Patung Macan Putih Jadi Pusat Perhatian di Kediri
Patung Macan Putih yang memiliki bentuk unik kini menjadi daya tarik utama di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Keberadaannya telah mengundang ribuan pengunjung setiap akhir pekan, terutama saat digelar Car Free Day (CFD) yang semakin ramai.
Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Mojokerto, Jombang, dan Malang. Menurut pantauan di lokasi, CFD diadakan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Namun antusiasme masyarakat tidak surut meski kegiatan resmi telah berakhir. Hingga pukul 11.00 WIB, area depan Kantor Desa Balongjeruk hingga pertigaan Patung Macan Putih masih dipenuhi pengunjung. Diperkirakan sekitar 5.000 orang hadir dalam acara tersebut.
Aktivitas yang Beragam Selama CFD
Selain berolahraga dan jalan santai, banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama patung ikonik tersebut. Bahkan, pembuat patung, Suwari (60 tahun), sering diajak berfoto oleh pengunjung yang ingin mengabadikan momen bersama kreatornya.
Di sisi lain, suasana CFD semakin meriah dengan hadirnya penampilan DJ lokal Kediri yang membawakan lagu-lagu yang menghibur. Musik yang diperdengarkan membuat pengunjung betah berlama-lama di sekitar area patung.
Layanan Sosial dan UMKM yang Hadir
Tidak hanya hiburan, kegiatan CFD juga dilengkapi dengan layanan sosial. Puskesmas Badas membuka posko cek kesehatan gratis di depan patung. Pengunjung dapat memeriksakan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan ringan.
Di sepanjang jalan, deretan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga tampak ramai menawarkan dagangan. Berbagai jajanan, pernak-pernik, hingga kaos bergambar Patung Macan Putih dijajakan sebagai oleh-oleh khas dari Balongjeruk.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyampaikan rasa syukurnya karena ikon desa tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai, CFD menjadi ruang baru bagi warga untuk beraktivitas sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
“Marilah kita lanjutkan kegiatan seperti ini. Kuncinya adalah kita sama-sama bahagia, jadi patung Macan Putih ini bukan hanya untuk Balongjeruk tetapi masyarakat semua. Kita bersama-sama untuk kebersamaan,” ujar Safi’i.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban. Sebab, acara dengan animo tinggi bisa berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dijaga.
Pengunjung Mengapresiasi Acara
Salah satu pengunjung, Ismail, warga Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, mengaku sengaja datang bersama anaknya untuk menyaksikan penampilan sound audio di CFD Balongjeruk. “Ini anaknya yang tahu ada acara, akhirnya tadi ke sini, ternyata rame,” ucapnya.
Usai mengikuti senam bersama, warga dan pengunjung tampak berdesakan untuk berfoto di area Patung Macan Putih. Bahkan sang pembuat patung, Suwari (60), juga beberapa kali diajak berfoto oleh pengunjung yang penasaran dan ingin mengabadikan momen bersama kreator ikon Balongjeruk tersebut.





