Ringkasan Berita
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen penting bagi sepak bola Afrika, dengan jumlah wakil yang mencapai sepuluh negara. Angka ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah peserta dari benua tersebut di Piala Dunia Qatar empat tahun lalu. Dengan peningkatan kuota, sepak bola Afrika kini memiliki panggung yang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan mereka, dan mereka memanfaatkannya secara maksimal.
Kejutan dan Dominasi Wakil-Wakil Afrika
Kehadiran sepuluh wakil Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dalam Piala Dunia 2026 mencatatkan rekor tampil di panggung dunia. Masing-masing tim memberikan momen berkesan bagi para pendukungnya. Sensasi dan dominasi wakil-wakil Afrika di Piala Dunia 2026 turut memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Rian (27), warga Kecamatan Pontianak Kota, mengaku sangat takjub dengan kejutan yang dihadirkan tim-tim non-unggulan Afrika. “Paling tidak disangka itu Tanjung Verde. Negara kecil tapi bisa nahan Spanyol, Uruguay, terus bikin Argentina mandi keringat di perpanjangan waktu. Naik kuota Afrika di Piala Dunia 2026 ini betul-betul ngebuka mata dunia kalau sepak bola mereka udah makin merata,” puji Rian.
Sementara itu, pandangan yang menekankan aspek kedewasaan bermain dan taktik disampaikan oleh Dimas (33), warga Pontianak Selatan. Menurutnya, kesuksesan sembilan tim Afrika lolos ke fase gugur bukanlah sebuah kebetulan. “Sepak bola Afrika sekarang tak cuma mengandalkan fisik cepat, tapi taktiknya mature. Maroko bisa masuk perempat final lagi, Pantai Gading mainnya sangat atraktif lewat pemain muda. Momen Mesir atau Senegal yang hampir menyingkirkan tim raksasa Eropa bukti kalau mental bertanding mereka sudah selevel negara-negara papan atas,” tanggap Dimas.
Poin Utama Catatan Emas Afrika di Piala Dunia 2026
- Rekor Kelolosan: 9 dari 10 wakil Afrika berhasil menembus fase gugur Piala Dunia 2026.
- Lonjakan Kemenangan: Menyumbang 11 kemenangan dalam satu edisi, menambah catatan sejarah 37 kemenangan Afrika dalam kurun hampir satu abad.
- Pencapaian Tertinggi: Maroko melaju hingga babak Perempat Final sebelum dihentikan Prancis.
- Kuda Hitam Paling Fenomenal: Debutan Tanjung Verde menahan Spanyol dan Uruguay serta memaksa Argentina bertanding hingga perpanjangan waktu.
Ulasan Lengkap Kiprah 10 Wakil Afrika di Piala Dunia 2026
Sebelum edisi ini, tim-tim Afrika mencatatkan total 37 kemenangan sepanjang hampir satu abad sejarah Piala Dunia. Pada 2026 saja, mereka menambah 11 kemenangan lagi. Sembilan dari sepuluh wakil Afrika berhasil lolos dari fase grup, meski tidak semua tim menikmati tingkat keberhasilan yang sama.
Turnamen yang Ingin Dilupakan: Tunisia
Tunisia datang dengan modal pertahanan yang sempurna setelah mencatat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekali pun kebobolan pada babak kualifikasi. Namun, Sabri Lamouchi, yang ditunjuk pada Januari, dipecat setelah kekalahan telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka. Herve Renard kemudian mengambil alih, tetapi bahkan pengalaman luasnya di turnamen besar tidak mampu mengubah keadaan. Tunisia kembali menelan kekalahan di Grup F, masing-masing dari Jepang (4-0) dan Belanda (3-1).
Kejutan Turnamen: Tanjung Verde
Pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling menarik di turnamen ini dengan mampu bersaing melawan tiga mantan juara dunia. Blue Sharks lebih dulu menahan imbang Spanyol tanpa gol berkat penampilan gemilang kiper Vozinha, sebelum bermain imbang 2-2 melawan Uruguay dan kembali meraih hasil seri saat menghadapi Arab Saudi. Mereka juga nyaris menciptakan kejutan besar saat menghadapi Argentina. Tanjung Verde memaksa sang juara bertahan bermain hingga babak tambahan sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 3-2.
Nyaris Menciptakan Kejutan Besar: Mesir
Mesir menjalani turnamen yang mengesankan. Hasil imbang melawan Belgia (1-1) dan Iran (1-1), disusul kemenangan 3-1 atas Selandia Baru, membawa The Pharaohs lolos dari fase grup. Mereka kemudian menyingkirkan Australia lewat adu penalti pada Babak 32 Besar (1-1 setelah perpanjangan waktu, 4-2 lewat adu penalti), sehingga berhadapan dengan Argentina di Babak 16 Besar. Mesir sempat unggul 2-0 hingga menit ke-79. Namun, Cristian Romero dan Lionel Messi mencetak gol dalam rentang waktu singkat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan di penghujung laga.
Senegal
Sementara itu, Senegal gagal mengulang kemenangan bersejarah atas Prancis pada 2002 setelah kalah 3-1. The Lions of Teranga kemudian kembali tumbang dari Norwegia, dengan Erling Haaland mencetak dua gol dalam kekalahan 3-2, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 5-0 atas Irak. Pada Babak 32 Besar, Senegal sudah di ambang kelolosan setelah unggul 2-0 atas Belgia hingga empat menit menjelang waktu normal berakhir. Namun, dua gol dalam tiga menit memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan, sebelum penalti Youri Tielemans pada menit ke-125 mengakhiri harapan mereka tepat sebelum adu penalti.
Pantai Gading
Pantai Gading memainkan salah satu sepak bola paling menarik sepanjang turnamen, terutama berkat penampilan gemilang talenta muda Yan Diomande dan Amad Diallo. Diallo mencetak satu-satunya gol saat mengalahkan Ekuador pada laga pembuka, tetapi tidak mampu mencegah kebangkitan Jerman yang menang 2-1 melalui dua gol Deniz Undav, termasuk gol penentu pada masa tambahan waktu. Nicolas Pepe kemudian mengikuti jejaknya dengan mencetak gol saat mengalahkan Curacao 2-0, sementara Diallo kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Norwegia. Namun, Norwegia mencetak gol kemenangan di akhir pertandingan untuk mengakhiri perjalanan Pantai Gading di Babak 32 Besar dengan kekalahan 2-1.
Maroko
Maroko mencatatkan pencapaian terbaik wakil Afrika dengan melaju hingga perempat final sebelum kalah 2-0 dari Prancis. Meski demikian, semifinalis Piala Dunia 2022 itu tetap akan merasa sedikit kecewa. The Atlas Lions mengawali turnamen dengan baik, menahan imbang juara dunia lima kali Brasil 1-1 sebelum mengalahkan Skotlandia berkat gol Ismael Saibari langsung setelah sepak mula (1-0). Setelah menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Haiti, Saibari kemudian dengan tenang mengeksekusi penalti untuk menyingkirkan Belanda pada Babak 32 Besar (1-1 setelah perpanjangan waktu, 3-2 lewat adu penalti). Dua gol Azzedine Ounahi membawa Maroko mengalahkan Kanada 3-0 di babak berikutnya, sebelum Les Bleus berhasil menghentikan permainan atraktif The Atlas Lions.
Pulang dengan Kepala Tegak: Aljazair
Kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014, Aljazair menjalani turnamen yang cukup terhormat. The Desert Foxes mengawali perjalanan dengan kekalahan 3-0 dari Argentina yang terinspirasi hat-trick Lionel Messi, tetapi bangkit dengan mengalahkan Yordania 2-1 setelah sempat tertinggal. Perjalanan mereka di fase grup berakhir dengan cara yang menyakitkan. Riyad Mahrez sempat terlihat memastikan kemenangan lewat gol keduanya pada masa tambahan waktu, tetapi Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang bagi Austria pada detik-detik terakhir. Aljazair tetap lolos ke Babak 32 Besar, sebelum dikalahkan Swiss dengan skor 2-0.
Ghana
Ghana juga memiliki banyak hal yang patut dibanggakan, termasuk kemenangan 1-0 atas Panama lewat gol pada masa tambahan waktu yang menjadi awal positif perjalanan mereka. Setelah itu, The Black Stars menunjukkan daya juang tinggi dengan menahan Inggris 0-0 meski terus ditekan sepanjang laga (19 tembakan berbanding 2). Mereka kemudian kalah tipis 2-1 dari Kroasia meski sempat menyamakan kedudukan, tetapi tetap lolos ke babak berikutnya. Perjalanan Ghana akhirnya terhenti setelah kalah 1-0 dari Kolombia akibat gol Jhon Arias.
Republik Demokratik Kongo
Setelah lolos melalui Turnamen Play-Off, Republik Demokratik Kongo mengawali kiprahnya dengan hasil imbang 1-1 melawan Portugal sebelum kalah tipis 1-0 dari Kolombia. Yoane Wissa, yang sudah mencetak gol pada laga pembuka, kemudian memborong dua gol saat mengalahkan Uzbekistan 3-1 untuk membawa Leopards lolos ke Babak 32 Besar. Brian Cipenga membawa mereka unggul lebih dulu saat menghadapi Inggris, tetapi dua gol Harry Kane akhirnya mengakhiri perjalanan Republik Demokratik Kongo di turnamen ini.
Afrika Selatan
Terakhir, Afrika Selatan menghadapi dua dari tiga tuan rumah turnamen dan bahkan mendapat kehormatan memainkan laga pembuka, yang berakhir dengan kekalahan 2-0 setelah mereka menuntaskan pertandingan dengan sembilan pemain. Teboho Mokoena kemudian menyelamatkan Bafana Bafana dari kekalahan lewat gol penalti pada menit ke-83 untuk mengamankan hasil imbang 1-1 melawan Ceko, sebelum Thapelo Maseko memastikan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan. Pada Babak 32 Besar, Afrika Selatan mampu memberi perlawanan sengit kepada Kanada hingga masa tambahan waktu, tetapi akhirnya tersingkir setelah Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan pada menit ke-92.





