:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Petugas-berupaya-mengevakuasi-bangkai-food-truck-Bolosego-yang-ringsek-parah-di-ruas-jalan-tol.jpg)
Ringkasan Berita:
- Food truck Bolosego ringsek 90 persen usai alami pecah ban hingga terguling di ruas tol Jawa Timur.
- Dua kru, Hendra dan Igo, jalani operasi akibat patah tulang kaki di RS Citra Medika, Tarik, Sidoarjo.
- Owner Bolosego Mbak Dy fasilitasi keluarga korban dan tepis isu miring soal eksploitasi kerja tim.
Infomalangraya.net, Surabaya– Musibah kecelakaan lalu lintas menimpa armada food truck kuliner viral asal Yogyakarta, Bolosego, saat melintas di ruas tol kawasan Jawa Timur pada Senin (26/10/2026).
Dua kru yang berada di dalam kendaraan, Hendra dan Igo, mengalami patah tulang dan harus menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Citra Medika, Jalan Raya Surabaya–Mojokerto KM 44, Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (perbatasan Mojokerto).
Pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa atau yang akrab disapa Mbak Dy, turun langsung mendampingi para korban ke lokasi dan memastikan penanganan medis serta keluarga korban terfasilitasi penuh.
Kabar terbaru penanganan kru Bolosego disampaikan langsung oleh Mbak Dy melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya, @dyahfardisa, saat berada di Mojokerto.
Ia memohon doa kepada masyarakat dan warganet agar proses operasi kedua krunya yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari berjalan lancar.
“Selamat pagi teman-teman, aku masih ada di Mojokerto menemani timku yang lagi dirawat di Rumah Sakit Citra Medika. Mohon doanya ya guys, hari ini jam empat sore dua timku sama-sama dioperasi,” ujar Mbak Dy, dikutip Infomalangraya.netdari akun TikTok @dyahfardisa.
Ia membeberkan luka fisik yang diderita kedua anggotanya akibat insiden tersebut.
“Yang Mas Hendra itu mengalami patah tulang di kaki kanan, yang Mas Igo mengalami patah tulang di kaki kiri,” lanjutnya.
Mbak Dy mengaku sangat bersyukur seluruh korban selamat meski armada food truck merah kebanggaannya hancur berkeping-keping.
“Pokoke aku ki setelah melihat kondisi truk yang kerusakannya hampir 80 apa 90 persen, kemudian melihat timku isok selamat, itu wis bersyukur banget luar biasa ya Allah. Nek bukan atas pertolongannya Gusti Allah guys, mungkin kondisinya akan lebih parah dari sekarang,” ungkapnya.
Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Food Truck Bolosego
Menjawab rasa penasaran publik perihal penyebab armada tersebut ringsek parah di jalur tol, Mbak Dy menegaskan kecelakaan bermula dari masalah teknis roda kendaraan.
Ia membantah berbagai spekulasi tak berdasar yang sempat beredar di jagat maya.
“Sik jelas tidak ada satu hal pun terjadi tanpa izin-Nya Gusti Allah ya guys. Pada saat itu, truk kondisi pecah ban, sehingga membuat truk oleng dan ban sisi satunya jadi tidak kuat juga, akhirnya terguling,” jelas Mbak Dy meluruskan kronologi musibah tersebut.
Sebelumnya, Mbak Dy mengaku langsung memacu kendaraannya menuju area kejadian tak lama setelah kabar insiden mencuat dan kru tidak dapat dihubungi.
“Begitu dapat kabar aku langsung menuju ke lokasi kejadian, karena timku nggak bisa dihubungin, jadi aku justru tahu kejadiannya ada di mana dari laporan teman-teman, terima kasih,” tutur Mbak Dy dilansir dari catatan Infomalangraya.net.
Guna mendukung percepatan pemulihan, Mbak Dy langsung mendatangkan pihak keluarga korban dari Yogyakarta ke rumah sakit rujukan di perbatasan Sidoarjo-Mojokerto tersebut.
“Semalam juga aku sudah memfasilitasi keluarga untuk diantar ke sini dengan driver dan mobil, jadi ini pasien sudah ditungguin juga sama pihak keluarganya,” kata dia.
Sebagai bentuk empati, Mbak Dy juga membelikan ponsel pintar baru untuk salah satu kru karena telepon genggamnya hilang saat benturan keras terjadi.
“Barusan juga aku beli HP, karena HP-nya Mas Igo kepental hilang, jadi sakno guys. Semoga HP baru ini bisa jadi penghibur buat Mas Igo men ndang cepet mari ya kan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Mbak Dy dengan tegas meminta netizen tidak mengaitkan musibah ini dengan fitnah eksploitasi kerja.
“Wis rasah dikaitkan dengan sing aneh-aneh. Apalagi sampai dikaitkan dengan aku terlalu memecut kerjaan mereka jadi capek. Timku sing ngerti bagaimana aku memperlakukan mereka. Dadi ora tak gowo perasaan, tapi sing penting aku tu sekarang minta doanya aja,” pungkasnya seraya berpamitan untuk kembali ke Yogyakarta usai penanganan selesai.





