Maximilian Ibrahimovic, Anak Zlatan yang Kini Berjuang untuk Menulis Kisahnya Sendiri
Maximilian Ibrahimovic, putra dari legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic, kini tengah memulai perjalanan barunya sebagai pemain sepak bola profesional. Pemain muda berusia 19 tahun ini baru saja bergabung dengan Ajax Amsterdam dengan status pinjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian permanen senilai €3,5 juta (sekitar Rp68,6 miliar). Keputusan ini menandai langkah penting dalam kariernya, sekaligus mengulang jejak sang ayah yang pernah membela klub tersebut pada periode 2001–2004.
Perjalanan Awal Maximilian Ibrahimovic
Sebelum bergabung dengan Ajax, Maximilian sempat merasa tidak cocok dengan dunia sepak bola. Dalam wawancara dengan Sportbladet, ia mengakui bahwa hingga usia 11 tahun, ia benar-benar membenci olahraga ini. “Saya benci sepak bola. Sampai umur 11 tahun, saya membenci sepak bola. Saya pikir itu adalah hal terburuk di dunia,” katanya.
Alasan utama kebencian tersebut adalah bayang-bayang besar Zlatan Ibrahimovic. Maximilian merasa selalu dibandingkan dengan ayahnya, yang membuatnya merasa tidak nyaman. Namun, seiring waktu, ia mulai menyadari bahwa sepak bola bisa menjadi bagian dari hidupnya sendiri.
Perjalanan Sepak Bola Maximilian
Perjalanan Maximilian di dunia sepak bola tidaklah mudah. Ia sempat bermain di beberapa negara, termasuk Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Swedia, sebelum akhirnya bergabung dengan AC Milan pada 2022. Di sana, ia memperkuat AC Milan Futuro, tim akademi Rossoneri. Selama musim ini, ia tampil cukup impresif di Serie D dengan catatan lima gol dan empat assist dari 16 pertandingan, meski tim mudanya harus terdegradasi dari Serie C.
Kepindahan ke Ajax Amsterdam
Kepindahan Maximilian ke Ajax Amsterdam dilaporkan telah rampung, dan kedua klub hanya tinggal menuntaskan dokumen administrasi. Ia akan tiba di Amsterdam pada hari ini, Minggu (11/1/2026), dan dijadwalkan menjalani tes medis keesokan harinya. Kesepakatan ini juga mencakup klausul persentase penjualan kembali dari AC Milan.
Pergi dari AC Milan menuju Ajax bukan hanya sekadar perpindahan klub, tetapi juga simbolis bagi keluarga Ibrahimovic. Dulu, Zlatan pernah memperkuat Ajax sebelum melanjutkan karier ke Juventus dan kemudian Serie A. Kini, Maximilian berusaha mengulang jejak sang ayah, dengan harapan mampu menciptakan kisah sendiri di lapangan hijau.
Nostalgia di Ajax
Kepindahan Maximilian ke Ajax langsung mengundang nostalgia besar. Klub raksasa Belanda ini sebelumnya pernah diperkuat oleh Zlatan pada periode 2001–2004. Bersama Ajax, Zlatan mencatatkan 48 gol dan 17 assist dari 110 penampilan di semua kompetisi, sekaligus menjadikan klub tersebut sebagai panggung besar awal kariernya di level elite Eropa. Selain itu, ia juga memberikan banyak gelar ke Ajax, termasuk 2x juara Liga Belanda, sekali juara Piala Belanda, dan Piala Super Belanda.
Harapan untuk Masa Depan
Publik kini menanti apakah Maximilian mampu mengukir kisah emasnya sendiri atau justru hidup di bawah bayang-bayang nama Zlatan. Meskipun awalnya benci sepak bola, kini ia sedang membangun identitasnya sendiri, bukan lagi sebagai “anak Zlatan”, tetapi sebagai pesepak bola muda yang berusaha menulis kisahnya sendiri di lapangan hijau.
Maximilian kini berada di titik awal yang menjanjikan. Dengan dukungan dari klub baru dan kesempatan untuk berkembang, ia memiliki peluang besar untuk membuktikan diri dan menciptakan warisan sendiri di dunia sepak bola.





