Kemenangan PSS Sleman di Balik Doa Orang Tua
Kemenangan 2-1 yang diraih oleh PSS Sleman atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (10/1/2026) tidak hanya berkat kerja keras tim, tetapi juga didukung oleh doa orang tua. Salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam pertandingan ini adalah Junior Haqi, yang tampil luar biasa dan membuka keunggulan bagi Super Elja sejak menit keempat.
Performa Impresif Junior Haqi
Junior Haqi, yang berposisi sebagai gelandang, berhasil mencetak gol cepat yang membuat PSIS Semarang terkejut. Gol tersebut menjadi awal dari kemenangan yang akhirnya diraih oleh PSS Sleman. Selain itu, Gustavo Tocantins juga turut serta mencetak gol untuk memperkuat kemenangan timnya.
Bagi Junior Haqi, gol ini menjadi yang kedua dalam lima penampilannya bersama PSS Sleman di Pegadaian Championship 2025/2026. Meskipun sering masuk dari bangku cadangan, ia mampu menjawab kepercayaan pelatih dengan kontribusi signifikan di lini tengah.
Peran Orang Tua dalam Keberhasilan
Setelah pertandingan, Junior Haqi mengakui bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim. Ia menekankan bahwa peran penting dalam kesuksesannya adalah doa dari orang tua dan pasangan. “Doa orang tua saya di rumah yang selalu mendoakan saya terus menerus dan doa pasangan saya. Itu, itu kuncinya,” ujarnya.
Penampilan impresif Junior Haqi memberikan sinyal positif bagi PSS Sleman, yang kini memiliki lebih banyak opsi di lini tengah menjelang laga-laga krusial di bulan Januari ini.
Laga Melawan PSIS Bukanlah Mudah
Asisten Pelatih PSS Sleman, Gilang Ramadhan, menyebut laga melawan PSIS bukanlah pertandingan yang mudah. Terlebih, PSS datang dengan modal kekalahan di laga sebelumnya. “Pertandingan ini tidak mudah, apalagi di laga terakhir kita kalah. Tapi kami semua sepakat laga ini harus ambil tiga poin,” tambahnya.
Gilang juga menyoroti perubahan signifikan di kubu PSIS yang dinilainya tampil dengan wajah baru pada putaran kedua. “PSIS di putaran kedua ini berbeda. Banyak pemain baru dan pola permainannya juga berubah. Tapi kami lebih fokus ke permainan tim sendiri,” ulasnya.
Tiga Pemain Baru Belum Tampil
Sementara itu, tiga rekrutan anyar PSS Sleman belum mendapatkan kesempatan tampil saat Super Elja menundukkan PSIS Semarang pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi PSS Sleman, ketiga pemain anyar itu masih harus menunggu debutnya.
Dari tiga nama yang direkrut pada putaran kedua, hanya Figo Dennis yang masuk dalam daftar susunan pemain. Sementara itu, Jehan Pahlevi dan bek asal Brasil Lucas Gama Moreira atau Lucao tidak tercantum dalam line up pertandingan.
Kendala Administratif Menghambat Debut
Terkait absennya Lucao dari daftar susunan pemain, Gilang menyebut masih ada kendala administratif yang harus diselesaikan untuk mendaftarkan sang pemain ke I.League. “Ya untuk pemain barunya, ya kita juga masih urus administrasi ya terutama seperti Lucao yang kemarin ini mungkin ada bermasalah seperti berkas,” jelasnya.
Sementara untuk dua pemain muda pinjaman dari Persija Jakarta, Gilang memastikan keduanya sejatinya sudah bisa dimainkan. Namun, tim pelatih memilih untuk menahan mereka terlebih dahulu. “Terus juga sebenarnya untuk dua pemain lokal muda sudah bisa main ya dua pemain dari Persija, pemain muda, tapi memang belum waktunya dia main dikasih kesempatan pada pertandingan kemarin,” katanya.





