Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Polisi di Katingan
Pihak kepolisian telah berhasil menangkap seorang terduga pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap aparat saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Pelaku tersebut memiliki hubungan keluarga dengan dua terduga bandar sabu yang menjadi target operasi.
Terduga pelaku berinisial R ditangkap pada hari Sabtu (4/7/2026). Ia disebut sebagai anggota keluarga dari BIO dan BU, dua orang yang kabur saat penggerebekan berlangsung. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami peran R dalam insiden penyerangan terhadap aparat kepolisian.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan penangkapan R dan menyatakan bahwa penyidik masih mencari informasi lebih lanjut mengenai identitas serta perannya selama insiden tersebut. “R masih kami dalami,” ujar Dodik saat dikonfirmasi oleh media.
Sebelumnya, polisi juga berhasil menangkap terduga pelaku lainnya, yaitu A (38), pada Jumat (3/7/2026). A ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Dokumentasi dari lokasi penangkapan menunjukkan bahwa A dikawal oleh personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan.
AKBP Dodik Hartono menyebut bahwa A masih memiliki hubungan keluarga dengan target operasi penggerebekan narkoba. Saat ini, penyidik masih mendalami peran A dan R dalam insiden penyerangan terhadap aparat.
Operasi Penggerebekan Berujung Bentrokan
Operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7/2026) dini hari, berujung bentrokan. Dalam insiden tersebut, terjadi perlawanan dari keluarga target operasi, sehingga mengakibatkan tiga anggota polisi gugur.
Korban jiwa termasuk Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dan seorang warga bernama Teriyo (40). Sementara itu, dua personel Satresnarkoba Polres Katingan sempat hilang, yaitu Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto. Kedua anggota tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sungai.
Bripda Nopandri ditemukan lebih dulu pada Sabtu (4/7/2026) dan jenazahnya telah dimakamkan setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara dan ditangani tim forensik. Sementara itu, jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di DAS Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Minggu (5/7/2026).
Kapolri Geram dan Beri Peringatan Tegas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan perang terhadap narkoba di Indonesia. Ia menegaskan bahwa narkoba harus dibasmi hingga ke akar-akarnya. “Narkoba di Indonesia harus di basmi hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.
Instruksi tindakan tegas disampaikan Kapolri kepada jajarannya untuk melindungi masyarakat dari bahaya laten narkotika. “Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” kata Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Aipda Yudhie Perdana Putra, yang gugur dalam operasi penggerebekan kasus narkoba tersebut. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.
Penangkapan 2 Pelaku Pembunuhan Polisi
Setelah insiden berdarah, polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan polisi. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian saat operasi berlangsung.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, memastikan situasi keamanan di wilayah Desa Tumbang Kalemei dan sekitarnya saat ini dalam kondisi kondusif. Namun, pencarian terhadap dua terduga bandar sabu yang diduga melarikan diri saat operasi berlangsung masih dilakukan.
Penemuan Jenazah Aiptu Sumariyanto
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Aiptu Sumariyanto, personel Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang usai insiden bentrokan saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya pada hari keempat operasi pencarian. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan tersebut. Namun terkait penyebab pasti kematian serta kondisi luka pada tubuh korban, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.





