahlawan bagi Persijap. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial yang membuat gawangnya tetap aman.
Ardiansyah digadang-gadang menjadi kiper hebat dari Indonesia jika terus menunjukkan progres penampilan yang konsisten. Meskipun hasil imbang tidak membawa kemenangan, satu poin yang didapat oleh Persib Bandung bisa untuk menyegel gelar juara BRI Superleague musim 2025/2026.
Persib Bandung berhak atas gelar ketiganya secara berturut-turut sebagai sejarah baru di kompetisi Liga Indonesia. Namun, gelar juara tersebut tidak mudah diraih. Tim kebanggaan Bobotoh harus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan pada pertandingan terakhir.
Jika saja Persib lengah dan kalah dari Persijap, gelar juara bisa jatuh ke tangan Borneo FC yang menang besar 7-1 atas Malut United. Kedua tim tersebut memiliki poin sama yaitu 79 poin hingga pertandingan pamungkas. Namun, Persib lebih berhak menyegel juara kompetisi musim ini karena unggul head to head atas Borneo FC.
Performa Solid Persijap Jepara
Hasil imbang 0-0 bagi Persijap Jepara dinilai cukup bagus. Dalam tiga pertandingan melelahkan, mereka berhasil melalui dengan langkah tegap sekali menang dan dua kali imbang. Setelah menang dari Persita Tangerang, Persijap membuktikan diri sebagai tim yang tidak bisa dianggap remeh oleh lawannya.
Borneo FC dan Persib Bandung tak mampu menang melawan permainan disiplin Laskar Kalinyamat. Pelatih kepala Persijap Jepara, Mario Licinio Guerreiro Lemos, menyatakan bahwa target menang lawan Persib Bandung adalah prioritas. Ia ingin anak asuhnya tidak kalah dan tidak kemasukan gol.
“Ketika berhadapan tim terbaik seperti Borneo dan Bandung, paling penting bagaimana kita bisa tampil tanpa tekanan dan memberikan tontonan yang terbaik,” ujarnya.
Degradasi Persis Solo
Sementara satu tim yang harus terdegradasi adalah Persis Solo. Pada musim kompetisi 2026/2027 mendatang, Persijap bakal menjadi wakil satu-satunya Jawa Tengah di level kompetisi sepak bola teratas Indonesia.
Persis Solo yang menjalani laga terakhir, pada Sabtu sore, sebenarnya menang 3-1 dari Persita Tangerang. Ketiga gol kemenangan Persis dicetak oleh Jefferson Ferreira de Souza pada menit ke-43, M Maricic (73’), dan D Tumbas (91’). Adapun gol semata wayang Pendekar Cisadane dicetak oleh Pablo Ganet (89’).
Namun tambahan tiga poin tidak cukup untuk membuat Laskar Sambernyawa bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Tanah Air. Degradasi Persis dipastikan setelah Madura United menang 2-0 atas lawannya, PSM Makassar, di Gelora Bangkalan Madura.
Setelah tim kesayangannya dipastikan terdegradasi, suporter Persis Solo meluapkan kekecewaan. Ribuan suporter Persis yang nonton bareng di Area Parkir Selatan Stadion Manahan, Solo, tampak kecewa. Seusai nobar mereka menyalakan beberapa flare dan menyanyikan lagu “Satu Jiwa”.





