Aksi Pengeroyokan Brutal di Surabaya Menggemparkan Warga
Kawasan Jalan Kendangsari Industri, Kota Surabaya, kembali menjadi tempat kejadian yang mengejutkan dan menggemparkan warga setelah dua remaja menjadi korban pengeroyokan brutal oleh belasan orang. Kejadian ini terjadi pada Senin (22/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB. Dua korban, yaitu IGN (18) dan MRIA (18), mengalami luka serius akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pemuda yang diduga merupakan oknum pesilat.
Kronologi Kejadian
Pada saat kejadian, IGN sedang membonceng MRIA menggunakan sepeda motor Honda Supra X setelah selesai berada di sebuah warung kopi (warkop) di kawasan Kecamatan Rungkut. Mereka berniat pulang ke rumah masing-masing di kawasan Wonocolo, Surabaya. Namun, saat melintasi Jalan Kendangsari Industri, mereka berpapasan dengan rombongan konvoi pemotor yang beratribut organisasi pencak silat. Tanpa alasan jelas, rombongan tersebut langsung mengejar dan menyergap motor korban di bahu jalan.
IGN menjelaskan bahwa MRIA langsung ditarik dari belakang. Setelah melewati tumpukan sampah, motor yang dikendarainya langsung dijejek hingga jatuh ke sisi kiri jalan. Di situ, IGN langsung dihujani pukulan tangan oleh para pelaku.
Korban Ditusuk Hingga Paru-paru Kempis
Saat terjatuh di atas aspal, gerombolan yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 orang langsung merangsek dan mengeroyok kedua remaja. Beruntung, IGN berhasil bangkit dan meloloskan diri untuk meminta pertolongan warga sekitar. Sayangnya, MRIA yang terjebak di lokasi langsung menjadi sasaran utama. Ia dikeroyok secara beramai-ramai dan bahkan ditusuk menggunakan senjata tajam oleh para pelaku.
Menurut IGN, MRIA mengalami luka parah di bagian punggung. Terdapat dua luka bolong yang dalam dan berdarah-darah hingga menembus ke organ vital paru-paru. Akibatnya, paru-parunya sempat kempis. Meskipun kondisinya kini stabil, MRIA masih merasakan sakit ketika batuk atau tertawa.
Senjata Tajam dan Kelompok Terorganisir
Lebih lanjut, IGN mengungkapkan bahwa para pelaku bertindak sangat terorganisasi dan membawa berbagai jenis senjata tajam serta benda tumpul berbahaya. Menurutnya, pelaku membawa celurit dua buah, ruyung (double stick) satu, dan satu kayu panjang atau toya. Selain itu, jumlah pelaku diperkirakan mencapai 15 orang lebih dan semuanya naik motor.
IGN juga menyebutkan bahwa para pelaku memakai baju pencak silat. Hal ini menunjukkan bahwa aksi yang dilakukan tidak hanya sekadar kekerasan biasa, tetapi juga memiliki nuansa organisasi dan identitas tertentu.
Laporan ke Polisi
Tidak puas dengan perbuatan semena-mena tersebut, pihak korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke markas kepolisian setempat. IGN berharap aparat penegak hukum dapat segera mengidentifikasi dan menangkap dalang serta para pelaku pengeroyokan. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak ingin terulang kembali, karena bisa melukai warga Surabaya lainnya yang tidak bersalah.
Situasi Terkini
Saat ini, MRIA masih menjalani perawatan medis di RS Royal Hospitals Surabaya. Tim dokter sedang melakukan observasi ketat demi memulihkan fungsi organ pernapasannya. Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan respons resmi terkait penyelidikan kasus ini.





