Karakter yang Menginspirasi: Mail dari Serial Upin & Ipin
Salah satu tokoh yang paling menarik perhatian dalam serial kartun Upin & Ipin adalah Mail. Dengan nama lengkap Ismail bin Mail, ia dikenal sebagai karakter yang memiliki sifat dewasa dan tanggung jawab. Mail sering membantu ibunya berdagang di pasar, dan kebiasaan ini menjadi inspirasi bagi teman-temannya di Tadika Mesra serta penonton.
Tidak hanya itu, Mail juga memiliki bakat berdagang yang sudah turun-temurun dari keluarganya. Bahkan, kakaknya, Abang Iz, juga menjaga toko dan memiliki beberapa bisnis dagangan di Kampung Durian Runtuh. Berbisnis sejak usia muda membuat Mail memiliki penghasilan yang cukup besar, sehingga membuat banyak orang iri.
Jika kamu ingin memiliki uang jajan sendiri seperti Mail, berikut tiga ide jualan ala Mail yang bisa kamu coba:
1. Ayam Bakar dan Ayam Goreng
Dagangan Mail yang paling ikonik adalah ayam goreng dan ayam bakar yang ia jajakan bersama sang ibu di pasar tradisional. Mail sebenarnya hanya membantu sang ibu saat waktu luang atau tidak sedang sekolah saja. Namun, yang membuat jualan ayam milik Mail ini viral dan selalu diingat oleh penonton adalah teknik marketing yang ia lakukan. Mail kerap meneriakkan “Dua Singgit, Dua Singgit,” agar pengunjung pasar tertarik untuk membeli dagangan ayam miliknya.
Selain berjualan olahan ayam di pasar, Mail juga terkadang berjualan ayam di acara tertentu. Seperti di episode “Medal Larian,” Mail berjualan ayam di booth yang disediakan untuk para peserta maraton. Di episode “Piala Dunia,” Mail rela begadang untuk berjualan ayam saat ada nonton bareng (nobar) di warung Uncle Muthu.
Kira-kira apa yang membuat ayam goreng atau ayam bakar jualan Mail begitu laku keras? Bisa jadi karena rasa yang enak dan cara pemasaran yang kreatif.
2. Prangko

Selain membantu dagangan sang ibu, ternyata Mail juga kerap menjual barang-barang yang berpotensi menguntungkan dirinya. Salah satunya adalah setem atau prangko lama, yang Mail jual ke Ah Tong. Mail berhasil memanfaatkan potensi dari kebiasaan Ah Tong, yang kerap mengumpulkan barang-barang antik.
Dagangan Mail ini diceritakan di episode “Setem yang Hilang,” di mana ia berhasil mendapatkan uang banyak dari hanya menjual prangko lama. Hal ini sampai membuat Upin dan Ipin iri, karena saat itu mereka ingin membeli mainan, tapi belum memiliki uang. Melihat Mail yang dengan mudah mendapatkan uang dari Ah Tong, membuat Upin dan Ipin meniru jualan milik Mail.
Namun, apakah Upin dan Ipin juga bisa sesukses Mail dalam berjualan prangko? Langsung saja simak suka duka mereka berjualan setem atau perangko di episode “Setem yang Hilang.”
3. Buah-Buahan

Ide jualan ala Mail yang terakhir adalah buah-buahan yang ia ambil dari pepohonan di sekitar Kampung Durian Runtuh. Buah-buahan yang pernah Mail jual adalah buah rambutan. Mail berhasil memanfaatkan potensi buah rambutan yang begitu banyak di Kampung Durian Runtuh.
Namun, kali ini Mail tidak berjualan sendirian, karena ia berjualan rambutan bersama Upin, Ipin, dan teman-teman lainnya di pinggir jalan raya dekat kampung mereka. Rambutan tersebut merupakan hasil panen dari pohon rambutan milik Tok Dalang.
Di episode “Bila Cuti Sekolah,” Mail juga pernah berjualan buah cermai yang berjatuhan di pondok bermain mereka. Namun kali ini, Mail mengolahnya menjadi makanan lain berbahan dasar buah cermai tersebut. Sebab, rasa buah cermai asam, sehingga lebih enak dikonsumsi dengan mengolahnya jadi makanan lain.
Benar-benar menginspirasi penonton bahkan teman-temannya, nih! Semangat berdagang dari Mail di serial kartun Upin & Ipin menular padamu, kan? Bahkan Mail juga bisa bisnis atau usaha lainnya selain berdagang sesuatu hal. Patut kamu contoh, nih!





