Edukasi Literasi Digital untuk Kader Posyandu di Kalurahan Balong
Di tengah derasnya arus informasi kesehatan yang tersebar di media sosial, kader Posyandu dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga mampu menyaring informasi sebelum menyampaikannya kepada masyarakat. Hal ini menjadi fokus utama dari program edukasi pencegahan stunting dan literasi digital yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul.
Program ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada kader Posyandu agar dapat menjadi penyaring dan penghubung informasi kesehatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Balong, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengenali sumber informasi kesehatan yang kredibel, menemukan sumber terpercaya, serta melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial dan internet.
Materi yang Disampaikan
Materi edukasi mencakup berbagai topik penting, seperti:
* Pengenalan tentang stunting dan dampaknya terhadap kesehatan anak.
* Cara menemukan sumber informasi kesehatan yang terpercaya.
* Mengenali informasi yang meragukan atau tidak akurat.
* Teknik verifikasi informasi melalui media sosial dan internet.
Selain itu, materi disampaikan dengan menggunakan metode interaktif dan didukung oleh media edukasi seperti leaflet dan poster yang mengarahkan peserta pada sumber informasi kesehatan resmi. Pemahaman peserta juga diukur melalui pre-test dan post-test.
Tujuan Program
Zavinna, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS sekaligus PIC program kerja, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar literasi yang diberikan dapat diteruskan kepada masyarakat melalui peran kader Posyandu. Ia menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting sebagai penghubung informasi di masyarakat.
“Kami ingin literasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kami mencoba membekali mereka dengan kemampuan untuk mencari, memahami, dan memverifikasi informasi kesehatan sebelum menyampaikannya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Zavinna, kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting karena masyarakat saat ini dapat memperoleh informasi kesehatan dari berbagai sumber secara cepat melalui media sosial dan internet. Dengan demikian, kader Posyandu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi kesehatan yang lebih kredibel di tingkat masyarakat.
Apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNS, Triana Rahmawati, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan literasi kesehatan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menunjukkan sensitivitas mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan di tingkat lokal.
“Program seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap informasi kesehatan. Saya mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu mengemas kegiatan ini secara aplikatif dan berdampak langsung,” kata Triana.
Keterkaitan dengan SDGs
Program literasi kesehatan dan digital ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Good Health and Well-being dan SDG 4: Quality Education. Melalui SDG 3, kegiatan ini mendukung upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting. Sementara itu, SDG 4 tercermin melalui penguatan kapasitas literasi masyarakat, khususnya kemampuan untuk memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat.
Kolaborasi yang Berkelanjutan
Kolaborasi antara mahasiswa FISIP UNS, Tim KKN UNS, DPL, dan kader Posyandu diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi kesehatan di ruang digital. Dengan literasi yang semakin kuat, masyarakat diharapkan tidak mudah menerima informasi kesehatan secara mentah, tetapi mampu mencari sumber yang terpercaya, melakukan verifikasi, dan meneruskan informasi yang tepat kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.





